Allianz Indonesia Beberkan Tips Persiapan Keuangan untuk Persalinan Buah Hati

Pregnant concept. Happy couple show the scan of their baby and laptop. father and mother are holding the baby ultrasound photo.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia, Allianz Indonesia senantiasa menjalankan kegiatan edukasi literasi keuangan bagi keluarga Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di setiap langkah kehidupan. Upaya ini terwujudkan melalui webinar bertajuk “Persalinan Nyaman, Keuangan Keluarga Aman” yang diselenggarakan Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli bersama dengan Nova.id baru-baru ini.

Di tengah tantangan dan ketidakpastian masa pandemi, stabilitas finansial menjadi hal yang penting khususnya bagi para keluarga muda yang sedang menunggu kehadiran sang buah hati. Selain kesiapan mental dan emosional, persiapan keuangan menjadi faktor utama yang seringkali luput dari perhatian para calon orang tua. Sebagai negara yang memiliki laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25% (Sensus Badan Pusat Statisik & Kementerian Dalam Negeri, 2020), masyarakat Indonesia perlu mulai menerapkan prinsip-prinsip perencanaan keuangan yang baik untuk menghindari kesulitan keuangan dalam menyambut sang buah hati.

Bianto Surodjo, Business Director Allianz Life Indonesia, menyatakan bahwa agar keuangan rumah tangga tetap stabil, calon orang tua dapat mulai menabung dan mempersiapkan dana darurat sedini mungkin. Dengan begitu, ketika terjadi suatu hal di luar rencana, maka rumah tangga tidak akan mengalami kesulitan keuangan.

“Sekarang ladang untuk berutang itu banyak. Namun, ini tentu tidak akan menyelamatkan keuangan selamanya. Para orang tua atau calon orang tua perlu melakukan perencanaan keuangan yang matang dan mengalokasikan dana ke asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan bagi keluarga untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan atau di luar rencana,” lanjut Bianto.

Pesan tersebut disampaikan dalam webinar “Persalinan Nyaman, Keuangan Keluarga Aman” yang dibuka oleh Yulianta Ramelan, Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta diisi oleh Bidan Novelita Damanik, Founder Metode Melahirkan Tiup-Tiup.

Menyambut kehadiran buah hati, terutama untuk keluarga muda, memang tidak lepas dari berbagai tantangan. Selain tantangan finansial, kurangnya edukasi tentang kesehatan calon ibu dan bayi turut menjadi sebuah kekhawatiran. “Masih banyak pasangan muda yang mengabaikan pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan. Selain itu, pada masa kehamilan, masih banyak pasangan yang tidak rutin memeriksakan kondisi janin. Akibatnya, ibu tidak memahami kondisi dan kesiapan fisiknya untuk hamil. Kondisi janin yang dikandung pun tidak terkontrol,” ujar Bidan Novelita Damanik.

Allianz Indonesia Gelar Diskusi Survival Asuransi & Media di Tengah Pandemi serta Outlook 2022

Rendahnya tingkat pengetahuan para calon ibu dan calon ayah seputar kondisi kesehatan dan kehamilan menjadi salah satu penyebab banyaknya calon orang tua yang mudah memercayai informasi yang belum tentu benar dan akurat di media sosial. Menurut Bidan Novelita Damanik, para calon ibu juga menggali informasi berdasarkan testimoni atau pengalaman mengandung ibu lainnya. Padahal, tidak semua ibu memiliki kondisi fisik dan kehamilan yang sama.

“Sebagai contoh, soal pilihan melahirkan. Banyak ibu mendengar tentang sakitnya melahirkan normal sehingga memilih persalinan caesar tanpa konteks. Maksudnya, mereka memilih persalinan tersebut tanpa adanya indikasi komplikasi atau rekomendasi dokter,” imbuhnya.

Tentunya, proses persiapan kehadiran sang buah hati yang dapat dilakukan calon orang tua tidak harus dilakukan dengan biaya yang mahal. Terdapat banyak pilihan fasilitas kesehatan (faskes) yang dapat disesuaikan dengan ketersediaan finansial pasangan. Tidak hanya rumah sakit, pasangan juga dapat berkunjung ke klinik bidan dan puskesmas sehingga calon ibu juga dapat berkonsultasi dengan nyaman untuk memantau kesehatan diri dan janin.

Persiapan dan dukungan finansial yang matang kembali menjadi penting sebagai landasan rasa tenang atau peace of mind bagi para calon ibu yang akan turut memengaruhi kesehatan mental dan fisik selama kehamilan. Sebagai salah satu bagian dari rencana keuangan masa depan yang matang, para calon orang tua dapat mempertimbangkan asuransi jiwa dan kesehatan.

“Bila sumber dana terbatas, asuransi jiwa dapat diprioritaskan untuk anggota keluarga yang bekerja sebagai pencari nafkah utama terlebih dahulu. Sementara asuransi kesehatan bisa diberikan kepada seluruh anggota keluarga, sehingga keuangan tidak kesulitan ketika terkena musibah yang tidak diinginkan,” tutup Bianto menjawab pertanyaan peserta.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini