Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya Mengolah Rasa Melalui Event Berbasis Budaya dan Kesenian

UOM1
Universitas Prasetiya Mulya

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Tujuan pendidikan bukan hanya menghasilkan generasi muda yang cerdas, berpengetahuan, dan terampil, melainkan juga berkarakter baik dan berbudi luhur.

Pengembangan karakter menjadi unsur yang sangat penting dalam pendidikan. Salah satu cara yang baik dalam menumbuhkembangkan karakter ini yaitu melalui kebudayaan.

Seperti halnya Indonesia yang memiliki keragaman budaya dengan 1.340 suku bangsanya, Universitas Prasetiya Mulya juga melandaskan seluruh pergerakannya atas keragaman.

Keragaman dan keluhuran budaya itu dapat membantu pembentukan karakter mahasiswa Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, terutama dalam menginternalisasi budaya dan nilai CHAIN, melalui sebuah kegiatan dengan pendekatan emosional dan olah rasa.

Oleh karena itu, Divisi Pengembangan Karakter Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya menginisiasi kegiatan seni dan budaya yang dinamakan “Ragam”. Pada tahun ini “Ragam” akan mengangkat kesenian kesusastraan dengan judul acara Prasmul Punya Kata, yang membawa pesan nilai non- diskriminasi.

“RAGAM merupakan event pertama di Universitas Prasetiya Mulya yang mengajak seluruh civitas Universitas Prasetiya Mulya tidak hanya mahasiswa, faculty member, dan staf, tetapi juga alumni, sehingga diharapkan gaungnya bisa memberikan dampak yang baik,” kata Antonius Puspo Kuntjoro MM, ketua pelaksana RAGAM 2021 dan Kepala UPT Pengembangan Karakter Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya dalam pers conference yang dilaksanakan secara daring Senin, 13 Desember 2021 lalu.

Kampus di Papua Barat ini Miliki Salah Satu Pelaporan Terbaik se-Indonesia

Dalam pelaksanaannya, Ragam telah melaksanakan kegiatan lokakarya kesusastraan diantaranya adalah Lokakarya Menulis Pidato, Lokakarya Menulis Cerpen, dan Lokakarya Menulis Puisi. Lokakarya Menulis Pidato dilakukan sebagai pembuka rangkaian pada kegiatan Ragam.

Lokakarya ini bekerja sama dengan Teater dan diadakan selama 2 hari yakni pada hari Sabtu & Minggu, 6-7 November 2021.

Pada hari pertama diisi oleh Bapak Yudi Latif, M.A., Ph.D. selaku Pakar Aliansi Kebangsaan, pada hari kedua diisi oleh Teater Pandora untuk belajar penguasaan diri pada saat pembacaan pidato.

Selanjutnya rangkaian kegiatan kedua adalah Lokakarya Menulis Cerpen pada hari Kamis, 11 November 2021 yang diisi oleh Bapak Dr. Ibnu Wahyudi, M.A. selaku dosen Reading & Writing Universitas Prasetiya Mulya dan Dosen Sastra di Universitas Indonesia serta seorang sastrawan di Indonesia.

Rangkaian lokakarya terakhir adalah Lokakarya Menulis Puisi yang bekerjasama dengan Wahana Kreator Nusantara dan dalam pelaksanaannya diadakan selama 3 hari pada hari Jumat-Minggu, 12-14 November 2021.

Puncak acara Ragam akan diadakan pada tanggal 14 Desember 2021 yang mengangkat tema “Relevansi dan Pentingnya Sastra Bagi Kaum Muda di Era Digital” dan mengundang Leila Chudori serta Faisal Oddang selaku penulis senior dan penulis muda.

Kerjasama sengan Perpika, KCCI Buat Program ‘Tur Kampusku di Korea, Bersama KCCI dan Perpika’

Pada puncak acara akan mengumumkan pemenang lomba dari seluruh rangkaian acara yakni Lomba Duet Pantun, Lomba Menulis & Membaca Pidato, Lomba Menulis Cerpen, dan Lomba Menulis Puisi.

Selanjutnya sebagai penutup acara, Ragam mengadakan kegiatan nonton bareng yang bekerjasama dengan Kinosaurus dalam penyajian film pendek serta mengundang sutradara film pendek sebagai pengisi acara talkshow tersebut.

“Harapan dari pelaksanaan acara Ragam ini adalah meningkatkan kesadaran seluruh civitas akademika Universitas Prasetiya Mulya untuk peka terhadap isu sosial serta toleransi terhadap keberagaman yang ada. Ragam 2021: Prasmul Punya Kata memang diselenggarakan untuk mengangkat isu sosial tersebut sehingga pelaksanaannya akan terus diselenggarakan setiap tahun dengan tema yang berbeda,” kata Puspo Kuntjoro, M.M.

Silahkan saksikan acara puncak RAGAM 2021: Prasmul Punya Kata melalui youtube live (https://youtu.be/2O7nUQg1ml0) akan ada penampilan pembacaan puisi dari Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Faculty Member, Mahasiswa STEM, Mahasiswi Doktoral, Staf dan Alumni Universitas Prasetiya Mulya.

Mengutip satu bait puisi karya Hubertus Sileteng mahasiswa S1 Computer System Engineering, Juara 1 Lomba Menulis Puisi, berjudul Petang di Sebuah Peron:

Mari sini, kuperlihatkan kau caranya menampung luka, menjadi jeda dalam cerita. Di antara bibir yang bisu dan tubuh-tubuh cemas di hadapan waktu kau hanya perlu merelakan punggungmu.

Demikianpun, kau harus menjadi singgahan yang paling tabah, sebab tak ada yang perlu kau tahu. Selama peluh-peluh keringat penjual kerupuk dan silau jam-jam tangan pada lalu Lalang itu biarkan saja angin dan sayapnya yang menyapu.

Jika ada yang perlu kau tau itu adalah bahwa kau adalah rahim dari berupa-rupa cerita yang sebentar singgah. (BA-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here