Kearifan yang Dipelajari Xi dari Sang Ayah

Xi Jinping

BISNISASIA.CO.ID, BEIJING – “Saya ingin mewarisi banyak karakter mulia dari Ayah saya,” tulis Xi Jinping ketika menjabat Gubernur Fujian, Tiongkok, dalam sebuah surat yang berisi ucapan selamat ulang tahun kepada Sang Ayah, Xi Zhongxun, pada 2001.

Xi Zhongxun termasuk pemimpin pusat Partai Komunis Tiongkok (CPC) generasi pertama. Xi Jinping kerap mengenang kearifan yang disampaikan Sang Ayah.

Istilah “rakyat” menjadi inti dari seluruh kearifan yang diwarisi Xi Jinping dari Sang Ayah.

Pemimpin yang merakyat

“Kakek saya adalah seorang petani. Ayah saya pun bergabung dalam revolusi sebagai seorang petani. Saya sendiri sempat menjadi petani selama tujuh tahun,” kata Xi Jinping suatu ketika.

Semasa revolusi agraria, Xi Zhongxun, saat masih berusia kurang dari 20 tahun, turut membentuk batas wilayah revolusioner Shaanxi-Gansu. Dulu dia kerap berkata, “tanpa dukungan massa, perjuangan kami tak berarti.”

Xi Jinping berkunjung ke Liangjiahe, sebuah desa kecil di Provinsi Shaanxi, Tiongkok Barat Laut, pada pertengahan Februari guna merayakan Imlek pada 2015. Momen ini menjadi kunjungan Xi ke kampung halaman, khususnya sebagai seorang presiden Tiongkok yang lahir di wilayah perkotaan.

Lima puluh tiga tahun silam, Xi, menjelang usia 16 tahun, dikirim untuk tinggal di Liangjiahe sebagai “pemuda yang mengenyam pendidikan”.

Xi lalu tinggal di dusun selama tujuh tahun pada tahun-tahun awalnya. Area ini, bagian dari Dataran Tinggi Loess, menjadi basis revolusi komunis, termasuk bagi Ayah Xi, untuk mendirikan Tiongkok Baru.

“Kala itu, saya melakukan semua pekerjaan—menguruk lahan kosong, bertani, mencangkul, menggembalakan ternak, mengangkat batu bara, serta menumpuk dan memupuk tanah,” kenang Xi.

“Sebagai pelayan rakyat, saya memiliki ikatan yang kuat dengan Dataran Tinggi Shaanxi di sebelah Utara, sebab pengalaman di wilayah ini membentuk misi saya: melakukan segala hal yang bermanfaat bagi rakyat,” tulis Xi dalam autobiografinya. “Ke mana pun saya pergi, saya selalu menjadi anak yang berasal dari Dataran Tinggi Loess,” tulisnya.

Presiden Tiongkok Xi Jinping minta Rusia dan Ukraina Selesaikan Masalah di Meja Perundingan

Pemimpin untuk rakyat

Suatu ketika, Xi Zhongxun berkata kepada putranya: “Apa pun jabatan yang kelak dipegang, Anda harus melayani rakyat dengan sebaik-baiknya, mempertimbangkan kepentingan rakyat dengan sungguh-sungguh, menjaga hubungan dekat dengan rakyat, serta selalu mudah dijangkau oleh rakyat.”

Sejak awal, Xi Jinping memang kurang berminat dengan pekerjaan kantoran. Dia selalu bepergian selama berhari-hari, kadang mendatangi wilayah pegunungan, berbincang dengan rakyat akar rumput, mempelajari kendala mereka, serta membantu mereka menyelesaikan masalah.

Pada era 1980an, ketika banyak rekan-rekannya berbisnis atau berkuliah di luar negeri, Xi meninggalkan pekerjaan kantoran yang nyaman di Beijing, serta memilih bekerja sebagai Wakil Ketua Partai di sebuah kabupaten kecil di Provinsi Hebei, Tiongkok Utara. Kelak, dia menjadi Ketua Partai Prefektur Ningde, salah satu wilayah yang paling terbelakang di Fujian, Tiongkok Timur, saat itu.

Semasa bertugas di Ningde, Xi mengunjungi hampir semua kecamatan, termasuk tiga dari empat kecamatan yang belum dilalui jalanan beraspal. Xiadang, sebuah kecamatan di pelosok wilayah pegunungan di Kabupaten Shouning, merupakan salah satu dari tiga kecamatan tersebut. Ketika itu, penghasilan bersih per kapita rata-rata petani di Xiadang hanya kurang dari RMB 200 (sekitar $40). Xiadang pun menjadi kecamatan yang paling terbelakang di Fujian.

Pada November 2013, dalam sebuah kunjungan kerja di Hunan, Tiongkok Tengah, Xi mendatangi warga desa beretnis Miao yang kala itu dijuluki “penduduk miskin”.

“Dengan sebutan apa sebaiknya saya memanggil Anda?”, tanya seorang warga desa Shi Basan sewaktu menyambut Xi di rumahnya. “Saya adalah seorang pelayan rakyat,” kata Xi memperkenalkan diri.

Dalam kiprah politiknya selama lima dekade, Xi berkembang dari seorang Ketua partai di jenjang akar rumput menjadi Ketua CPC, dari seorang warga biasa menjadi presiden Tiongkok, dari petugas militer biasa menjadi Ketua Komisi Militer Pusat. Seluruh perjalanan ini ditempuh Xi sambil memegang komitmen untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi warga Tiongkok.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini