Huawei Melansir Green Intelligent OptiX Network, Hadirkan Lima Solusi Berdayakan Digitalisasi Industri

Huawei Melansir Green Intelligent OptiX Network.

BISNISASIA.CO.ID, BARCELONA – Di ajang Mobile World Congress 2022 (MWC 2022), Richard Jin, Vice President, Huawei, dan President, Optical Business Product Line, melansir Green Intelligent OptiX Network bagi klien perusahaan. Solusi ini menghadirkan lima solusi berbasiskan skenario penggunaan— FTTO (Fiber To The Office), FTTM (Fiber To The Machine), Single OptiX, DC OptiX, dan Sensing OptiX—yang memberdayakan digitalisasi industri.

Solusi FTTO: Dengan mengintegrasikan keunggulan teknis produk IP dan optik, Huawei meluncurkan solusi Fiber To The Office (FTTO) guna membangun jaringan kompleks perkantoran yang ramah lingkungan dan lebih ringkas. Solusi ini memperingkas arsitektur jaringan dari tiga jenjang menjadi dua jenjang, tanpa ruang extra-low voltage (ELV). Lebih lagi, arsitektur jaringan unik P2MP menghemat investasi modul optik sebesar 50%. Di sisi lain, terminal optik mendukung fitur-fitur plug-and-play dan swap-and-play sehingga menambah efisiensi O&M sebesar 50%. Huawei juga meluncurkan OptiXstar P871E, panel ONU pertama di industri yang mendukung bandwidth 10 Gbps, serta 10G ONU OptiXstar S890H yang terkecil di industri.

Solusi FTTM: Solusi ini dapat dipakai dalam berbagai skenario, seperti di pabrik, kereta bawah tanah, tambang batubara, pelabuhan, dan jalan raya, menyediakan latensi rendah deterministik serta keandalan yang tinggi. Dengan demikian, FTTM memenuhi standar jaringan dalam skenario industri. Di pelabuhan, jaringan Fiber To The Machine (FTTM) menawarkan latensi rendah deterministik agar operator dapat mengendalikan mesin dari jarak jauh, hingga 100 km. Hal ini sangat meningkatkan efisiensi pengelolaan kontainer. FTTM juga menjamin keselamatan jaringan bawah tanah (seperti jaringan bawah tanah di tambang batubara), dan mengatasi risiko percikan listrik. Di titik sambungan, arsitektur FTTM yang inovatif dan terdistribusi hanya memakai satu kabel optik dan satu kabel listrik, menggantikan ratusan kabel pada solusi konvensional, sehingga meningkatkan efisiensi sebesar 80%.

Solusi Single OptiX: Huawei telah melansir solusi jaringan Native Hard Pipe (NHP). Solusi ini mendukung teknologi hard pipe generasi kelima yang disebut Optical Service Unit (OSU) dan kompatibel dengan Pulse Code Modulation (PCM), Synchronous Digital Hierarchy (SDH), Optical Transport Network (OTN), serta teknologi hard pipe lainnya. Jaringan NHP mengintegrasikan transmisi dan jaringan akses untuk pertama kalinya. Lewat integrasi ini, teknologi pass-throughOSU memastikan isolasi fisik E2E dan tingkat keandalan layanan. Teknologi tersebut memiliki beragam prospek aplikasi di skenario kelistrikan dan kereta bawah tanah. Dengan memperpanjang hard pipe ke arah bawah guna mengakses jaringan, kombinasi otomatisasi distribusi listrik dengan inspeksi cerdas dapat terwujud, atau perpaduan sistem informasi penumpang kereta perkotaan dengan sistem pembayaran tiket otomatis dalam satu jaringan, sehingga meningkatkan keandalan dan efisiensi.

Bos Huawei 5G+XR Ubah Imajinasi Menjadi Realitas

Solusi DC OptiX: Menggabungkan keunggulan produk penyimpanan data dan komunikasi optik, Huawei merilis solusi Storage-Optical Connection Coordination (SOCC). Solusi ini menggunakan jaringan optik untuk mendeteksi kerusakan sambungan dan mewujudkan pergantian jalur optik dalam lima milidetik. Lebih lagi, SOCC dapat memantau network jitter secara seketika, dan mengirim notifikasi pada perangkat penyimpanan data. Solusi ini juga melakukan pergantian kanal I/O dalam satu detik, meniadakan data loss dan sangat meningkatkan keandalan jaringan. Huawei pun memperbesar kapasitas sistem Data Center Interconnect (DCI) dari 88 Tbps menjadi 96 Tbps per serat optik sehingga menekan biaya penyewaan serat optik dan menambah efisiensi operasional bagi klien.

Solusi Sensing OptiX: Berpengalaman selama 30 tahun dalam inovasi teknologi optik dan aplikasinya, Huawei meluncurkan produk optical sensing pertama—OptiXsense EF3000. Produk ini dikembangkan berdasarkan riset tentang algoritma intelligent sensing. OptiXsense EF3000 banyak dipakai pada jalur migas, membantu perusahaan membangun metode inspeksi baru tanpa kunjungan ke lokasi. Hasilnya, tingkat identifikasi insiden ancaman di jalur migas mencapai 97%. Xu Xiaoliang, Director, Optical Fiber Affairs Dept, Shandong Jihua Gas, berkata, “Jihua telah melakukan uji teknis di lapangan dengan menggunakan produk optical sensing Huawei. Tes ini membuktikan tingkat akurasi laporan yang jauh lebih baik ketimbang industri. Mengandalkan proyek kerja sama ini, kami akan terus mengumpulkan dan memperbarui sampel di lapangan untuk mengidentifikasi sebanyak-banyaknya jenis insiden, mempelajari algoritma pemindaian yang lebih akurat, dan memberikan jaminan teknis yang lebih efisien dalam manajemen keselamatan di industri migas.”

MWC 2022 berlangsung dari 28 Februari hingga 3 Maret di Barcelona, Spanyol. Huawei akan memamerkan berbagai produk dan solusi dalam segmen korporat di Stan 1H50, Hall 1, Fira Gran Via.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini