Perusahaan Teknologi Asal Tiongkok In-Road Menghadirkan Solusinya untuk Pabrik Kimia di Thailand

BASF

BISNISASIA.CO.ID, SHANGHAI – Pada Maret 2022, perangkat lunak E-work Permit Management yang dikembangkan Shanghai In-Road Information Tech Co. dipasang dan diuji secara daring di lokasi pabrik BASF di Bangpakong, Thailand. E-work Permit adalah sistem perangkat lunak manajemen digital yang secara khusus dikembangkan Shanghai In-Road bagi perusahaan kimia. Pada April 2020, In-Road menandatangani kontrak kerja sama (Master Service Agreement) dengan BASF China untuk membantu tujuh pabrik BASF di Tiongkok. Kini, BASF Thailand menjadi pabrik BASF pertama di luar Tiongkok yang menggunakan In-Road System.

In-Road (http://www.in-road.com/en/) menyediakan sistem dan solusi perangkat lunak digital yang terkemuka dan mudah digunakan pelaku industri kimia. In-Road telah berkolaborasi dengan lebih dari 130 perusahaan kimia. In-Road berkomitmen membantu digitalisasi industri-industri konvensional dengan inovasi teknologinya.

Rangkaian solusi digital In-Road yang dipakai pabrik BASF China termasuk Sistem Manajemen Operasional, platform smart EHS Information Management, sistem RC Responsible Care, serta sistem Intelligent Visitor. Berkat sistem tersebut, pabrik BASF China mewujudkan manajemen operasional tervisualisasi dan standar, meningkatkan efisiensi operasional, memverifikasi kualifikasi personel, serta mengoptimalkan proses izin kerja. Dalam manajemen keamanan produk, BASF China melakukan digitalisasi atas seluruh unsur keamanan pabrik. Dalam manajemen RC, standar manajemen sistem berkaitan dengan arsip operasional harian secara daring. Berkat manajemen pengunjung pabrik (visitor management) In-Road, pengunjung BASF China pun dapat memasuki dan meninggalkan area pabrik secara lebih nyaman.

Zhijie Zhou, CEO, In-Road (http://www.in-road.com/en/), berkata, “Kami sangat gembira menyediakan sistem ini bagi BASF Thailand setelah memenuhi kebutuhan BASF China. Saya optimis, pengalaman kerja sama dengan BASF China selama dua tahun akan memperlancar layanan kami untuk BASF Thailand.”

Menurut survei Boston Consulting Group BCG 2020, 64% CEO di perusahaan kimia menilai transformasi digital sebagai isu strategis utama dalam dua tahun ke depan, bahkan lebih penting dari inovasi, mengkaji portofolio, atau menghemat biaya, dan menjaga arus kas. Survei lainnya dari E&Y pada 2020 mengungkap, 66% pemimpin industri kimia menargetkan transformasi digital berlangsung dalam tiga tahun mendatang, 31% lebih tinggi ketimbang responden yang memberikan jawaban serupa pada 2019.

Menurut riset PwC pada 2020, perusahaan kimia juga ingin berinvestasi rata-rata 5% dari pendapatan tahunannya dalam solusi operasional digital selama lima tahun mendatang, dan 75% di antaranya memprediksi digitalisasi canggih tercapai pada 2026.

Kesenjangan yang semakin lebar terjadi antara pabrik yang telah berkembang secara digital dengan pabrik yang masih berada pada tahap awal. Pabrik yang telah berkembang dengan baik menjalankan strategi transformasi digital untuk skenario penggunaan yang lebih canggih. Gartner, perusahaan riset dan konsultan TI yang paling berpengaruh di dunia, juga mengingatkan kesenjangan besar antara perusahaan kimia yang telah berkembang baik secara digital, dan perusahaan yang masih tertinggal jauh. Menurut Gartner, perusahaan-perusahaan yang ketinggalan ini berpotensi menemui kegagalan.

Di tingkat regional, pabrik-pabrik di Asia Pasifik memiliki tahap perkembangan yang lebih baik, dan melihat peluang strategis dari digitalisasi. Sementara, pabrik-pabrik di Eropa dan Amerika Utara tetap berfokus pada peningkatan operasional. Para pemuka pendapat (thought leaders) di Asia Pasifik mengemukakan manfaat utama dari digitalisasi, yakni tak hanya meningkatkan akses pasar dan pelanggan, namun juga menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi.

Zhou berkata, “Sejak pandemi global terjadi pada akhir 2019, permintaan pelanggan mengalami perubahan, rantai pasok tak lagi lancar, sedangkan, biaya tenaga kerja bertambah mahal, serta regulasi menjadi semakin ketat. Tren-tren ini menuntut aspek keberlanjutan, personalisasi, dan efisiensi yang lebih tinggi. Maka, dalam konteks tersebut, digitalisasi pada perusahaan kimia semakin mendesak.”(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini