Perpaduan Musik dan Puisi dalam Peluncuran Buku Puisi “Lara Djonggrang”

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Korean Cultural Center (KCCI) mengadakan acara pembacaan puisi bersama dan peluncuran buku antologi puisi bertajuk . Buku ini berisi kumpulan puisi dimana seni sastra antara Korea dan Indonesia saling berpadu dalam satu tema yaitu ‘Indonesia’.

Acara ini diadakan di studio CGV FX Mall pada tanggal 14 Juni 2021. Peluncuran buku puisi tersebut dihadiri langsung oleh para penyair penulis buku, serta hadir pula Ketua Korean Cultural Art Association, Chae Young-ae, Pakar sastra dari Universitas Indonesia, jurnalis media online dan surat kabar, dan lain-lain.

Dalam rangka memperingati peluncuran buku antologi puisi , Ketua Korean Association in Indonesia, Park Jae-han menyampaikan pidato ucapan selamat atas peluncuran buku tersebut di awal acara.

Pada kesempatan yang sama, Direktur KCCI Kim Yong-woon menyampaikan, “Saya memberikan tepuk tangan yang sebesar-besarnya atas pencapaian kedua negara dalam pertukaran budaya dan seni tingkat tinggi, yaitu melalui seni puisi.”

Terdapat lima judul puisi yang dibacakan pada acara tersebut. Masing-masing puisi dibacakan dalam bahasa Korea dan Indonesia. Penyair Nenden Lilis A, Ratna M Rohiman, Katherina Achmad dan Chae In-suk membacakan karya puisinya masing-masing diiringi alunan musik yang membuat emosi dari puisi semakin terasa. Terakhir, karya puisi mendiang Kim Gil-nyeo yang wafat pada bulan Mei yang lalu dibacakan oleh seorang sahabat dari mendiang Kim Gil-nyeo, dan perwakilan dari KCCI.

Selain pembacaan puisi, seorang komposer dan penyanyi dari Indonesia, Ari Apik juga mempersembahkan karya musikalisasi dari puisi berjudul sama dengan buku yaitu ‘Lara Djonggrang’ yang ditulis oleh penyair Chae In-suk. Alunan musik garapan Ari Apik membuat isi puisi semakin menyentuh hati orang yang menyaksikannya.

Seorang sastrawan dan juga dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Ibnu Wahyudi turut hadir sebagai tamu spesial dan memperkenalkan puisi tradisional Korea ‘Sijo’. Pada acara tersebut, Ia membacakan 5 puisi hasil karyanya yang Ia tulis berdasarkan kondisi sosial yang terjadi di masa sekarang. Seusai pembacaan puisi, dibuka sesi tanda tangan buku puisi di ruang terpisah dimana para peserta dapat berkomunikasi langsung dengan para penyair(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here