Jangan Sembarangan Mengizinkan Aplikasi Akses ke Mikrofon dan Webcam

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Hampir seperempat (23%) pengguna online selalu memberikan izin kepada aplikasi dan layanan untuk mengakses mikrofon atau webcam mereka, ini berdasarkan studi global terhadap 15.000 orang yang dilakukan oleh Kaspersky.

Kabar baiknya, ini diiringi dengan kesadaran keamanan yang cukup tinggi terhadap webcam secara keseluruhan, yaitu hampir enam dari sepuluh (59%) khawatir bahwa seseorang dapat mengawasi mereka melalui webcam tanpa disadari, dan 60% mewaspadai bahwa hal ini dapat dilakukan melalui perangkat lunak berbahaya.

Bacaan Lainnya

Hal ini menunjukkan kemungkinan lebih banyak orang secara proaktif melindungi teknologi mereka di masa depan saat mulai beradaptasi dengan pekerjaan jarak jauh dan peran aplikasi kolaboratif.

Head of Consumer Product Marketing Kaspersky, Maria Titova mengakui masih banyak orang yang tidak langsung memahami protokol keamanan soal penggunaan webcam dan proses keamanannya.

Namun melihat tren pengguna yang waspada, ternyata menjadi hal yang positif adanya peningkatan kesadaran akan keamanan dan potensi ancaman di dunia maya.

“Namun, apa yang kami amati sekarang adalah tren positif yang kuat dari peningkatan kesadaran seputar keamanan online dan potensi ancaman. Ini dapat dilihat pada perilaku konsumen yang lebih proaktif seperti mengambil tindakan pencegahan dan memeriksa izin sebelum memberikan akses video dan mikrofon,” ujarnya.

“Kami juga berharap peningkatan kesadaran keamanan siber akan didukung oleh pelatihan dasar keamanan yang diselenggarakan oleh bisnis untuk karyawan mereka – terutama karena perangkat audio dan video sekarang banyak digunakan untuk pekerjaan jarak jauh.”

Kaspersky memberikan saran untuk melindungi privasi dan keamanan saat menggunakan webcam. Pertama adalah menutup webcam secara sederhana.

Selain itu juga bisa menggunakan solusi keamanan dengan layanan perlindungan tingkat lanjut serta bisa dalam beberapa perangkat termasuk PC, Mac, Android dan iOS.

Pengguna juga diwajibkan melakukan analisis pada aplikasi yang dibuka aksesnya untuk web camera atau microfon. Menurut pihak Kaspersky, pengguna menghapus izin jika dirasa tidak relevan.

Sebagai informasi, kebutuhan akan webcam memang menanjak selama setahun terakhir untuk pengguna melakukan aktivitas pekerjaan, sosial dan juga hiburan. Terlihat juga adanya kenaikan pada layanan video conference, misalnya pada Microsoft Teams per Juni 2020 tumbuh mencapai 894% dibandingkan pada Februari di tahun yang sama.(BA-04)

Pos terkait