UMKM di Indonesia jadi Sararan Empuk Kejahatan Siber

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Asia Tenggaa kerap dijadikan sarana kejahatan siber, phising. Sementara di tahun 2020, Teknologi Anti Phising berhasil memblokir sebanyak 744,518 percobaan phising kepada UMKM di Indonesia.

Sebagai informasi, phishing adalah bentuk kejahatan dunia maya berdasarkan teknik manipulasi psikologis yang melibatkan pencurian data rahasia dari komputer seseorang dan kemudian menggunakannya untuk berbagai tujuan, mulai dari pencurian uang hingga menjual kembali data yang diperoleh.

Pesan phishing biasanya berupa pemberitahuan palsu dari bank, penyedia, sistem pembayaran elektronik dan organisasi lainnya. Phishing juga dapat berbentuk replika situs web terpercaya. Saking miripnya, pengguna pun terpedaya dan melalui pesan phishing, pengguna akan memberikan data pribadi secara sukarela di situs web tersebut.

“UMKM adalah fondasi bagi perekonomian regional (Asia Tenggara), namun UMKM juga sasaran empuk bagi para penjahat siber. Para aktor jahat menyadari bahwa para pelaku UMKM sedang fokus pada menjaga cash flow ketimbang keamanan siber, setidaknya saat ini. Serangan social engineering seperti phishing juga cara termudah (untuk menyerang). Kombinasi antara kondisi stres seperti yang kita alami saat ini dengan kata kunci yang tepat, misalnya ‘COVID-19’, dan sekarang ‘vaksin’, kami melihat ancaman semacam ini akan lebih sering digunakan untuk mencuri uang dan data dari segmen bisnis yang sudah terpukul (oleh pandemi) ini,” jelas Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Dalam skala global, para phisher online mengeksploitasi tema COVID-19, dan mengundang para pengguna yang ditargetkan ke konferensi video yang sebenarnya tidak pernah ada, dan kemudian bersikeras agar pengguna  mendaftar untuk “layanan baru perusahaan”. Mengingat perjuangan melawan pandemi belum berakhir, Kaspersky memprediksi bahwa tren utama di tahun 2020 ini masih akan tetap relevan dalam beberapa waktu ke depan.

Sebagai wilayah yang terkenal sangat aktif di media sosial, tren penting yang harus diperhatikan oleh pebisnis di Asia Tenggara adalah tautan dan email phishing umumnya dibagikan melalui platform jaringan online. Menurut pengamatan pakar Kaspersky, penipu yang menyebarkan surat berantai melalui jejaring sosial dan aplikasi perpesanan instan mulai memanfaatkan instant messaging pada tahun 2020.

Penerima pesan dijanjikan hadiah berupa potongan harga, dan lain-lain jika mereka membuka tautan yang telah dikirimkan. Sementara laman web phishing memuat pesan-pesan menggoda, seperti hadiah uang tunai, penghargaan, atau kejutan lainnya.

“Pemerintah dan organisasi keuangan telah bekerja sama untuk menyelamatkan sektor UMKM melalui berbagai penawaran dan bantuan dana, tetapi kita juga harus menyadari secara penuh bahwa pelaku kejahatan siber tidak mengenal ampun pada siapa pun. Kami di Kaspersky, menjalankan peran kami dalam menawarkan solusi holistik dan ramah anggaran untuk membantu pemilik bisnis mewujudkan digitalisasi yang aman. Di tengah ketidakpastian, satu hal yang dapat saya katakan dengan pasti adalah, membangun keamanan TI perusahaan dengan tepat akan jauh lebih murah dibandingkan kerugian akibat serangan siber,” ujar Yeo.

Membantu UMKM mengamankan cash flow maupun asetnya, Kaspersky menawarkan penghematan untuk solusi terbaru Kaspersky Endpoint Detection and Response Optimum (KEDRO) baik untuk pelanggan baru maupun yang sudah ada dan berlaku untuk 10-999 node di seluruh wilayah hingga periode 31 Maret 2021.  Pemilik UMKM yang tertarik dapat mengetahui lebih lanjut di tautan ini. (BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here