Unika Atma Jaya Targetkan 50 Ribu Vaksin Booster untuk Masyarakat

Ilustrasi

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya kembali menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan berupa pemberian vaksin booster dengan menargetkan 50 ribu warga Indonesia dengan prioritas kelompok lansia, dan mereka yang rentan atau immunocompromised serta warga disekitar lokasi dekat sentra vaksinasi.

Direncanakan Kardinal Ignatius Suharyo, Rektor Unika Atma Jaya, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta/Tangerang akan hadir di Sentra Vaksinasi yang dipusatkan di kampus Semanggi. Selain itu juga dihadiri para jajaran pimpinan kampus yang berdiri sejak 1960.

Kardinal dan rektor akan menyempatkan diri hadir dan berdialog dengan masyarakat penerima vaksin booster. Sekaligus meninjau kesigapan tenaga medis dan kelengkapan fasilitas pengadaan vaksin.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Indonesia ini menjelaskan vaksin bukanlah sarana penyembuhan ajaib, namun vaksin merupakan upaya manusia untuk menyelesaikan masalah pandemi yang dihadapi. Sekaligus sebagai solusi yang paling masuk akal untuk melakukan pencegahan penyakit.

“Pandemi adalah tantangan kemanusiaan yang harus dijawab dengan perspektif kemanusiaan juga. “Semua dilayani tanpa ada diskriminasi. Vaksin merupakan bagian dari upaya manusia dan menunjukkan komitmen kemanusiaan terhadap pencegahan penyakit dan pembentukan imunisasi masyarakat, “ kata Kardinal Suharyo seperti dikutip dari kaj.or.id

Hal tersebut senada dengan program pemerintah Indonesia, vaksin booster menyasar kepada Lansia yang serentak dilakukan di seluruh kabupaten/kota. Sementara sasaran non Lansia dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%.

Unika Atma Jaya Duduki Peringkat Ke-3 Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia

Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang mengapresiasi pemberian vaksin booster kepada masyarakat. Hal tersebut menunjukkan komitmen kepedulian sebagai sesama anggota masyarakat.

Vaksinasi booster penting bagi seluruh rakyat Indonesia diberikan sebagai komitmen dari pemerintah untuk melindungi seluruh masyaraka dari ancaman Covid-19 dan termasuk varian-varian barunya.

Program vaksin booster merupakan upaya lanjutan dari vaksinasi primer (dosis 1 dan 2). Vaksinasi booster ialah upaya mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun di populasi yang ditemukan berdasarkan hasil sero survei.

Sementara itu Rektor Unika Atma Jaya, Dr. A Prasetyantoko mengatakan Sentra Vaksinasi Atma Jaya ber-Daya (SVA-DAYA),sebagai salah satu komponen masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pembentukan herd community yang sangat dibutuhkan dalam mengakhiri pandemi Covid-19.

Melalui pemberian vaksin booster diharapkan masyarakat memiliki kemampuan ketahanan Kesehatan yang cukup sehingga aktivitas sosial ekonomi dan pembangunan bisa kembali berjalan dengan baik meski dalam kondisi new normal.

SVA-DAYA menjadi salah satu program yang telah dipercaya oleh pemerintah yang diselenggarakan oleh Komunitas Atma Jaya mulai dari 24 Januari 2022 sampai 17 Februari 2022.

Waspada Penyebaran Omicron, NeoClinic Luncurkan Immune Booster Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Pelaksanaan vaksin booster dilakukan di tiga kampus Unika Atma Jaya, yakni Kampus 1 Semanggi, Kampus 2 Pluit, dan Kampus 3 BSD. Vaksin booster dibagikan bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas yaitu kelompok lanjut usia dan penderita immunocompromised/imunokompromais.

Ketua Ikatan Alumni Unika Atma Jaya, dr Gahrani Chen, SPOG menyebut bahwa vaksinasi adalah perjuangan bangsa dalam situasi pandemi. Dengan semangat “Untuk Tuhan dan Tanah Air, Iluni UAJ hadir kembali menjadi motor penggerak utama program vaksinasi dari Komunitas Atma Jaya.

Sebelumnya Atma Jaya telah berhasil memberikan vaksinasi kepada masyarakat sebanyak 75 ribu orang berupa vaksin dosis satu dan dosis dua di Kawasan Jakarta dan Tangerang pada awal tahun 2021.

Syarat dan ketentuan vaksin booster dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi Peduli Lindungi, berusia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya. Warga yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin booster akan mendapatkan tiket elektronik di aplikasi PeduliLindungi.

Calon penerima bisa datang untuk menerima vaksin dengan melakukan pendaftaran lebih dulu melalui situs https://prosehat.com/vaksinboosteratma.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini