BELL Genjot Penjualan di Dalam Negeri

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), emiten penyedia kain, seragam, dan fashion berkualitas, terus mencari peluang selama masa pandemi Covid-19 dengan mendorong penjualan di dalam negeri.

Menghadapi tantangan pandemi ini, BELL dengan kemampuan customized order terus berinovasi membuat diversifikasi produk yang dibutuhkan para customer mulai dari kain dengan fitur khusus hingga berbagai pakaian untuk menunjang di masa pandemi. BELL mengincar pasar utama di dalam negeri karena pasarnya yang masih luas.

“Kami bersyukur telah mampu melewati tahun penuh tantangan tersebut dengan baik. Selama tahun 2020 ini kami gencar memasarkan produk di dalam negeri dengan kontribusi per Desember 2020 penjualan lokal kami sebesar 97,3% yang mengalami sedikit kenaikan dari tahun 2019. Ke depan pada tahun 2021 ini seiring dengan pulihnya pandemi Covid-19, BELL akan terus menambah peluang pasar di dalam negeri, serta ekspor,” kata R Nurwulan Kusumawati selaku Sekretaris Perusahaan BELL, melalui keterangannya, belum lama ini.

Adapun kontribusi penjualan di dalam negeri ini didorong oleh inovasi-inovasi produk. BELL berinisiatif dengan membuat produk Kain Sehat, yaitu kain dengan fitur khusus anti mikroba, anti air, dan breathable. Tidak sampai di situ, BELL juga berpartisipasi dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat dan masker non-medis. Kemudian, menyambut masa new normal, BELL juga berinovasi dengan membuat produk Jaket Sehat yang tentunya menjadi salah satu kontribusi penjualan dalam negeri.

“Selain dari diversifikasi produk-produk baru tersebut, memang BELL dengan pengalaman lebih dari 50 tahun ini gencar dalam memperluas pasar lokal. Di mana salah satu produk kami adalah seragam yang sudah banyak dipesan oleh customer kami mulai dari Pemerintah hingga swasta. Maka memasuki masa new normal kami berinisiasi membuat Kain Sehat yang produknya juga dapat dijadikan berbagai jenis garmen termasuk seragam,” jelasnya.

Sebagai informasi pada tahun 2020, BELL mendapatkan penjualan sebesar Rp538 Miliar atau terkoreksi 24,6% YoY yang disebabkan diberlakukannya PSBB/PPKM serta lockdown di banyak negara pada masa pandemi, sehingga penjualan dan pemasaran tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Diharapkan seiring dengan sudah adanya vaksinasi pada tahun 2021 ini dan kondisi perekonomian yang mulai pulih, BELL optimis ke depan akan mendapatkan kinerja yang lebih baik. Terutama dengan inovasi-inovasi produk dan keahlian yang kami miliki, kami percaya kondisi akan normal kembali. BELL akan terus berinovasi membuat produk berkualitas dan menggali pasar dalam negeri yang masih luas, serta peluang untuk ekspor,” tutup Nurwulan.(BA-04)