GE Dorong Penggunaan Energi Terbarukan dan Tenaga Gas Untuk Dekarbonisasi yang Lebih Cepat

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Dalam membangun komitmen netralisasi karbon dalam sistem operasional perusahaan pada tahun 2030 dan target untuk beralih dari tenaga batubara, GE menyampaikan bahwa percepatan dan penyebaran strategis dari energi terbarukan dan tenaga gas dapat mendorong kemajuan substansial dalam mengatasi perubahan iklim dalam waktu dekat, menuju penghasilan emisi karbon yang rendah di masa depan.

“Kami yakin tenaga gas dan sumber energi terbarukan memiliki peran yang kritis dan berarti dalam perkembangan global dengan peralihan batubara ke gas. Upaya ini dilakukan dengan terus mengembangkan berbagai jalur untuk perwujudan teknologi gas karbon rendah ke nol karbon di masa depan ,” ujar Scott Strazik, CEO GE Gas Power.

Sebagai pembangkit listrik terkemuka di Indonesia, GE menyediakan basis terpasang >25GW yang dihasilkan oleh turbin gas & uap, serta H-Technology pertama di negara ini. Teknologi GE setara dengan sekitar 26% dari total listrik yang terpasang di Indonesia. Pemerintah berupaya untuk mengeluarkan peraturan baru guna mempercepat pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Namun demikian, fokus utama PLN terdapat pada ekonomi, yaitu biaya terendah untuk pembangkit listrik yang saat ini adalah pembangkit berbahan bakar batubara.

GE berkomitmen untuk mempromosikan GT (9HA) berefisiensi tinggi untuk menstabilkan jaringan listrik, aero fleksibel (dan EGT) untuk keseimbangan energi terbarukan yang terputus-putus di Indonesia, dan untuk mengadvokasi kebijakan energi bersih (gas dan terbarukan), pasar pendukung, dan skema pajak karbon untuk mempercepat pengembangan energi bersih.

Vic Abate, Wakil Presiden Senior GE dan Direktur Teknologi serta mantan CEO bisnis GE Gas Power & Renewables mengatakan, dengan lebih dari 125 tahun pengalaman dalam industri listrik, GE memiliki posisi yang kuat untuk terus memimpin dan mendorong masa depan energi.

“Kami memprioritaskan investasi dalam teknologi untuk meningkatkan energi terbarukan yang hemat biaya, dan terus beralih terhadap tenaga gas net nol dengan kemajuan dalam teknologi hidrogen dan penangkapan. Energi terbarukan yang dicampur dengan gas dapat mendorong transisi energi untuk mencapai pengurangan emisi karbon yang lebih besar dan cepat dibandingkan dengan energi terbarukan secara tunggal,” kata Vic Abate.(BA-04)