Lima Hal Penting tentang Investasi untuk Kuartal Ketiga 2021

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi covid-19 masih belum berakhir dan ketidakpastian terus melanda perekonomian yang imbasnya terhadap instrumen investasi di Indonesia.

Dengan dasar itu, terdapat lima hal penting yang perlu diketahui tentang berinvestasi terutama di kuartal III-2021.
Mengutip Bank DBS Indonesia, Sabtu, 3 Juli 2021, kelima hal penting tersebut yakni:

1. Saham: menciut, namun tanpa gejolak

Terjadi perbedaan pandangan antara bank sentral Amerika Serikat (AS) dan pasar mengenai apakah Fed Taper atau pengurangan program pembelian aset oleh bank sentral AS akan menjadi kenyataan pada paruh kedua tahun ini atau tidak. DBS Indonesia percaya bahwa kekhawatiran seputar pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS akan mendominasi perbincangan dalam beberapa bulan mendatang dan menimbulkan gejolak pasar yang lebih tinggi.

2. Keputusan alokasi aset kunci.

Memberi alokasi yang lebih besar untuk saham dibandingkan dengan obligasi. Pendistribusian vaksin dan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut sehingga ini akan mendorong kinerja saham di atas obligasi. Dari perspektif lintas aset, DBS mempertahankan pilihan atas ekuitas ketimbang obligasi. Di 2021 akan menjadi tahun pemulihan bagi ekonomi global.
Namun, dari sisi momentum, DBS yakin bahwa perbaikan ekonomi untuk AS, Jepang, dan negara Asia selain Jepang telah mencapai puncak untuk saat ini dan beberapa moderasi diperkirakan terjadi. Sementara itu, momentum pertumbuhan bagi Eropa tampak menjanjikan dalam beberapa kuartal ke depan mengingat keberhasilannya dalam hal vaksin.

3. Kendaraan otonom atau kendaraan listrik

Dengan kemajuan teknologi dan perubahan lanskap peraturan, kendaraan listrik (Electric Vehicles/EV) siap menyalip kendaraan bahan bakar fosil (Internal Combustion Engine Vehicles/ICEV) sebagai kendaraan masa depan. Elektrifikasi industri transportasi didukung oleh kemajuan teknologi yang menyebabkan penurunan harga.

Kemudian perubahan lanskap peraturan, pergeseran sentimen konsumen.

Harga EV diharapkan sama dengan ICEV pada akhir dasawarsa ini, dengan penjualan EV menyumbang 58 persen pada penjualan mobil baru pada 2040 (naik dari 2,7 persen pada 2020). Peralihan industri transportasi ke kendaraan listrik dan kendaraan otonom (Autonomous Vehicles/AV) akan menguntungkan pembuat mobil, produsen baterai, penyedia tempat pengisian daya, dan manufaktur chipset.

4. Saham dividen sebagai alternatif dari obligasi

Pada saat ini, orang berlomba-lomba mencari imbal hasil tinggi saat suku bunga rendah. Bank Tiongkok dan Dana Investasi Real Estate (Real Estate Investment Trust, REIT) Singapura terbukti menawarkan dividen menarik, memainkan peran penting dari sisi pendapatan dari strategi barbell.

5. Prospek komoditas yang baik di tengah peningkatan permintaan

Sebagian besar komoditas, seperti, logam, energi, dan pertanian, mengalami masa sulit pada 2020 karena pandemi covid-19, yang mengakibatkan penurunan aktivitas dan perekonomian. Namun kenaikan harga komoditas yang tinggi terjadi sejak akhir 2020, dan dapat berlanjut hingga 2021.
Faktor pendorongnya adalah pemulihan global yang sedang berlangsung mendorong permintaan komoditas naik tajam untuk kembali pada kondisi sebelum covid-19, didorong oleh pemulihan awal di Tiongkok dan pengeluaran infrastruktur besar di AS.
Faktor lainnya kebijakan moneter ekspansif dan stimulus fiskal oleh pemerintah di seluruh dunia terutama AS mendorong ekspektasi inflasi dan melemahkan dolar. Kemudian tantangan dalam hal pasokan, yang tak kunjung reda, untuk komoditas tertentu akibat pembatasan terkait covid-19 secara sporadis, masalah rantai pasokan, dan cuaca ekstrem di wilayah tertentu.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here