Suplai Rumah Seken Dijual Naik Drastis Awal 2022, Sektor Properti Kembali Menguat

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Sinyal positif akan perbaikan sektor properti di Tanah Air terus terlihat, salah satunya adalah dari tren pasar rumah seken. Data internal yang disajikan oleh tim analis Rumah123.com berhasil menyajikan fakta unik yang didukung dengan statistik paling akurat, berbekal market share 99 Group yang membawahi Rumah123.com dan 99.co, yang mencapai lebih dari 70 persen property e-commerce di Indonesia.

Sebagai laporan pasar properti jenis rumah seken, Flash Report senantiasa menghadirkan update data paling komprehensif dan mudah dipahami oleh publik. Baik media, profesional real estate, developers, agen, hingga para pebisnis properti, dapat menemukan informasi menarik di setiap edisi Flash Report Rumah123.com.

Mengawali tahun Macan Air ini, kenaikan harga pasaran untuk tipe secondary listing rumah tapak terbilang cukup tipis di angka 0,1 persen, dengan suplai yang merangkak 4,5 persen dibanding periode Desember 2021. Pergeseran rentang waktu secara tahunan atau year-on-year juga memperlihatkan kenaikan harga rumah seken sebesar 3,5 persen dengan komparasi ke Januari tahun lalu.

Sama seperti edisi sebelumnya sampel kota besar yang dijadikan referensi di Flash Report kali ini tersebar di Jawa, Sumatera, Bali, hingga Sulawesi. Dari 13 kota yang diamati, 12 di antaranya mengalami peningkatan harga year-on-year, dengan Kota Medan memimpin sebagai daerah dengan kenaikan harga rumah tertinggi yakni 15,6 persen.

Landmark Residence Gandeng 99 Group Pasarkan Mahakarya Terbarunya

Deputy CEO 99 Group Wasudewan, memaparkan, “Naiknya harga di Kota Medan yang cukup signifikan pada Januari 2022 ini, beserta area lainnya yang kami pantau, berhasil menunjukkan fase pemulihan dan kebangkita industri properti yang sedang berlangsung.”

Di Jabodetabek secara month-on-month, Jakarta, Depok, dan Bogor mengalami kenaikan harga sebesar 0,4%, 0,6%, dan 0,7% berurutan. Sementara itu, dua daerah favorit para pencari properti, Tangerang dan Bekasi, justru mengalami penurunan harga sebesar 0,3% dan 0,2% berurutan.

Untuk kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa, secara month-on-month, harga rumah seken di Bandung dan Surabaya bertumbuh 0,2% dan 0,1% berurutan. Sementara harga di Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta turun 0,4%, 1,8%, dan 0,5% berurutan.

Volume suplai rumah seken meningkat 4,6% di Januari 2022 dari Desember 2021, menurut Indeks Suplai Rumah Seken di Rumah123.com. Namun jika dilihat dari perbandingan antara tahun ke tahun, volume suplai 16,3 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Januari 2021.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini