GSMA Dukung Perkembangan Negara Digital dalam Ajang Mobile 360 Asia Pasifik di Singapura

GSMA

BISNISASIA.CO.ID, SINGAPURA – Sebagai pemimpin dalam memelopori teknologi baru, negara- negara di kawasan Asia-Pasifik (APAC) mengadakan pertemuan di GSMA Mobile 360 Asia Pasifik yang akan datang untuk membahas keberhasilan berkelanjutan kawasan ini dalam mengadopsi 5G, seperti yang disebutkan dalam laporan Mobile Economy Asia Pacific 2022 terbaru. Berfokus pada 5G dan negara-negara digital, hal ini akan menjadi perhatian utama ketika para inovator, pemerintah, dan pembuat keputusan bekerja untuk menggali peluang dari teknologi baru seperti Metaverse ke ekonomi kawasan dan masyarakat yang lebih luas. Acara ini akan diselenggarakan pada 2-3 Agustus 2022 di JW Marriott South Beach Hotel, Singapura.

Memasuki tahun kelima, acara tahun ini akan melihat para pemimpin industri dari seluruh ekosistem seluler dan teknologi berkolaborasi untuk menemukan cara terbaik strategi negara digital di masa depan. Agenda acara selama dua hari ini akan mencakup tema dan diskusi yang menggugah pikiran tentang perkembangan dan topik terbaru yang berdampak pada pertumbuhan di berbagai bidang di wilayah Singapura, India, Malaysia, Thailand, dan banyak lagi. Hal ini termasuk infrastruktur jaringan di daerah pedesaan, pengembangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Cloud, serta percepatan digitalisasi di sektor-sektor seperti keuangan dan manufaktur.

Pada acara Mobile 360 Asia Pasifik, peserta akan mengambil bagian dalam diskusi yang berfokus pada tiga tema utama, yaitu; Inovasi, untuk mencapai tonggak sejarah baru di era baru hiper-konektivitas ini; Konektivitas dan bagaimana kita dapat membuat panduan dalam menyediakan jaringan yang memenuhi tuntutan masyarakat; Kebijakan Digital, untuk mengkaji kebijakan di balik revolusi digital.

Asia Pasifik mendorong pengalaman 5G dengan Metaverse

Konektivitas berada pada pusat inovasi di Asia Pasifik dan kawasan ini adalah rumah bagi beberapa pasar 5G terkemuka di dunia. Teknologi 5G sekarang tersedia secara komersial di 14 negara, dengan beberapa negara lainnya, termasuk India, yang diperkirakan akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang. Laporan Mobile Economy Asia Pacific terbaru yang diluncurkan hari ini menguraikan bagaimana lebih banyak negara di kawasan ini telah melakukan transisi ke 5G, dan memprioritaskan penutupan kesenjangan penggunaan jaringan melalui kolaborasi dan aplikasi yang inovatif.

Laporan ini juga mengkaji munculnya metaverse dan pertanyaan tentang bagaimana operator dapat berpartisipasi, selain menyediakan konektivitas yang mendasarinya telah meningkatkan agenda. Ini juga melihat meningkatnya minat dari lembaga publik dan perusahaan swasta dalam membangun kehadiran di metaverse.

Dari Malaysia hingga Indonesia, kegiatan di metaverse telah tumbuh secara eksponensial karena badan-badan pemerintah di kawasan ini sudah mulai menguraikan rencana untuk memanfaatkan potensi platform yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik. Negara Korea Selatan mengumumkan rencana untuk menghabiskan $186,7 juta dollar dalam menciptakan ekosistem metaverse mereka, dan Otoritas Pariwisata Thailand memanfaatkan platform tersebut untuk meningkatkan pariwisata di negara tersebut.

Accenture Technology Vision 2022: “Metaverse Continuum” Mendefinisikan Ulang Cara Dunia Bekerja, Beroperasi dan Berinteraksi

Topik utama lainnya dari laporan ini meliputi:

  • Jumlah koneksi 5G di wilayah ini akan mencapai 100 juta pada tahun 2022
  • Pada tahun 2025, koneksi 5G di wilayah Asia Pasifik yang maju akan mencapai 67%, menjadi pasar terkemuka untuk 5G
  • Adopsi 4G akan mencapai puncaknya sebesar 71% pada tahun 2023 untuk wilayah tersebut, sebelum menurun menjadi 69% pada tahun 2025
  • Asia Pasifik memimpin dalam komersialisasi 5G SA, dengan jaringan yang diluncurkan di Australia, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Singapura, dan Thailand
  • Sekitar 264 juta orang diperkirakan akan berlangganan internet seluler untuk pertama kalinya hingga 2025, menjadikan jumlah total pelanggan internet menjadi 1,49 miliar

“Kami sangat senang dapat menghadirkan kembali ajang Mobile 360 Series secara langsung di Asia Pasifik, salah satu wilayah paling beragam di dunia, di mana kami akan membahas cara memanfaatkan kekuatan penuh teknologi canggih untuk mendorong pengembangan masyarakat,” ungkap Julian Gorman, Head of Asia Pacific GSMA. “Saat kami mendekati era baru teknologi imersif skala luas ini, sangat penting bagi kami untuk terus mendorong kolaborasi industri sehingga negara digital kami menjadi sejahtera dengan cara yang aman dan berkelanjutan.”

Kami juga dengan bangga mempersembahkan jaringan mitra dan sponsor kami termasuk Singtel, Optus dan NCS sebagai Mitra Teleco Utama kami; Born2Global sebagai Mitra Inovasi dan Investasi; dan Huawei sebagai Platinum Event Sponsor.

Pada acara ini, GSMA juga akan mengumumkan pemenang Mobile 360 Digital Nations Award. Batas waktu pengiriman video adalah hari ini, 30 Juni 2022 pukul 5 sore waktu Singapura.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini