Kolaborasi Cakap dan YABB, Ajak Anak Muda Memanfaatkan Teknologi untuk Membangun Negeri

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Transformasi digital yang terjadi sangat cepat di satu tahun terakhir, merubah dengan cepat metode interaksi yang dilakukan. Cakap yang telah hadir dengan sistem pembelajaran interaktif dua arah secara online berupaya memberi solusi pembelajaran terdepan yang bermanfaat melalui kecanggihan teknologi informasi.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan bahwa terjadi kenaikan signifikan pengguna internet yang semula 64,8 persen menjadi 73,7 persen. Persentase itu setara dengan 196,71 juta dari 266,91 juta penduduk kini sudah melek internet di mana usia remaja/generasi Z (15-20 tahun) dan usia dewasa muda/generasi milenial (25-34 tahun) adalah segmen pengguna terbesar. Namun tingginya penetrasi penggunaan internet tidak menurunkan angka pengangguran di Indonesia.

Menurut BPS, hingga akhir Februari 2021 sebanyak 8,75 juta orang. Dari total penduduk yang menganggur, jumlah yang paling dominan adalah lulusan SMK/Vokasi dengan kontribusi 11,45% atau lebih dari 1 juta orang. Dengan dasar kesadaran tersebut, perusahaan anak bangsa, Cakap dan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) yang merupakan perpanjangan tangan Gojek, berkolaborasi untuk memaksimalkan kompetensi dan kualitas generasi muda.

Dengan dasar kesadaran tersebut, para pelaku teknologi informasi berharap adanya program yang dapat membantu anak muda Indonesia dalam memaksimalkan penggunaan internet. Salah satunya adalah program dari wujud gotong royong perusahaan karya anak bangsa di bidang teknologi, Cakap dan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) yang merupakan perpanjangan tangan Gojek untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Cakap berkontribusi dengan menyediakan program ‘English for Engineering’ untuk program pengembangan talenta dari YABB, GenerasiGigih.

Program ini menargetkan lulusan sekolah vokasi (SMK), lulusan baru perguruan tinggi, dan mereka yang memiliki minat dalam bidang teknologi dari seluruh Indonesia. Program GenerasiGigih akan dibagi menjadi 30 kelompok kelas dengan 50 sesi pertemuan selama enam bulan. Pendaftaran peserta yang telah dibuka dari akhir April tersebut, akan diisi dengan beberapa sesi tahapan pembelajaran, program pembelajaran, serta akan berakhir di akhir Desember 2021 nanti.

Melalui program ‘English for Engineering’ dari Cakap dalam program pengembangan talenta, GenerasiGigih dari YABB. GenerasiGigih menargetkan lulusan sekolah vokasi, lulusan baru dari perguruan tinggi dan mereka yang memiliki minat dalam bidang teknologi dari seluruh Indonesia. Program GenerasiGigih akan dibagi menjadi 30 kelompok kelas dengan 50 sesi pertemuan selama enam bulan.

Pendaftaran peserta yang telah dibuka dari akhir April tersebut, akan diisi dengan beberapa sesi tahapan pembelajaran, program pembelajaran, serta akan berakhir di akhir Desember 2021 nanti.

Menurut Cecilia Ong, Cakap Vice President Of Business Development, program ini selaras dengan visi cakap yakni elevate peoples lives, karena program ini berupaya membekali anak-anak bangsa dengan kemampuan bahasa Inggris melalui pemanfaatan teknologi untuk pembangunan bangsa, khususnya untuk membuka kesempatan yang lebih besar bagi anak muda Indonesia.

“Sebagai platform yang berbasis teknologi, Cakap memandang pentingnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi yang akan memberikan peluang yang lebih luas, untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dan pembangunan masa depan bangsa. Selain itu, kesempatan bekerjasama dengan YABB ini pun kami gunakan untuk memanfaatkan tingginya penetrasi internet anak muda agar menjadi tenaga ahli teknologi untuk menopang masa depan industri teknologi Indonesia,” jelas Cecilia Ong.

Partisipasi anak muda saat ini tidak hanya sekedar menuntut partisipasi aktif dalam mencari pengalaman berkarya, tetapi juga menyatakan fungsinya dan mempunyai arti bagi pembangunan dalam masyarakat Indonesia. Berangkat dari kesadaran itulah, Cakap dan YABB berupaya untuk berkontribusi bagi pembangunan kualitas SDM Indonesia demi kemajuan Indonesia di masa depan.

Cecilia pun menambahkan bahwa diharapkan dari 3.000 peserta YABB yang mendaftar, dalam beberapa tahun mendatang, semakin banyak lagi anak muda yang berpartisipasi dalam industri teknologi.

“Karena kami percaya, dengan potensi dan peran anak muda, potensi informasi teknologi akan lebih dilengkapi dengan produk-produk inovatif yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup bagi generasi berikutnya,” tutup Cecilia Ong.

Kualitas sumber daya manusia yang mumpuni tentunya akan mendorong lahirnya berbagai produk IPTEK yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Hal ini pun akan memberikan dampak positif bagi Indonesia, seiring dengan upaya aktif untuk menambah kebutuhan talenta Indonesia di sektor teknologi.

Menyambut kolaborasi ini, Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang turut mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh talenta digital di Indonesia, “Tantangan untuk mengembangkan talenta digital semakin kompleks, salah satunya adalah aspek komunikasi. Saat ini, sumber pembelajaran di bidang teknologi masih didominasi oleh rujukan bahasa asing, sehingga talenta-talenta di Indonesia memerlukan penyesuaian dan kemampuan khusus untuk mendalami materi yang disampaikan.”

“YABB percaya bahwa semangat gotong royong merupakan kunci dalam menghadapi tantangan tersebut, oleh karena itu terwujudlah program GenerasiGigih. Melalui kolaborasi dengan Cakap, kami percaya bahwa #AnakBangsaBisa meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta memahami berbagai literatur, sebagai bekal bagi mereka mengembangkan potensi dan mimpinya menjadi pembawa perubahan,” tutup Monica.

Tentunya, anak muda tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga bisa ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan bangsa dengan memperkaya kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing. Ikuti perjalanan dan keseruan peserta #GenerasiGigih dengan follow instagram dan Linkedin Cakap dan YABB.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here