Nursedima Parhusip Minta Masyarakat Menolak Diprovokasi LSM dan Dibenturkan dengan Perusahaan

Nursedima Parhusip Minta Masyarakat Menolak Diprovokasi LSM dan Dibenturkan dengan Perusahaan
BISNISASIA.CO.ID, MEDAN – Tokoh adat Simalungun, Nursedima Parhusip  meminta masyarakat menolak ajakan pihak-pihak tertentu yang sengaja membenturkan kelompok adat dengan perusahaan yang selama ini telah banyak berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Hal ini dikatakan Nursedima Parhusip menanggapi perselisihan masyarakat di Desa Natumingka Kec Borbor Kabupaten Toba dengan PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Nursedima adalah warga Dusun II Nagahulambu, Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya dia menjadi bagian dari kelompok yang menggelar berbagai aksi protes yang diinisiasi dua LSM yang mengatasnamakan masyarakat adat. Namun hasilnya tidak pernah ada kejelasan.
“Tidak ada gunanya bentrok antara masyarakat dan perusahaan, sebaiknya bekerjasama dan bermitra, sehingga pemerintah dalam hal ini dinas kehutanan dapat merekomendasi masyarakat, untuk program pengembangan. Karena semua lahan adalah milik negara dan bukan milik opung kita,” tutur Nursedima Parhusip.
Karena itu, dia menyesal mengikuti berbagai aksi yang dijalankan oleh LSM, karena dia tidak mendapatkan hasil sedikit pun.
”Malah kami sebagai masyarakat dirugikan dengan sumbangan biaya dan waktu kami,” ungkap Nursediam Parhusip.
Tidak Terprovokasi
Dengan pengalaman dan perjuangan yang tidak ada artinya, Nursedima mengimbau masyarakat Natumingka untuk tidak terprovokasi dengan pihak ke
tiga (LSM), yang dinilai sengaja membenturkan masyarakat dengan perusahaan.
Karena menurutnya kerugian terbesar malah terjadi pada masyarakat yang menjadi korban, baik secara fisik maupun mental.
Tuntutan pengakuan tanah adat sebaiknya dibicarakan dengan cara perdamaian antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan.
Karena menurutnya semua mekanisme tersebut sudah ada aturan hukum yang diberlakukan negara, dan tidak begitu saja dapat diakui oleh pemerintah.
Menurut Nursedima Parhusip, saat ini lebih baik masyarakat saling bekerjasama dengan pemerintah dan perusahaan dalam membangun perkampungan Natumingka.
“Harapan saya kepada masyarakat Natumingka, sebaiknya masyarakat jangan mau mengikuti LSM. Saya sudah pernah menjadi korbannya, sebaiknya berdamai saja tidak ada gunanya. Karena sebenarnya kehadiran perusahaan di tengah masyarakat sangat berguna, dalam membantu pembangunan, seperti jalan mendukung pertanian dan perekonomian,” harap Nursedima Parhusip.
Nursedima Parhusip sangat dikenal sebagai aktivis masyarakat yang banyak membantu dan membuat perubahan dikampung kelahirannya.
Prinsip hidup wanita tangguh ini sangat sederhana yakni hidup berteman dengan siapapun, dan selalu memikirkan kebersamaan untuk kemajuan masyarakat.
Kini lahan pertanian dan perkebunan warga Dusun II Nagahulambu yang berada diwilayah konsesi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk telah menjadi
program tumpang sari.
Hasil dari perkebunan seperti pohon aren, jengkol dan lainnya dapat dipanen masyarakat dan mendapatkan dukungan dari pihak perusahaan.
Terutama pembangunan jalan dikawasan Dusun Nagahulambu, sangat membantu laju perekonomian masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini