Mobil Nganggur Imbas Pandemi, 8 Tips agar Mobil Tetap Awet dan Aman

Nissan Mitsubishi Keicar, mobil mungil nissan livina

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang belum selesai dan pemberlakuan PPKM yang terus diperpanjang membuat kita jadi lebih banyak berkegiatan di rumah. Akibatnya mobil yang biasanya kita gunakan untuk aktivitas sehari-hari, sekarang lebih sering nganggur di garasi. Walaupun jarang dipakai mobil harus tetap dirawat loh, agar kondisi mobil tetap awet dan aman untuk dikendarai ketika PPKM sudah selesai.

Buat kamu yang penasaran gimana caranya merawat mobil sendiri di rumah, berikut tips dari Carsome untuk membantu kamu merawat mobil di rumah.

  1. Perhatikan Kebersihan Interior Mobil

Selain diselimuti debu dan kotoran, mobil yang terparkir lama di garasi juga memungkinkan untuk dihinggapi binatang seperti semut, serangga dan kecoa. Untuk itu, ketika membersihkan mobil perlu diperhatikan juga kebersihan interiornya dengan cara menyedot debu dari jok dan karpet, mengelap bagian dashboard dan mengelap bagian door trim dengan kain yang lembut. Jika dibersihkan secara berkala, maka interior mobil kamu pun akan terbebas dari sebu, kotoran, binatang dan pastinya bau yang tak sedap. Jangan lupa juga untuk memakai air freshener agar mobil tetap harum.

  1. Kaca Mobil yang Dibiarkan Berdebu akan Menimbulkan Jamur

Debu yang menempel pada kaca mobil kalau dibiarkan begitu saja akan menyebabkan tumbuhnya jamur pada permukaan kaca mobil. Karena itu, membersihkan kaca mobil secara berkala sangat penting untuk kebersihan mobil kamu. Membersihkan kaca mobil pun tidak boleh sembarangan, harus menggunakan sabun khusus dan lap yang lembut agar tidak merusak permukaan kaca. Selain kaca mobil, wiper juga harus dibersihkan secara berkala agar tetap berfungsi dengan baik.

Turnamen Mobile Legends: Bang Bang oleh Top Clans Esports Tayang di Aplikasi Likee

  1. Memanaskan Mobil untuk Mencegah Overheating

Memanaskan mobil merupakan hal yang penting tapi sering terlewatkan. Mesin dalam mobil yang terparkir lama cenderung menjadi haus karena oli tidak melumasi komponennya dengan baik. Dalam jangka panjang, mobil yang tidak dipanaskan akan mengakibatkan kebocoran kompresi dan berlanjut kepada overheating. Untuk itu kamu sebaiknya memanaskan mobil, setidaknya sekali dalam seminggu untuk menghindari kendala khususnya kompresi yang bocor.  

  1. Pastikan Ban Mobil Memiliki Tekanan Angin yang Cukup

Jangan sekali-kali mengabaikan hal ini, karena akan membuat ban kamu kempes dan mobil tidak dapat digunakan. Sebaiknya kamu memeriksa kembali tekanan angin untuk menghindari ban bocor. Walaupun dalam masa PPKM, ban kamu harus tetap dalam kondisi aman jika sewaktu-waktu mobil diperlukan.

  1. Hindari Flat spot

Flat spot adalah masalah yang sering terjadi pada ban mobil, di mana kondisi ban mobil hanya bertumpu pada satu sisi saja sehingga bentuk ban tidak bulat seperti biasanya. Kondisi ini biasanya terjadi karena pengguna mobil hanya memanaskan mobil di tempat saja. Jika kondisi ini terus didiamkan maka akan timbul rasa tidak nyaman ketika berkendara, sebaiknya segera mengganti ban saat flat spot terjadi.

Beli Asuransi Covid-19 dari Qoala Bisa di JDID

  1. Pastikan Mobil Terparkir di Lokasi yang Aman

Membiarkan mobil terparkir di garasi bukan berarti tanpa resiko. Ada baiknya jika kamu juga menyediakan peralatan keamanan mobil seperti kunci stir, alarm mobil dan gembok pada pagar rumah kamu. Mobil yang diparkir di luar rumah biasanya memiliki resiko lebih tinggi, tidak hanya dari segi keamanan tapi juga resiko kerusakan cat dan body mobil yang terkena panas dan hujan. Jika mobil kamu terparkir di luar garasi rumah, ada baiknya kamu memberikan perlindungan tambahan seperti penutupagar mobil terlindung dengan baik.

  1. Tetap Memberikan Proteksi Asuransi Walau Mobil Nganggur

Selain menyediakan peralatan keamanan, penting juga untuk melindungi mobil dengan asuransi. Proteksi asuransi akan memberikan kamu perlindungan finansial terutama dari tindak kejahatan pencurian. Terdapat dua pilihan asuransi total loss only (TLO), asuransi yang akan menghindarkan kamu dari kerugian finansial jika mobil hilang karena dicuri dan all risk atau comprehensive yang menjangkau kerugian karena kehilangan dan kecelakaan. Yang paling cocok di masa PPKM seperti saat ini adalah TLO, karena resiko kehilangan lebih besar dibanding resiko kecelakaan.

  1. Mencabut Kabel Negatif Pada Aki untuk Menghindari Resiko Aki yang Melemah

Kebanyakan orang membiarkan aki terpasang saat mobil terparkir lama, tanpa disadari hal ini dapat membuat aki menjadi melemah karena tidak ter-charge dengan sempurna. Karena hal itu banyak orang juga yang melepaskan keseluruhan kabel aki, nyatanya hal ini juga dapat menimbulkan resiko berbahaya. Yang harus diterapkan adalah dengan mencabut kabel negatif pada aki, dengan begitu aki tidak akan menjadi lemah dan mobil juga terhindar dari resiko berbahaya.

Merawat mobil sendiri dari rumah sebenarnya mudah untuk dilakukan. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan dan kedisiplinan dalam melakukannya. Jika kondisi mobil baik dan prima, maka kamu juga akan merasa nyaman saat berkendara dan juga harga jualnya pasti akan stabil. Kalau berencana menjual atau membeli mobil di masa pandemi ini, tenang, ada Carsome. Tersedia sejumlah unit mobil dengan tanda Carsome Certified yang merupakan mobil bekas dengan kualitas yang terjamin. Mobil-mobil Carsome Certified mencakup pemeriksaan profesional di 175 titik inspeksi untuk memastikan bahwa setiap mobil bebas dari kerusakan besar akibat kecelakaan, kebakaran dan banjir, harga tetap tanpa biaya tersembunyi, 1 tahun garansi dan jaminan 5 hari uang kembali. Semua mobil juga sudah direkondisi untuk meningkatkan kelaikan jalan. Inilah cara Carsome untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi konsumen. Untuk informasi selengkapnya, silakan kunjungi www.carsome.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here