Toshiba Berhasil Membuat LiDAR Terkecil di Dunia–Meningkatkan “Indra Penglihat” dalam Swakemudi

LiDAR Toshiba dengan dua proyektor yang baru dikembangkan

BISNISASIA.CO.ID, SINGAPURA – Dalam dekade terakhir, fitur swakemudi (autonomous driving) telah beralih dari visi masa depan menjadi suatu kenyataan. LiDAR (Light Detection and Ranging, Laser Imaging Detection and Ranging) adalah sensor penting dalam swakemudi. Teknologi ini tersedia pada beberapa mobil mewah dengan conditional driving automation Level 3. Toshiba termasuk beberapa perusahaan yang membuat LiDAR untuk swakemudi Level 4.

Toshiba baru saja merilis sejumlah perkembangan proyektor laser baru sebesar telapak tangan. Proyektor ini meningkatkan jarak deteksi LiDAR hingga 300 meter, jarak deteksi terjauh di dunia dengan resolusi gambar 1.200×84 piksel. Konfigurasinya dapat dikombinasikan secara fleksibel dengan beberapa unit proyektor untuk melakukan beragam deteksi jarak jauh dan bersudut lebar. LiDAR terbaru ini akan meningkatkan perkembangan di banyak bidang aplikasi, seperti swakemudi dan pemantauan infrastruktur, serta membuka peluang kolaborasi di sektor-sektor lain.

Keselamatan berkendara sering kali dipengaruhi kondisi cuaca yang buruk, serta risiko dari insiden lain atau bencana. Penggunaan kamera pemantau (surveillance) dan radar saat ini memiliki keterbatasan dalam pengukuran jarak, bahkan kurang memadai ketika merekam benda dalam format 3D secara jernih. Kamera jenis ini juga memiliki kinerja yang buruk dalam kondisi cahaya gelap. Maka, sistem LiDAR Toshiba secara instan dan akurat mendeteksi kondisi jalanan, dan membantu proses pengambilan keputusan tentang gerak kendaraan. Berpengalaman selama puluhan tahun mengembangkan semikonduktor, dan menguasai keahlian dalam teknologi optik, Toshiba mampu mewujudkan miniaturisasi LiDAR dalam bentuk solid. Di saat bersamaan, Toshiba menjamin tingkat keandalan dan daya tahan LiDAR tersebut.

Toshiba Mewujudkan Masa Depan Tenaga Surya dengan Panel Fotovoltaik Perovskite

Solusi Toshiba adalah LiDAR yang dapat menggunakan berbagai unit proyektor kecil, sumber sinar laser. Seluruh unit ini memancarkan sinar laser yang aman bagi mata menuju arah yang sama sehingga meningkatkan jarak deteksi yang efektif. Pendekatan ini juga memperkecil ukuran LiDAR secara keseluruhan. Hasilnya, volume unit proyektor berkurang menjadi 71cm3. Desain sirkuit inovatif turut menghemat ukuran papan kendali motor (motor control board) sebesar 60% dibandingkan purwarupa sebelumnya, serta memanfaatkan keahlian dalam dudukan komponen 3D untuk menempatkan ulang komponen dan lensa.

LiDAR sangat berkaitan dengan otomatisasi mobil, segmen yang berkembang pesat dan volumenya diperkirakan mencapai 42 juta unit pada 2030. Toshiba ingin menjalankan komersialisasi LiDAR untuk swakemudi dan pemantauan infrastruktur yang sangat akurat pada 2023. Maka, Toshiba ingin mengeksplorasi berbagai aplikasi baru pada robot, pesawat nirawak (drone), dan perangkat keamanan.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini