Korporasi dan Pemerintah Naik Kelaskan UMKM

Webinar ulangtahun Sinar Mas

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid19 adalah momentum menguji kualitas sinergi sektor privat dan pemerintah dalam memutar perekonomian Indonesia.

“Berlandaskan prinsip gotong royong, perusahan di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Nasional Indonesia mengembangkan program economic empowerment berbasis digital menjangkau usaha mikro kecil dan menengah,” kata Board Member Sinar Mas, Franky O. Widjaja dalam webinar bertajuk Sinergi Korporasi dan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengutip indikator terkini, mengatakan perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun ini telah menunjukkan pemulihan, dengan pertumbuhan di atas 7 persen, dan pada kuartal ke-III, Purchasing Managers’ Index berada pada level ekspansif dengan torehan 52,2 persen. Kondisi menurutnya selain mendorong demand, juga memberikan optimisme kepada pelaku ekonomi.

“Karenanya, Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan para stakeholders agar pemulihan ekonomi nasional bisa terus berlangsung. Di mana segala upaya mendorong agar ekonomi dapat berkelanjutan adalah prioritas kami.”

Menko juga mengharapkan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang hari ini dibahas dalam Sidang Paripurna DPR RI dapat ditetapkan sebagai UU, sehingga nantinya memberikan ruang yang leluasa bagi kalangan usaha.

Mengawali kegiatan yang menjadi bagian peringatan hari jadi Sinar Mas ke-83, Senior Advisory Board Member Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto mencontohkan penugasan dirinya dan Rosan P. Roeslani yang berlatar pebisnis sebagai calon duta besar adalah bentuk sinergi antara korporasi dengan Pemerintah. Dirinya juga menyempatkan berpamitan dari Sinar Mas karena akan memulai pengabdian baru selaku Duta Besar untuk Republik Korea.

Selalu Peduli Sesama, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia adalah salah satu yang tercepat di Asia Tenggara pada masa pandemi. Hal mana menurut Franky dapat menjadi kunci sukses dalam pemberdayaan UMKM, membawa mereka masuk dalam rantai pasok global.

Upaya korporasi melalui KADIN, menurutnya adalah mempelajari berbagai modul economic empowerment dari negara lain yang terbukti berhasil, coba mengadopsinya, menggelar train the trainers melibatkan para ahli dari negara tersebut.

Sekembalinya para pelatih ke daerah asalnya, mereka akan mengembangkan modul pelatihan yang sesuai dengan kekayaan setempat, yang eksekusinya melibatkan korporasi di sana.

Senada dengan Franky Widjaja, agar pemulihan ekonomi berlangsung berkualitas, sektor swasta menurut Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan KADIN Indonesia, Bambang Brodjonegoro, coba berperan aktif bersama pemerintah mengangkat kesejahteraan para penduduk rentan miskin dan jelang kelas menengah (aspired middle class) yang jumlahnya hampir mencapai 67 persen dari seluruh penduduk Indonesia.

BAZNAS Fasilitasi Permodalan dan Akses Pasar Pengusaha Warteg Area Jabodetabek

Keberadaan UMKM bisa menjadi ujung tombak pemberdayaan ekonomi kerakyatan karena kemampuannya membuka banyak lapangan kerja. KADIN melihat laju teknologi digital dapat menjadi wahana menaik kelaskan UMKM, yang tahun lalu berkontribusi hingga 60 persen dari keseluruhan pendapatan domestik bruto Indonesia.

Pihaknya merekomendasikan intervensi korporasi berbentuk pendekatan business to business yang berkelanjutan, mendampingi UMKM masuk rantai pasok bisnis yang lebih kuat.

Franky tak lupa mengapresiasi keputusan Pemerintah yang bergegas melakukan upaya memutus mata rantai penularan dengan memberlakukan pembatasan sosial, menggelar vaksinasi, berikut menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat.

Sementara secara bersamaan, memberikan kesempatan bagi industri utama guna beraktivitas berbasis protokol kesehatan, sekaligus mengeluarkan serangkaian kebijakan ekonomi dan insentif guna menjaga detak perekonomian Indonesia. (BA-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here