Mengoptimalkan Pemasaran Digital Bagi UMKM di Indonesia

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Data Kementerian Koperasi dan UMKM menyebutkan bahwa saat ini Indonesia memiliki 64,1 juta unit bisnis UMKM. Jumlah ini setara dengan lebih dari 99% total usaha yang ada di dalam negeri. UMKM juga berkontribusi terhadap ketersediaan tenaga kerja dengan menawarkan setidaknya 116 juta profesi.

Sayangnya, pandemi membuat 87% pelaku UMKM terkena imbasnya. Survei Bank Indonesia pada tahun 2020 menyebutkan hanya sekitar 27,6% UMKM yang menunjukan adanya peningkatan penjualan. Kondisi ini cukup memprihatinkan karena UMKM hadir sebagai bagian dari penopang perekonomian nasional dengan kontribusi hingga 60% dari total PDB nasional.

“Kebijakan jarak sosial selama pandemi memengaruhi operasional bisnis, termasuk UMKM. Jika tidak lekas beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen, maka dapat berdampak negatif pada penjualan. Dan jika semakin banyak UMKM mengalami penurunan penjualan atau bahkan gulung tikar, tentunya akan berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat luas pada umumnya,” ujar Januar Wismoyo, Country Director, Reach Business, ADA Indonesia.

Untuk dapat meningkatkan penjualan di tengah situasi saat ini, para pelaku UMKM mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengoperasikan bisnisnya. Beberapa di antara mereka juga mulai beralih pada taktik pemasaran yang lebih efisien seperti menggunakan saluran digital untuk melakukan pemasaran dan penjualan.

Menurut Januar, saluran digital menjadi alternatif yang paling tepat digunakan saat ini. Hanya saja, untuk melakukan pemasaran digital yang efektif diperlukan pemahaman yang baik tentang ekosistem digital. Dengan pemahaman yang baik, UMKM dapat merancang strategi pemasaran untuk menjangkau target pasar yang potensial.

Sebagai perusahaan yang bergerak pemasaran digital berbasis data dan kecerdasan buatan, ADA melihat pelaku UMKM mulai memanfaatkan saluran digital. Menanggapi hal tersebut, ADA pun mengembangkan solusi pemasaran digital yang ditujukan khusus untuk UMKM.  “Kami ingin mendukung pertumbuhan bisnis UMKM dengan membentuk unit bisnis yang berfokus melayani usaha kecil dan menengah,” ujar Januar.

Unit bisnis ini dikembangkan agar para pelaku UMKM dapat mereplika upaya promosi digital yang dilakukan oleh berbagai perusahaan besar, dengan bujet yang dapat disesuaikan. Dengan memanfaatkan kapabilitas ADA di bidang data, teknologi, dan strategi pemasaran digital, UMKM pun dapat menjangkau target pasarnya dengan lebih efektif melalui perangkat seluler.

Untuk memastikan pelaku bisnis UMKM mendapatkan pemahaman pemasaran digital yang baik, ADA juga akan melakukan edukasi kepada pelaku UMKM, di beberapa kota besar, di Indonesia. Tidak hanya itu, ADA juga sedang mempersiapkan produk yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk merancang promosi digital dan memonitornya secara langsung.

Teknologi ADA yang terus dikembangkan dapat dengan mudah membawa lebih banyak UMKM masuk ke era pemasaran moderen. Dengan memahami strategi pemasaran yang efektif melalui perangkat seluler, UMKM yang terdampak maupun yang tidak dapat terus berkembang dan semakin relevan dengan perubahan pasar.

“Kami mendukung pertumbuhan bisnis UMKM, di Indonesia,” ujar Januar. “Kami berharap, layanan dan produk yang kami kembangkan ini dapat membantu para pelaku UMKM untuk menjangkau audiensnya lebih masif lagi. Dengan demikian, ekonomi masyarakat pun dapat terus tumbuh,” tutup Januar.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here