Praktisi Public Affairs Harus Berpola Pikir Kreatif untuk Kelola Pemangku Kepentingan di Era Baru

Stakeholder Engagement in the New Era, dalam webinar Public Affairs Forum Indonesia selasa 29 Maret 2022.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap dunia sehingga berdampak signifikan dalam perkembangan dunia Public Affairs. Praktisi Public Affairs membahas topik – Stakeholder Engagement in the New Era, dalam webinar Public Affairs Forum Indonesia selasa 29 Maret 2022. Praktisi dituntut terus beradaptasi atas dinamika perubahan global yang begitu cepat. Interaksi dan membina hubungan bersama pemangku kepentingan (stakeholders) sebagai bagian penting dalam organisasi mau tidak mau ikut berubah.

Dalam forum yang dihadiri para profesional di bidang terkait Public Affairs, terungkap bahwa Keterlibatan pemangku kepentingan memiliki tantangan tersendiri bagi setiap perusahaan di Era Baru karena banyak hal yang harus disesuaikan agar tercipta efektivitas dan pengaruh yang berdampak positif, mulai dari penyusunan strategi, perencanaan, hingga pemilihan channel yang tepat untuk proses eksekusinya. Selain itu, kewajiban untuk memiliki New Mindset bagi para pemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung proses adaptasi di era baru, sehingga dapat berguna tidak hanya dalam menghadapi suatu isu atau krisis, tapi juga untuk memaksimalkan kapasitas perusahaan terutama dalam hal interaksi sesama pemangku kepentingan.”

Agung Laksamana, Ketua Public Affairs Forum Indonesia dan Executive Vice President di Freeport Indonesia, menyampaikan ,”Public Affairs harus memiliki New Mindset dalam konteks stakeholder relationships dan engagement di era baru ini. Divisi Public Affairs harus sejak awal terlibat dalam proses bisnis organisasi baik strategy, planning, execution. Jadi tidak semata stakeholders engagement atau ketika organisasi sedang ditimpa issues atau krisis saja!” Ia tambahkan lagi, ”kompetensi Public Affairs-pun harus bisa memaksimalkan platform digital untuk engaging stakeholders, karena kebiasaan (habits) para stakeholders juga sudah berubah.”

Kendala Pendanaan Dorong Milenial dan Gen Z Makin Selektif di Era Baru Properti

Di sisi lain, Nyimas Fauziah Rikani, Senior Manager Komunikasi SKK Migas, menambahkan bahwa kemampuan dan kemauan untuk mau mendengarkan harapan stakeholder juga merupakan hal yang penting dan perlu dilakukan praktisi Public Affairs dalam kesuksesan sebuah stakeholder engagement. Dengan mendengarkan, kita bisa membuat key message secara costumize sesuai yang diinginkan, dengan demikian perhatian stakeholder akan fokus.

Selain itu, Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L’Oréal dalam diskusi ini menambahkan, sebagai korporasi kita harus memiliki data analisis yang kuat terkait apa yang dibicarakan atau dipikirkan oleh stakeholder dan dengan begitu kita bisa menggunakan channel yang tepat untuk bisa engage dengan mereka .”Hanya ketika kita bisa mendengarkan dengan seksama, maka kita bisa engage dengan audiens kita” , ujar beliau

Turut hadir dalam diskusi ini, Arif Zulkifli, Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk (TEMPO) yang memberikan pandangan tentang pentingnya memberikan informasi dengan mengutamakan transparansi untuk membangun kepercayaan antar pemangku kepentingan. Daniel Rembeth, selaku Advisor to the Senior Partner, Government Relations & Public Affairs PwC Indonesia memaparkan, agar praktisi terus beradaptasi dalam semua situasi dengan memanfaatkan channel digital untuk menyampaikan pesan kepada stakeholder dan tentunya pesan tersebut harus “being honest” , Ia tambahkan.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini