13 Negara Ungkap Perubahan yang Digerakkan Generasi Z dan Paling Menguasai Teknologi Digital Terhadap Praktik Bisnis

Generasi Z

BISNISASIA.CO.ID, SINGAPURA – Demi mencapai pertumbuhan dan kesuksesan hingga 2030, perusahaan harus mulai memahami gaya hidup, berbelanja, dan pola keuangan Generasi Z atau Zoomers (konsumen berusia 16-24 tahun) saat ini—dan, menerima fakta bahwa generasi ini sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Kelompok demografi ini, tak pernah mengenal kehidupan tanpa internet dan ponsel pintar, kini merupakan kelompok penduduk terbesar di bumi, jumlahnya hampir mencapai 2,5 miliar, bahkan melampaui jumlah generasi Milenial pada 2019.

Thunes, platform pembayaran global, melakukan studi global tentang Zoomer, dan mempelajari pilihan mereka ketika berbelanja, bersosialisasi, dan melakukan pembayaran. Thunes mewawancarai 6.500 orang yang berusia 16-24 tahun di 13 negara-negara maju dan berkembang.

CEO, Thunes, Peter De Caluwe, berkata: “Sebagian besar orang memiliki pemahaman yang keliru dan tidak memperhatikan Generasi Z. Generasi Z menganggap “koneksi internet lewat jaringan telepon” dan “desktop” sebagai hal-hal yang ketinggalan zaman. Mereka tak hanya “mengutamakan teknologi seluler”, namun benar-benar menjalani kehidupan dengan aplikasi seluler, media sosial, platform digital, dan seterusnya—metaverse. Kita harus mempertimbangkan generasi ini dalam rencana pendapatan dan strategis banyak perusahaan—khususnya perusahaan yang mengandalkan pertumbuhan pesat—yang bergantung pada Generasi Z.”

“Kita menyadari, media sosial merupakan unsur penting dalam keseharian Zoomer. Namun, survei kami menunjukkan, sejauh apa media sosial mendorong aktivitas belanja generasi tersebut. Unsur penting lain dalam kehidupan mereka yang ingin dieksplorasi adalah hubungan Generasi Z dengan uang, dan pilihan mereka terhadap metode pembayaran yang mengutamakan teknologi seluler. Thunes adalah perusahaan yang mendukung keberagaman metode Pembayaran. Thunes juga tengah membangun infrastruktur Pembayaran generasi baru untuk dunia. Maka, kami akan memakai temuan survei ini guna merancang fitur-fitur Pembayaran dan solusi Thunes bagi banyak perusahaan Internet,” lanjutnya.

Dompet seluler (mobile wallet) semakin marak digunakan, khususnya di pasar-pasar berkembang yang kesulitan mengakses rekening bank dan eksklusi keuangan masih lazim ditemui. Untuk itu, operator seluler telah memimpin revolusi pembayaran digital di Asia. Sementara, di Afrika, penyedia jasa telekomunikasi terkemuka juga menawarkan solusi pembayaran digital serupa.

Fres & Natural Dessert Collection Ajak Generasi Z untuk Berani Berekspresi, Penuh Percaya Diri, dan Tampil Sweet

  • Media Sosial: Pengaruh media sosial terhadap Generasi Z lebih besar ketimbang generasi lain. Delapan dari 10 Generasi Z menggunakan media sosial berkali-kali sepanjang hari. Tiga per empat Zoomer berkali-kali mengecek media sosial di pasar berkembang, sementara dua per tiga di antaranya mengaku telah membeli produk yang pertama kali dijumpai di internet. Media sosial tak hanya menjadi sarana bagi Generasi Z membelanjakan uangnya, namun juga sumber pendapatan mereka setelah opsi monetisasi konten bertambah lengkap pada TikTok, YouTube, Patreon, Clubhouse, dan Twitch.
  • Dompet Seluler dan Pengelolaan Uang: Generasi Z kurang antusias dengan produk keuangan biasa—baik rekening bank atau kartu kredit. Sebanyak 62% Generasi Z bahkan sama sekali tidak memiliki rekening bank. Sebaliknya, penggunaan dompet seluler tumbuh pesat di beberapa pasar berkembang, dan hampir 50% Zoomer kini menggunakan akun dompet seluler.
  • Berbelanja: Porsi belanja daring yang dilakukan Zoomer sedikit lebih tinggi (19%) dari biaya yang dikeluarkan mereka untuk bersosialisasi, bersantap di restoran, dan hiburan.
  • Tingkat Penggunaan Uang Tunai Menurun, Namun Belum Lenyap: Sekitar seperempat Zoomer di negara-negara Barat hampir tidak pernah menggunakan uang tunai. Namun, mata uang fisik tetap berperan penting ketika berbelanja secara luring di pasar-pasar berkembang, meski pengaruhnya berkurang. Ini tidak mengherankan dengan pilihan dan akses untuk alat keuangan digital yang dimiliki sekarang.
  • Fokus pada Merek dan UX: Salah satu aspek penggerak terpenting bagi Zoomer saat memilih metode pembelian dan pembayaran adalah tingkat kepercayaan merek (brand trust)—aspek ini bahkan menjadi faktor #1 saat mereka memilih metode pembayaran utama di tujuh negara. Inilah situasi di negara-negara Barat dan pasar berkembang. Survei menentukan pengalam pengguna sebagai faktor terpenting kedua, dan di dalam konteks dunia daring, faktor ini juga bisa memengaruhi loyalitas terhadap merek.

Dengan beralihnya masyarakat ke dunia internet, perusahaan media sosial, platform konten dan hiburan, penyedia jasa pembayaran, dan merek-merek konsumen yang berharap untuk memanfaatkan pola berbelanja daring Zoomer, harus mempertimbangkan seluruh faktor di atas.Generasi Z sangat dipengaruhi oleh pertemanan (social circle), interaksi merek di media internet, serta opsi pembayaran yang trendi, nyaman, serta tepercaya, bukan tingkat harga atau bahkan lini produk atau kelangkaan produk.

Peter De Caluwe berkata: “Jika gagal mempelajari faktor-faktor utama yang memengaruhi generasi digital Zoomer, sebuah merek yang sebelumnya sangat digemari berpotensi mengalami penurunan omzet.”(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini