Teknologi Pintar Selandia Baru siap Dukung Operasi Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Sebagian besar pelaku usaha belum sepenuhnya menerapkan praktik Industri 4.0 seperti yang dicita-citakan dalam rencana “Making Indonesia 4.0” oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang diluncurkan pada tahun 2018.

Keterbukaan terhadap teknologi yang lebih maju oleh perusahaan asing akan membangkitkan dan meningkatkan daya saing global industri manufaktur Makanan & Minuman (mamin) Indonesia. Hal ini secara signifikan mendukung peningkatan efisiensi dan keselamatan pada  bidang operasi pabrik, yang mana Selandia Baru unggul dalam menerapkan teknologi pabrik pintar (smart plant technologies).

Selandia Baru telah memanfaatkan perpaduan teknologi yang menggabungkan aspek fisik, digital, maupun kombinasi antara kedua aspek tersebut. Badan pemerintah dan perusahaan asing di Selandia Baru menyediakan peluang untuk mendukung manufaktur mamin Indonesia menerapkan teknologi pintar yang bertujuan meningkatkan efisiensi serta keselamatan operasional pabrik.

“Jika dijelaskan lebih lanjut teknologi pintar tersebut antara lain teknologi sistem keamanan tinggi yang dapat membantu mengelola keselamatan dengan mengurangi kontak antar sesama manusia, sistem pendingin udara yang fleksibel, rekayasa industri virtual yang mempermudah analisa data dan pengambilan keputusan, dan teknologi virtual untuk K3L (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Lingkungan),” kata Diana Permana, Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia.

Menurut data yang dipaparkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI), Adhi S. Lukman, 49,2 persen dari PDB Indonesia adalah pengeluaran makanan dan 16,9 persen berasal dari makanan olahan. Pertumbuhan industri mamin mengalami penurunan dari 7,8 persen pada tahun 2019 menjadi 1,5 persen pada tahun 2020 akibat adanya gangguan dari pandemi COVID-19. Hal ini dikarenakan masih banyaknya manufaktur mamin Indonesia yang beroperasi secara manual dengan kendali manusia secara penuh.

“Industri mamin memainkan peran penting dalam perekonomian nasional dan pandemi COVID-19 telah menyebabkan gangguan besar dalam nilai pertumbuhan dan kompetitif secara global. Teknologi Industri 4.0 menghadirkan digitalisasi dan Human Machine Interface (HMI). Inovasi tersebut akan memajukan industri mamin Indonesia dari operasional secara manual menjadi serba otomatis, lalu menjadi operasional secara otonom, sehingga mendukung manufaktur menjalankan operasionalnya dengan hemat biaya, waktu, aman dan berkelanjutan,” jelas Adhi.

Travis Lee, Manajer Business Development Asia Tenggara dari Gallagher Securityperusahaan sistem keamanan dari Selandia Baru, menjelaskan,

“Pandemi telah mengembangkan bagaimana cara mengukur keselamatan praktik bisnis dengan kebijakan prosedur yang lebih ketat untuk mengelola risiko dari segi keamanan dan kesehatan,” katanya.

Mengadopsi teknologi berbasis smart security dapat mendukung pabrik untuk mencegah dan memitigasi potensi resiko dari kontaminasi manusia, dimulai dengan penyaringan di pintu masuk, mengelola pergerakan manusia, mengelola kapasitas ruangan, hingga pelacakan kontak (contact tracing) – semua dikelola melalui system berbasis aplikasi.

Travis juga menambahkan, “Sistem keamanan berbasis teknologi mempercepat proses pencegahan dan penanganan ketika resiko terjadi, salah satu contohnya adalah aplikasi proximity contact tracing yang mempercepat pelacakan kasus COVID-19 di lapangan dibandingkan dengan pelacakan manual yang memakan waktu. Sistem keamanan berbasi teknologi pintar Gallagher Security juga memungkinkan solusi minim kontak yang efisien diantaranya Mobile Credential, Face Detection, Temperature Screening, dan sebagainya, yang mana dapat menghemat waktu proses administrasi, biaya tes kesehatan, dan kerugian atas hilangnya waktu operasi jika terjadi kontaminasi dan resiko.”(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here