Bukalapak Umumkan Kinerja Keuangan Selama Kuartal Ketiga 2021

Bukalapak

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Bukalapak terus menunjukkan pertumbuhan yang positif; dimana Total Processing Value (TPV) selama kuartal ketiga tahun 2021 (3Q21) tumbuh sebesar 45% dan pada 9 bulan pertama tahun 2021 (9M21) tumbuh 51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 31,2 triliun pada 3Q21 dan Rp 87,9 triliun pada 9M21.

Pertumbuhan TPV Perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 25% dan kenaikan sebesar 21% pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang 9 bulan pertama di 2020 (9M20) sampai dengan 9M21.

Sebanyak 73% TPV Perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.  

Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan Perseroan; dimana TPV Mitra pada 3Q21 dan 9M21 masing-masing bertambah sebesar 129% menjadi Rp 16,0 triliun dan 179% menjadi Rp 40,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi Mitra terhadap TPV Perseroan meningkat dari 33% pada 3Q20 menjadi 51% pada 3Q21.

ATV Mitra pada 9M21 tumbuh sebesar 63% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Hal ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir September 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 10,4 juta, meningkat dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020.

Bukalapak dan itemku Tawarkan Hadiah Menarik Melalui Gamerfest

Pendapatan Bukalapak pada 3Q21 tumbuh sebesar 58% dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 484 miliar, dan pendapatan 9M21 tumbuh 42% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 1,3 triliun.

Pertumbuhan pendapatan Bukalapak terakselerasi dari 37% YoY di 2Q21 menjadi 58% YoY di 3Q21, dimana kuartal 3Q21 juga menyumbang perkembangan pendapatan sebesar 10% QoQ.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada 3Q21 tumbuh sebesar 258% menjadi Rp 206 miliar, meningkat 42% dibandingkan 2Q21, sementara pendapatan pada 9M21 untuk Mitra Bukalapak tumbuh sebesar 298% menjadi Rp 496 miliar.

Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan Perseroan meningkat dari 19% pada 3Q20 menjadi 43% pada 3Q21.

Perseroan terus fokus pada strategi untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan yang baik terhadap biaya operasional.

Pada periode 9M21, rasio beban operasional terhadap TPV turun menjadi 2,7% dibandingkan di periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,9%.

Bukalapak dan itemku Tawarkan Hadiah Menarik Melalui Gamerfest

Pada periode 3Q21, beban operasional meningkat 27% YoY; sedangkan pada periode 9M21, beban operasional hanya meningkat 4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dikarenakan berbagai inisiatif baru yang diluncurkan oleh Bukalapak. Rasio biaya operasional pada 3Q20 terhadap TPV menurun dari 3,0% menjadi 2,7% di 3Q21.

Margin kontribusi Bukalapak setelah beban penjualan dan pemasaran menunjukkan peningkatan dari -0,4% terhadap TPV pada 9M20 menjadi -0,2% terhadap TPV di 9M21. Margin kontribusi Marketplace Bukalapak setelah beban penjualan dan pemasaran meningkat dari -0,1% terhadap TPV di 9M20 menjadi 0,01% di 9M21, sementara margin kontribusi Mitra setelah beban penjualan dan pemasaran membaik dari -0,3% terhadap TPV di 9M20 menjadi -0,2% di 9M21.

Bukalapak juga terus berhasil menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)-nya. Kerugian EBITDA pada 9M21 15% lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, dengan rasio kerugian EBITDA terhadap TPV yang membaik menjadi 1.2% di 9M21, dari 2.2% pada periode yang sama tahun lalu.

Bukalapak mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 13% menjadi Rp 1,2 triliun di 9M21 dari Rp 1,4 triliun pada 9M20. Pada 9M21, Perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 19% menjadi Rp 1,1 triliun, dari Rp 1,4 triliun pada 9M20.

Di samping peningkatan efisiensi yang diiringi dengan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas Perseroan sebesar Rp 23,6 triliun pada akhir September 2021. (BA-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here