AAJI: Inovasi Digital Jadi Upaya Peningkatan Pelayanan Industri Asuransi Jiwa Indonesia

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyelenggarakan kegiatan tahunan berformat virtual dalam Webinar Digital Risk Management in Insurance (DRiM). Acara kali ini berfokus pada transformasi dan inovasi digital sebagai upaya meningkatkan pelayanan industri asuransi jiwa Indonesia.

Mengambil tema Waves of Change, Entering New Dynamics of Life Insurance, kegiatan ini menghadirkan pembicara materi Yuswohady dari Inventure, Michael Rolfe dari Swiss Re, Edlyn Khoo dari NTUC Income dan Tek Yew Chia dari Oliver Wyman. Mereka berbagi insight terkait transformasi dan inovasi digital serta manajemen risiko yang baik bagi industri asuransi jiwa.

Sebagai keynote speaker dalam acara ini hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam kesempatan dirinya menyampaikan, Industri asuransi jiwa memiliki kesempatan pengembangan pasar yang sangat besar meskipun di tengah tantangan dan perubahan yang terjadi saat ini.

“Saya mewakili Pemerintah, ingin memberikan apresiasi kepada industri asuransi yang secara konsisten telah berperan aktif dalam bertransformasi dan terus melakukan inovasi mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi serta memperkuat ketahanan masyarakat dan memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia,”tutur Luhut.

Tak hanya memberikan apresiasinya pada industri asuransi jiwa, Pemerintah melalui Kemenkomarves juga akan terus mendukung terciptanya kebijakan dan regulasi yang mampu mendukung perkembangan industri asuransi dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Dilain pihak, Mochammad Ihsanuddin selaku Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK menjelaskan, dalam hal kebijakan, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 4/POJK.05/2021 Tentang Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Lembaga Jasa Keuangan Non-bank pada Maret lalu. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan bisnis Lembaga Jasa Keuangan Non-bank (LJKNB), melindungi kepentingan LJKNB dan konsumen, pemerataan pengaturan mengenai manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi (MRTI), serta harmonisasi dengan ketentuan serupa di sektor perbankan dengan tetap mempertimbangkan kompleksitas dan karakteristik LJKNB.

“Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan bersifat disruptif mendorong peningkatan penggunaan teknologi informasi di sektor Industri Keuangan Non-bank (IKNB). Penggunaan teknologi informasi memiliki potensi risiko yang dapat merugikan LJKNB dan konsumen. Oleh karena itu, agar dapat melindungi kepentingan LJKNB dan konsumen, LJKNB dituntut untuk dapat menerapkan manajemen risiko yang memadai dalam penggunaan teknologi informasi,”ujar Ihsanuddin.

Dirinya menyambut baik dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh AAJI. Menurutnya, industri asuransi jiwa sebagai salah satu subjek pengaturan dari kebijakan telah mulai menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi yang baik mengenai manajemen risiko digital.

Teknologi digital merupakan salah satu fokus inovasi AAJI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya inovasi penggunaan teknologi untuk proses pemasaran produk asuransi jiwa sekaligus menjawab tantangan yang terjadi di masa pandemi. Pentingnya teknologi digital untuk menjangkau masyarakat ini juga sejalan dengan materi yang disampaikan oleh para narasumber ahli. Semuanya percaya bahwa mengadopsi teknologi ke dalam industri akan membawa solusi baru untuk mengatasi berbagai tantangan di masa depan.

Michael Rolfe menyampaikan, outlook mengenai covid-19, sentimen konsumen terkait dengan kesehatan mentalnya dan adaptasi terhadap risiko digital akan menjadi pendorong tren digital di industri asuransi. “Konsumen Indonesia setidaknya terbuka untuk memanfaatkan teknologi digital dalam membeli produk asuransi secara online dan mereka juga tetap memerlukan dukungan offline untuk bisa berkomunikasi di saat penting serta sebagai bantuan untuk mengatasi masalah utama dalam hal membeli asuransi secara online,” tutur Michael.

Sebagai bentuk nyata semangat baru AAJI “Transformasi melampaui batas,” Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon berharap, komitmen AAJI dalam transformasi dan inovasi digital industri asuransi jiwa melalui kegiatan DRiM ini dapat memberikan insight yang bermanfaat bagi anggota perusahaan dan pelaku industri. Kegiatan ini sekaligus juga sebagai dukungan AAJI terhadap pelaksanaan kebijakan dari regulator.

“Kami juga turut berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah dan Regulator terhadap upaya transformasi dan inovasi digital ini. Hal ini tentu akan membantu kami dalam memberikan manfaat yang besar kepada perusahaan, kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional,” tutup Budi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here