Smart Axiata bermitra dengan Cloudera Guna Percepat Transisi Sebagai Perusahaan yang Berorientasi pada Data

Smart Axiata

BISNISASIA.CO.ID, SINGAPURA – Cloudera, perusahaan enterprise data cloud, hari ini mengumumkan, operator telekomunikasi Kamboja, Smart Axiata, telah memilih Cloudera guna mempercepat kinerja bisnisnya. Lewat kolaborasi ini, Smart Axiata ingin menggunakan data untuk meningkatkan layanan pelanggan, serta meluncurkan program promosi yang tepat sasaran demi memenuhi kebutuhan delapan juta pelanggannya. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Smart Axiata, yakni membangun masyarakat digital di Kamboja.

Sebagai operator telekomunikasi terkemuka, Smart Axiata menangani data masif setiap hari dengan kecepatan luar biasa. Sebelumnya, Smart Axiata memakai data lake terpisah pada data warehouse biasa. Hal ini mengakibatkan beragam kesenjangan data yang menghambat kolaborasi lintasdepartemen, menghalangi Smart Axiata untuk memanfaatkan data secara efektif. Bahkan, berbagai sarana harus dikerahkan Smart Axiata guna menangani sistem yang terpisah-pisah sehingga pemantauan berbagai alur dan asal-usul data mustahil dilakukan. Dengan dukungan Cloudera, Smart Axiata tidak lagi mengandalkan berbagai data lake dan data warehouse yang biasa. Jumlah sarana yang lebih ringkas ini mempermudah pemantauan asal-usul data. Dengan demikian, Smart Axiata dapat memantau datanya secara lebih jelas. Sarana data lake terbaru ini menjadi sumber informasi tunggal bagi seluruh aplikasi Smart Axiata, bahkan mendemokratisasi data dalam jenjang organisasi, serta memfasilitasi akses swalayan (self-serve) bagi beragam departemen.

Setelah menggunakan data lake tunggal, Smart Axiata mampu memproses data bervolume banyak, dan menghasilkan analisis yang lebih terperinci guna mewujudkan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Sebelumnya, laporan hanya dapat dibuat secara harian, namun pelaporan yang lebih mendetail kini selesai dalam hitungan jam, serta menyajikan visibilitas seketika tentang pengalaman pelanggan pada seluruh titik interaksi. Hal tersebut membantu Smart Axiata menyelesaikan setiap isu jaringan secara cepat, serta menjalankan aktivitas pemasaran seketika dan kontekstual bagi pelanggan.

OpenSignal: Pemutusan 3G Bakal Tingkatkan Pengalaman Seluler Indonesia

Kalyan Achyutuni, Chief Information Officer, Smart Axiata, berkata, “Kini, kami menggunakan satu sumber informasi tunggal bersama Cloudera. Hasilnya, Smart Axiata kini mampu melakukan banyak hal yang sebelumnya mustahil. Dengan mengandalkan data, kami memperoleh analisis konsumen 360 derajat guna meningkatkan pengalaman mereka, kinerja jaringan, dan menggerakkan inovasi. Solusi tersebut juga membantu kami ketika membuat sebuah aplikasi bagi pelanggan. Lewat aplikasi ini, pelanggan di Kamboja dapat mengelola akun dan layanan secara mudah. Aplikasi ini juga meningkatkan keahlian digital mereka. Pelanggan pun dapat menyelesaikan kendalanya sendiri, sedangkan, beban kerja staf layanan pelanggan kami berkurang 40%. Pencapaian ini menghasilkan kegiatan operasional yang lebih efisien sehingga staf dapat mengerjakan tugas lain untuk meningkatkan efisiensi atau profitabilitas.”

“Operator telekomunikasi mampu mengakses berbagai jenis sumber data, lalu mengumpulkan dan menghasilkan data yang sangat banyak. Demi memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih baik, operator telekomunikasi harus mampu mengelola dan melindungi siklus data terpadu. Lewat cara ini, analisis dapat diperoleh, dan keputusan diambil berdasarkan data. Kami berkomitmen mendukung Smart Axiata untuk terus mewujudkan potensi datanya. Dengan demikian, Smart Axiata dapat berkembang sebagai perusahaan yang berorientasi pada data, serta mempersiapkan hybrid data cloud guna memenuhi kebutuhan mendatang,” jelas Remus Lim, Theater Vice President, APAC, Cloudera.

Akses data secara independen dan mudah merupakan hal penting yang menggerakkan inovasi dan kolaborasi pada seluruh jenjang perusahaan, termasuk divisi pemasaran, teknik jaringan, dan teknologi informasi. Dengan arsitektur data terbaru, beragam kesenjangan data dapat diatasi. Sementara, kolaborasi lintasjenjang bisa terwujud sehingga perusahaan memanfaatkan data secara efektif. Hal tersebut juga memfasilitasi tata kelola data secara terpusat, dan memberikan kendali yang lebih besar dalam hal privileged access management, keamanan data, serta jumlah pengguna data. Tranformasi ini turut mengoptimalkan alokasi sumber daya perusahaan dalam mengatur dan mengelola data perusahaan.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini