Awas, Phising Berkedok Film Streaming Piala Oscar Merajalela

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA –  Modus kejahatan di jagat maya atau phising dilaporkan mengintai pengguna internet, yang dimanfaatkan oleh para peretas melalui penghargaan film Oscar 2021.

Pakar Kaspersky telah menemukan berbagai situs web phishing menawarkan penayangan film nominasi Oscar secara gratis sebelum acara penghargaan, yang sebenarnya bertujuan untuk mencuri kredensial pengguna.

Bacaan Lainnya

“Sementara perhelatan tersebut menyebar ke seluruh dunia, di dunia online, para penipu online juga memanfaatkan momentum ini untuk menjalankan aksinya dalam menyebarkan file berbahaya menyamar sebagai nominasi film terbaik,” ujar kaspersky melalui keterangan tertulis, belum lama ini.

Dengan harapan dapat menonton film nominasi Oscar, para pengguna justru diarahkan untuk mengunjungi situs palsu yang memperlihatkan beberapa menit pertama film sampai akhirnya diminta untuk melakukan pendaftaran agar dapat melanjutkan tontonan.

Pada saat melakukan pendaftaran, untuk memastikan wilayah tempat tinggal, korban diminta memasukkan detail kartu bank. Beberapa waktu kemudian, uang akan didebet dari kartu, dan seperti yang diharapkan film tidak dapat diputar kembali.

Jenis penipuan ini tersebar luas dan dinilai sebagai salah satu terpopuler di kalangan para scammer.

Kaspersky juga telah menganalisis file berbahaya di balik nominasi Oscar 2021. Hasilnya peneliti menemukan sekitar 80 file yang menyamar sebagai film yang masuk dalam nominasi film terbaik di Oscar 2021.

Para ahli menemukan bahwa hampir 70 persen file berbahaya hanya menyamar sebagai tiga film yakni Promising Young Woman, Judas and the Black Messiah, dan Trial of the Chicago 7.

Menurut Kaspersky Drama biografi Judas and the Black Messiah adalah sumber yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan file berbahaya. malware yang terkait film tersebut mengambil 26 persen dari total file terinfeksi.

Sementara Promising Young Woman, dan the Trial of the Chicago 7 menutup tiga besar, dengan masing-masing 22 persen dan 21 persen. Secara keseluruhan para ahli menyoroti penyebaran malware dengan kedok film populer bukanlah minat hackers baru-baru ini.

“Para pelaku kejahatan siber selalu berusaha memonetisasi minat pengguna pada berbagai sumber hiburan, termasuk film. Kami melihat bahwa peristiwa besar dalam industri film dapat meningkatkan minat dari komunitas para aktor ancaman tersebut,” ujar pakar keamanan Kaspersky, Anton V. Ivanov.(BA-04)

Pos terkait