TRIS Rencanakan Buyback Saham dalam RUPSLB yang Akan Datang

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten yang merupakan integrated apparel provider, berencana akan melakukan pembelian kembali saham (buyback saham) yang akan diajukan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 27 Mei 2021 mendatang.

Hal ini dikarenakan harga saham Perseroan saat ini belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya, serta mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional dan global akibat dari pandemi Covid-19.

Santoso Widjojo selaku Direktur Utama TRIS menjelaskan, meskipun kondisi masih penuh tantangan, namun ada peluang untuk bisa tumbuh di tahun depan sejalan dengan perbaikan ekonomi.

“Oleh sebab itu, kami berencana akan mengajukan persetujuan untuk buyback saham pada RUPSLB mendatang. TRIS optimis kondisi perekonomian yang semakin pulih ini dapat memberikan kinerja yang lebih baik ke depannya, di mana pada Kuartal I-2021 ini TRIS memperoleh penjualan sebesar Rp256,5 miliar,” katanya.

Melihat peluang masa pemulihan perekonomian tersebut, TRIS berencana akan mengajukan buyback saham sebanyakbanyaknya Rp40 miliar termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Jumlah saham yang akan dibeli kembali dalam rencana ini adalah sebanyakbanyaknya 10% dari modal disetor Perseroan atau maksimum sebanyak 314.144.380 saham.

Sehubungan dengan rencana buyback saham ini, TRIS memperkirakan tidak ada dampak terhadap penurunan pendapatan atas pelaksanaan buyback saham serta tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja usaha termasuk penurunan pendapatan, sehingga tidak ada perubahan atas performa laba TRIS.

Sebagai informasi, kondisi TRIS saat ini masih dalam masa transisi pemulihan pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari performa TRIS pada Kuartal I-2021 dengan mencatatkan penjualan sebesar Rp256,5 miliar atau naik sebesar 2,7% dari Kuartal IV2020. Kontribusi penjualan TRIS pada Kuartal I-2021 hampir berimbang, yaitu untuk lokal sebesar 50,8% dan ekspor sebesar 49,2%.

TRIS ke depannya akan terus memperluas baik pasar domestik maupun luar negeri sehingga dapat memberikan kinerja yang lebih baik. Di sisi lain, beban keuangan TRIS menunjukan kondisi yang lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu menurun 28,2% YoY.

Selain dengan rencana melakukan buyback saham, TRIS juga telah memiliki strategi dalam masa pemulihan perekonomian ini melalui produk-produk yang dibuat dan dipasarkan. Strateginya antara lain ialah meningkatkan fleksibilitas produksi dengan membuat produk berdasarkan kebutuhan pasar melalui inovasi dalam pengembangan produk.

Lalu, TRIS juga melakukan evaluasi dan meningkatkan kompetensi karyawan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja Perseroan. Selain itu, TRIS akan mengembangkan platform digital marketing dan strategi pemasaran secara aktif di sosial media untuk meningkatkan brand awareness dan value sebagai sarana komunikasi langsung dengan pelanggan, meningkatkan kecepatan respon kepada pelanggan sehingga meningkatkan layanan pelanggan, serta meningkatkan penjualan online.

TRIS terus menjalin sistem kerja yang terintegrasi dan bersinergi dari setiap proses bisnis untuk mengoptimalkan keuntungan. “Kami akan terus berinovasi untuk membuat produk-produk berkualitas. Sejalan dengan hal tersebut TRIS juga melihat berbagai peluang yang ada dalam jangka panjang, melalui rencana pengajuan buyback saham ini yang diharapkan dapat menjadikan kinerja saham TRIS semakin baik, seiring dengan kinerja TRIS ke depannya,” tutup Santoso.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here