Alpha Testing program Smart Tourism, Jelajah Destinasi Edukatif berbasis Aplikasi Virtual Touree.id

Tim tengah membuat konten untuk materi virtual tour

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Prasetiya Mulya melakukan Alpha Testing untuk program aplikasi wisata virtual touree.id.

Aplikasi tersebut merupakan salah satu luaran program Matching Fund dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara lembaga perguran tinggi dengan pihak industri melalui platform “Kedaireka”.

Program ini melibatkan beberapa pihak diantaranya mahasiswa, dosen peniliti serta staff professional S1 Pariwisata Universitas Prasetiya Mulya, PT. Ivonesia Solusi Data (Ivosights) serta warga dan pemerintah daerah Desa Batuan.

Desa Batuan adalah sebuah desa wisata yang kaya dengan atraksi budaya dan nilai historis di kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali. Desa ini berlokasi dekat dengan destinasi wisata Ubud di Bali.

Desa dengan dataran rendah seluas wilayah kurang lebih 410 Ha. Adapun batas wilayah desa Batuan adalah desa Batuan Kaler di Utara, desa Sukawati di Selatan, desa Singapadu di Barat, desa Petanu di Timur.

Agoda Bantu Konsumen Berwisata dengan Serangkaian Produk Baru

Desa Batuan dikenal sebagai surganya para pelaku seni lukis, ukir, dan tari. Kesenian khas ini sudah diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi.

Sebagaimana yang termaktub dalam sebuah prasasti, kesenian ini berlangsung selama ribuan tahun lamanya. Prasasti tersebut memuat tentang tugas dan mimpi para pelaku seni desa Batuan guna menerjemahkan keindahan melalui imajinasi.

Ivosights adalah perusahaan startup di bidang IT asal Indonesia, yang menggunakan data sebagai dasar untuk menyediakan solusi yang diperuntukan untuk institusi, brand atau perusahaan.

Tujuannya adalah menciptakan platform yang terintegrasi yang memfokuskan pada interaction, customer engagement, dan customer journey.

Universitas Prasetiya Mulya, melalui Program Studi Pariwisata, turut berusaha untuk berkontribusi mengatasi kondisi saat ini.

Salah satunya adalah mencari ide-ide inovatif yang diajarkan kepada mahasiswa agar bersama-sama memikirkan alternativ solusi untuk memperbaiki sektor pariwisata.

Ketua Tim Touree , Peni Zulandari Suroto MM menyatakan,  Touree.id  lahir dari kepedulian atas kondisi pariwisata Indonesia yang terpuruk akibat pandemi.

“Terinspirasi dari kata touree, merupakan istilah untuk menggambarkan penerimaan warga lokal akan kehadiran tamunya. Hubungan yang baik antara keduanya adalah pondasi dari terciptanya pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Peni kepada wartawan, Sabtu (18/12/2021).

Secara jangka panjang, kata dia  touree.id diharapkan dapat digunakan oleh pemandu wisata, perusahaan tour travel (agensi perjalanan), perusahaan akomodasi (hotel, homestay, guesthouse, dan lainnya), serta pengelola atraksi wisata (museum, taman, situs warisan budaya, situs bersejarah, dan lainnya).

Kisah Viral Susu Mbok Darmi, dari Kantin Kampus Kini Miliki 36 Outlet dan 130 Karyawan

Jelajah Destinasi Edukatif ini menggabungkan beberapa elemen seperti narasi, seniman dan UMKM setempat.

Narasi yang diciptakan menjadi roh pembimbing bagi peserta selama berwisata secara virtual.

Seniman sebagai narasumber workshop membagikan pengetahuan seni yang sudah di wariskan secara turun menurun.

Pelaku UMKM di wilayah Desa Batuan juga ikut merasakan dampak dari diadakan program wisata virtual seperti ini, dimana produk-produk seperti makanan khas, material workshop kriya di distribusikan kepada para peserta tur untuk melengkapi pengalaman berwisata.

“Adanya kegiatan wisata maya ini diharapkan dapat menjaga animo positif wisatawan untuk berwisata ke desa Batuan suatu saat nanti, dan tentunya juga memberikan sarana bagi para seniman, pelaku pariwisata, dan masyarakat desa Batuan untuk tetap berkarya” ujar Ari Anggara S.Pd., M.Sc., Kepala Desa Batuan.

Perwakilan dari dunia industri,  CEO Ivosights, Elga Yulwardian , M.M., M.Buss IT. Menyatakan sangat bangga bisa ikut bergabung, karena proyek wisata maya ini adalah wujud nyata upaya untuk membangun kembali sektor pariwisata.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak kerugian bagi sektor pariwisata dunia, termasuk di Indonesia.  Menurut Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), hingga akhir tahun 2020, total kerugian sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 dibarengi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar mencapai triliunan rupiah.

Pandemi ini juga memaksa semua orang untuk membatasi mobilitas, termasuk mobilitas untuk berwisata. Semua orang dipaksa untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Wisata bisnis, wisata leisure, dan wisata edukasi pun juga terpaksa untuk ditiadakan, padahal ketiganya merupakan kontributor terbesar bagi sektor pariwisata. Sehingga wisata virtual menjadi salah satu alternatif solusinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here