Herjunot Ali Sebut Jangan Takut Ekspresikan Sisi ‘Positive Masculinity’ di Tinder

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Kamu pasti familiar sama beberapa stigma yang melekat pada kaum Adam, terutama saat mereka merasa ingin menangis atau sesederhana memakai baju pink, karena dianggap nggak maskulin.

Bukan jarang juga, hal-hal seperti ini membatasi para cowok untuk lebih menjadi diri mereka khususnya saat ingin memulai suatu hubungan seperti di online dating app kayak Tinder.

Padahal, ini merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri loh! Berita bagusnya adalah anak jaman sekarang menjadi melek akan hal ini dan ikut andil dalam pembahasan seputar ‘positive masculinity’.

Kamu pasti pernah liat bio-bio di Tinder yang menunjukkan kalau para cowok lebih terbuka, seperti misalnya, I love embracing my feminine and masculine side as it defends me from toxic masculinity, atau, maskulinitas bukan dari seberapa besar ototnya.

Well, apa itu ‘positive masculinity’? Kalau kata Herjunot Ali, “Positive masculinity is when you embrace your vulnerability. Dia tahu lelaki seperti apa dia!”

Menurut Junot, setiap orang harus bisa menjadi pribadi yang authentic, termasuk para cowok. “It is a spiritual journey. Gak bisa overnight langsung jadi. Lo harus bisa terima komen setiap orang sampai lo gak peduli lagi,” kata Junot.

Inez Kristanti, seorang relationship expert, menambahkan, “Kita perlu sadar apakah ketika kita sedang usaha untuk impress orang, ternyata kita menjadi kehilangan diri kita sendiri.” Inez melihat hubungan itu akan lebih sehat jika kedua individu yang berbeda bisa saling menghormati supaya tercipta ruang untuk tumbuh.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here