Pelonggaran PPKM Jakarta ke Level 1, Tetap Perhatikan 3 Tips Ini

virus corona
Virus corona


BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA
– Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk di Jawa dan Bali mulai dari tanggal 2 hingga 15 November 2021.

Status untuk PPKM di area Jakarta telah turun pada level 1 seperti yang tertuang pada   Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Seiring dengan pelonggaran dari level PPKM, beragam aturan telah berubah antara lain mulai dari kapasitas mal yang boleh mencapai angka 100% hingga pelaksanaan kegiatan Work From Office (WFO) diberlakukan sebesar 75% pada sektor non esensial dan 100% pada sektor esensial.

Tentunya meski PPKM telah dilonggarkan, masyarakat masih diharapkan untuk tidak lengah guna menghindari adanya gelombang ketiga dari COVID-19.

Dampak PPKM Darurat pada Belanja Online, Produk Apa Saja yang Laris Manis?

Oleh karena itu, Perencana keuangan sekaligus Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar CFP®, AEPP® mengungkapkan beberapa hal yang harus diwaspadai masyarakat saat penerapan PPKM yang kini lebih longgar. 



Tetap Terapkan Protokol Kesehatan dengan Ketat

Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci dalam penanganan pandemi. Meski telah mendapatkan vaksinasi, sayangnya hal tersebut tidak menjadi faktor mutlak bahwa kita akan terhindar atau tertular dari Covid-19.

Oleh karena itu, tetap gunakan masker saat kalian sedang beraktivitas di luar rumah seperti di kantor, mall ataupun tempat publik lainnya. Masker telah terbukti tidak hanya melindungi diri kita sendiri, namun juga melindungi orang lain.

Sebagai tambahan, jangan lupa untuk terus menjaga jarak yang aman antara satu dengan yang lain. Dengan sebisa mungkin untuk menghindari kontak langsung yang tidak perlu, maka kita mampu meminimalisir kemungkinan penularan virus. Kalian juga bisa membawa hand sanitizers untuk membersihkan permukaan seperti meja kantor, gagang pintu dan lainnya sebelum terkena kontak.



Pastikan Dana Darurat Anda Tetap Aman

Ketika PPKM lebih longgar, tidak dipungkiri bahwa akan ada banyak godaan yang bisa membuat Anda jadi lengah untuk menggunakan dana tersebut. Misalnya, keinginan untuk pergi liburan ketika sudah lama berdiam diri di rumah.

Jangan sampai dana darurat tersebut jadi digunakan untuk kepentingan hiburan bersama keluarga. Sebab, baik Anda yang berstatus karyawan maupun wirausahawan, wajib sekali menyediakan dana darurat di masa pandemi ini.

Tujuan dari dana darurat bukan hanya untuk membayar segala bentuk kebutuhan yang bersifat mendadak saja, melainkan sebagai dana menyambung hidup jika penghasilan kita hilang atau berkurang.

GoFood Hadirkan Promo Hemat Dan Rekomendasi Kuliner Nikmat untuk Dukung Masyarakat di Masa PPKM

Bagi Anda karyawan dengan status memiliki tanggungan, siapkan enam kali pengeluaran bulanan. Sementara itu, bagi Anda yang berstatus pengusaha, disarankan untuk memiliki 12 kali pengeluaran atau lebih.

Alasannya, karena penghasilan sebagai pengusaha lebih tidak menentu, apalagi di masa pandemi seperti ini. Untuk lebih mudahnya, hitung saja dulu pengeluaran perbulannya, setelah itu Anda bisa menentukan dana darurat yang sesuai.



Lindungi Diri dan Keluarga Dengan Asuransi Kesehatan dan Jiwa

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, banyak orang mulai sadar pentingnya asuransi kesehatan. Tentu bukan lagi rahasia ketika sakit, kita akan membutuhkan biaya pengobatan yang jumlahlah tidaklah sedikit.

Dengan adanya perlindungan melalui asuransi, maka dapat melindungi diri dari risiko kesehatan tak terduga sehingga dapat melindungi finansial dan keluarga.

Oleh karena itu apabila Anda sama sekali belum memiliki asuransi, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

PPKM Mikro Ketat, Kemendagri Minta Kepala Daerah Kirimkan Laporan Tiap Minggu

Di Lifepal.co.id, Anda akan mendapatkan dan membandingkan  berbagai pilihan asuransi yang tersedia dengan mudah.

Asuransi kesehatan akan mengcover biaya kesehatan, meliputi biaya kamar di rumah sakit, rawat jalan, pengobatan, dan persalinan, sesuai dengan polis yang dimiliki. Bahkan, bila Anda membeli asuransi kesehatan dengan sistem cashless, tak perlu lagi menyiapkan dana talangan.

Sedangkan asuransi jiwa akan berguna sebagai bekal bagi keluarga yang ditinggalkan. Ketahuilah bahwa risiko hilangnya penghasilan bila si pencari nafkah kehilangan kemampuan dalam bekerja, baik karena kehilangan fungsi anggota tubuh atau meninggal dunia, cukup berat.

Bahkan, impian anggota keluarga kita jadi kandas dan bisa menjadikan anak generasi sandwich.

Karena itu, penting bagi Anda melindungi diri dan keluarga untuk meminimalisir hal-hal tak terduga yang tidak diinginkan. (BA-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here