Permintaan Meningkat, CLEO Catatkan Penjualan Rp307,7 Miliar di Kuartal I-2022

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Sariguna Primatirta Tbk (Tanobel Group) emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan IDX ticker code: CLEO:IJ, mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 30% mencapai Rp307,7 miliar pada Kuartal I-2022. Peningkatan tersebut didorong oleh performa CLEO yang terus meningkat baik kualitas produk maupun kualitas pelayanan sehingga Perseroan mampu mempertahankan eksistensinya hingga saat ini.

Melisa Patricia selaku Wakil Direktur Utama CLEO mengatakan, “Kami bangga bahwa hingga saat ini, CLEO masih dapat menjaga eksistensinya bahkan menjadi salah satu pilihan air minum dalam kemasan bagi masyarakat Indonesia. Dibuktikan dengan Perseroan yang juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp45,8 miliar atau meningkat 9% di Kuartal I-2022. Kenaikan ini tidak terlepas dari prospek AMDK yang terus bergeliat, ditambah dengan lonjakan permintaan air minum pada momentum saat ini. Oleh karena itu, kami berkomitmen akan terus menambah pabrik dan kapasitas produksi agar CLEO dapat terus memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Indonesia”.

CLEO mempunyai dua produk yang ditawarkan kepada masyarakat yaitu botol dan non-botol. Melihat pertumbuhan AMDK yang positif, produk non-botol CLEO masih menjadi kontributor utama bagi penjualan CLEO, yaitu sebesar 51% pada Kuartal-I 2022. Sementara kontribusi penjualan pada segmen botol meningkat menjadi 48% pada Kuartal-I 2022 dibandingkan tahun lalu yaitu 41%.

Terus Kembangkan Pabrik, Laba CLEO Naik 36,1% Sepanjang 2021

Sebagai produsen air minum dalam kemasan (AMDK) pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat food safety management ISO 22000:2005, CLEO terus melakukan penambahan pabrik baru di luar wilayah Jawa, yaitu Sumatera dan Kalimantan. Masing-masing pabrik tersebut diproyeksikan berkapasitas hingga 100 juta liter per tahun. Aksi korporasi tersebut sejalan dengan tingginya permintaan air kemasan dan sebagai antisipasi Perseroan atas lonjakan permintaan tersebut.

Hingga saat ini, CLEO telah memiliki 27 pabrik pengolahan AMDK ditambah dengan 3 pabrik lainnya yang diproyeksikan akan selesai di tahun 2022. Perseroan memiliki jaringan distribusi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, diantaranya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua dengan total jaringan sebanyak 200 distributor internal dan 1.515 total distributor eksternal.

“Melihat prospek yang cerah dan terus meningkatnya permintaan akan air minum, ke depan kami tidak hanya menambah pabrik dan kapasitas melainkan menambah jaringan distribusi CLEO baik distributor internal maupun eksternal. Diharapkan dengan semakin tersebarnya produk dan jaringan distribusi CLEO, dapat menambah semakin banyaknya market share Perseroan dan dapat memberikan CLEO untuk terus mencari peluang baru sehingga Perseroan optimis dapat memberikan kinerja lebih baik lagi hingga akhir tahun ini,” tutup Melisa.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini