Tim HKU Berhasil Kembangkan Baja Antikarat Pertama dengan Fitur Anti-Covid-19

Ilustrasi (Foto: pixabay)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Tim proyek pimpinan Profesor Mingxin HUANG, Program Studi Ilmu Teknik Mesin, Fakultas Teknik, University of Hong Kong (HKU), berkolaborasi dengan tim riset Profesor Leo Lit Man POON di Centre for Immunity and Infection, Fakultas Ilmu Kedokteran, HKU, dan berhasil membuat terobosan penting. Kedua tim ini mengembangkan baja anti karat bersifat anti-Covid-19 yang mampu membunuh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2) pada permukaannya. Baja antikarat yang dikembangkan ini juga dapat membunuh virus H1N1 dan E.coli.

Temuan ini diterbitkan Chemical Engineering Journal pada 25 November 2021 melalui karya ilmiah berjudul “Anti-pathogen stainless steel combating Covid-19”.

Baja antikarat termasuk salah satu material yang banyak digunakan di kawasan umum dan fasilitas higiene, namun tidak memiliki sifat antimikrob. Di sisi lain, SARS-CoV-2 ternyata lebih stabil ketika melekat pada permukaan baja antikarat biasa, bahkan virus yang hidup masih dapat terdeteksi setelah tiga hari. Maka, hal ini dapat menimbulkan risiko penularan virus yang tinggi antara pengguna fasilitas di kawasan yang banyak menggunakan baja antikarat.

“Lewat terobosan terkini, mikrob patogen (khususnya SARS-CoV-2) dapat dibunuh pada lapisan baja antikarat. Hal ini terwujud berkat penyempurnaan komposisi kimia dan struktur mikro pada baja antikarat biasa. Terobosan tersebut juga menyajikan poin menarik tentang Ag dan Cu sebagai unsur pendukung dalam pembuatan baja antikarat dengan fitur antipatogen (Gambar 1~3). Virus-virus patogen seperti H1N1 dan SARS-CoV-2 ternyata lebih stabil saat melekat pada permukaan baja antikarat dengan Ag murni dan kadar Cu rendah (misalnya, ≤ 5wt%). Namun, virus-virus ini terbunuh jika melekat pada permukaan baja antikarat dengan kadar Cu murni dan kadar Cu tinggi (misalnya, ≥ 10 wt%),” jelas Profesor Mingxin Huang.

Hak paten (jenis Patent Cooperation Treaty/PCT) telah diajukan atas temuan riset ini. Tim riset juga berkoordinasi dengan mitra-mitra industri untuk membuat purwarupa dalam bentuk produk baja antikarat yang dipakai di fasilitas umum, seperti tombol lift, tombol pintu, dan pegangan tangga. Purwarupa ini kelak dites dan diuji coba secara lebih lanjut. Pada tahap demonstrasi awal, “floor button” pada lift berhasil diproduksi dengan baja antikarat yang memiliki kadar Cu tinggi (20 wt%).

“Kadar Cu dalam jumlah banyak secara permanen terdapat pada matriks baja antikarat. Dengan demikian, baja antikarat dengan sifat anti-Covid-19 mampu membunuh mikrob patogen, bahkan saat permukaannya mengalami kerusakan permanen,” kata Litao LIU, penulis pertama dari artikel yang diterbitkan jurnal tersebut, serta mahasiswa doktoral yang dibimbing Profesor Huang.

“Baja antikarat dengan fitur anti-Covid-19 dapat diproduksi secara massal dengan teknologi yang telah berkembang dengan baik. Produk ini berpotensi menggantikan produk baja antikarat yang kerap disentuh manusia pada area publik. Tujuannya adalah mengurangi risiko penularan yang tak disengaja, dan mengatasi pandemi Covid-19,” lanjut Profesor Huang.(BA-06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here