Red Hat Perkuat Fondasi Transformasi Multicloud dan Inovasi Hybrid dengan Red Hat Enterprise Linux

Red Hat Enterprise Linux

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan ketersediaan Red Hat Enterprise Linux 8.5, versi terbaru dari platform Linux enterprise terdepan di dunia.

Red Hat Enterprise Linux menawarkan open operating system yang umum dan mampu menjangkau berbagai cloud, operasional pusat data tradisional, hingga ke edge.

Platform ini memungkinkan tim IT mengandalkan skill yang ada, sementara mereka menggunakan kapabilitas yang baru dan lebih hebat untuk mengembangkan aplikasi dan layanan yang transformatif, yang dibutuhkan oleh bisnis mereka, di manapun workload ini dijalankan.

Menurut riset terbaru, perusahaan-perusahaan kini menyadari bahwa penggunaan public cloud secara eksklusif tidak feasible secara ekonomi pada jangka panjang.

Pada saat yang sama, Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2026, “pengeluaran untuk public cloud akan melebihi 45 persen dari semua pengeluaran IT enterprise, naik dari hampir 17 persen pada tahun 2021.”

Red Hat Perkuat Fondasi Transformasi Multicloud dan Inovasi Hybrid dengan Red Hat Enterprise Linux

Red Hat telah lama memimpin jagad hybrid multicloud, di mana konsumen bisa mewujudkan visi aplikasi apapun dan di manapun, dengan memilih lingkungan dan teknologi yang tepat, yang dibangun di atas fondasi yang fleksibel dan lebih konsisten. Ini menjadikan fondasi umum Linux, yang dirancang untuk pusat data tradisional dan untuk menangani kerumitan penggunaan multicloud dan komputasi edge, menjadi sebuah kebutuhan dalam transformasi digital. Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 8.5 menawarkan backbone ini.

Sebab platform ini dibangun berdasarkan kepakaran Red Hat dalam teknologi Linux, yang selama lebih dari 20 tahun telah mengembangkan platform inovatif yang dipakai oleh provider public cloud, berbagai arsitektur hardware, lingkungan virtual, dan model komputasi edge. Update pada platform ini akan memperluas layanan Red Hat Insights, membangun kapabiltas pengelolaan container yang sudah ada, dan memudahkan tim IT untuk menyusun sistem dengan workload yang spesifik, di mana pun mereka berada di jagad multicloud.

Mengatasi Pemasangan yang Rumit

Red Hat Insights, layanan analisis prediktif dari Red Hat yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki potensi masalah pada sistem, kini tersedia by default di hampir semua layanan berlangganan Red Hat Enterprise Linux. Dengan peluncuran Red Hat Enterprise Linux 8.5, Red Hat menambahkan kapabilitas baru seputar vulnerability, compliance, dan remediasi pada Red Hat Insights. Penambahan ini akan membantu perusahaan menjadi lebih efektif dalam mengelola lingkungan Red Hat Enterprise Linux di lingkungan multicloud dan hybrid cloud apapun, meskipun itu menyangkut skenario security atau compliance.

Memperkuat inovasi container

Container adalah komponen penting dalam implementasi DevOps modern, yang merupakan kunci dalam pengadopsian strategi multicloud dan hybrid cloud. Red Hat Enterprise Linux 8.5 melanjutkan kepemimpinan Red Hat dalam pembuatan aplikasi yang containerized sehingga lebih mudah digunakan dan dikelola dengan:

  • Kreasi gambar yang lebih cepat dengan rootless OverlayFS
  • Dukungan penuh untuk containerized Podman dalam sistem continuous integration/continuous development (CI/CD) serta lingkungan operasional lain.
  • Native integration dengan cgroup2 untuk pemanfaatan sumber daya yang lebih baik
  • Verifikasi image signature dengan container secara default, yang memverifikasi keaslian gambar di container saat instalasi dan mengonfirmasi bahwa gambar diambil dari Red Hat Container Registry dan belum dirusak sejak ditandai.

Menyederhanakan operasional multicloud

Saat lingkungan IT modern tersebar di beberapa public cloud, lingkungan virtual, private cloud, on-premise server dan perangkat edge, pengalaman operasional IT menjadi lebih kompleks.

IDC & Red Hat: Pelatihan TI yang Konsisten Bisa Tingkatkan ROI

Untuk membantu mengatasi kerumitan ini dan memperluas keterampilan tim operasional IT, baik yang baru maupun senior, Red Hat Enterprise Linux 8.5 kini mendukung system role baru di Red Hat Enterprise Linux. System role adalah konfigurasi preset dalam sistem Red Hat Enterprise Linux, yang memungkinkan tim IT mendukung workload spesifik dari cloud hingga edge, dengan lebih mudah dan cepat. Red Hat Enterprise Linux 8.5 kini meliputi:

  • System role dalam Red Hat Enterprise Linux untuk Microsoft SQL Server yang memudahkan administrator IT dan database untuk menginstal, melakukan konfigurasi dan menyesuaikan SQL Server secara otomatis menurut kebutuhan spesifik mereka.
  • System role Red Hat Enterprise Linux untuk virtual private networking (VPN) yang membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengonfigurasi VPN tunnels, meningkatkan konsistensi dan mengurangi risiko kesalahan konfigurasi, yang bisa menjadi faktor umum dalam insiden keamanan IT.
  • System role Red Hat Enterprise Linux untuk Postfix yang mengotomatisasi dan melakukan standarisasi konfigurasi untuk Postfix mail servers, menghindari langkah-langkah manual sambil tetap bisa melakukan kustomisasi.

Di luar kemampuan penting ini, Red Hat Enterprise Linux 8.5 juga sudah mendukung OpenJDK 17 dan .NET 6 yang tersedia bagi developer yang ingin memodernisasi dan mengembangkan aplikasi generasi terbaru. Konsol web Red Hat Enterprise Linux juga sudah semakin ditingkatkan, memungkinkan untuk mengelola operasional live kernel patching dan mengelola kinerja keseluruhan. Akhirnya, peningkatan pada Image Builder untuk memberikan dukungan yang lebih lengkap dalam menciptakan gambar Red Hat Enterprise Linux pada bare metal untuk pengaplikasian edge dan untuk menyusun gambar yang memiliki sistem file yang jelas agar memenuhi standar internal khusus yang ditetapkan oleh perusahaan dan memenuhi security compliance.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini