PTPN Gandeng PBNU Tingkatkan Produksi Perkebunan untuk Ketahanan Pangan Nasional

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin, organisasi yang berafiliasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dalam Rencana Kerjasama Supply Bahan Baku Tebu, Trading, dan Distribusi Produk Perkebunan Nusantara Group. Perseroan berkomitmen untuk memperluas jangkauan distribusi hasil perkebunannya.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menjelaskan dalam mendukung Program Strategis Kementerian BUMN periode 2020-2024, PTPN Group yang bergerak di sub sektor perkebunan akan mewujudkan visi perusahaan dengan menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan yang terdiri dari tiga pilar pertumbuhan, salah satunya adalah melalui  kemitraan strategisserta memberdayakan UMKM.

Saat ini perusahaan sedang melakukan tranformasi secara holistik dan mulai menunjukkan kemajuan-kemajuan baik dari sisi operasional maupun finansial.  Perusahaan terus melaksanakan praktik terbaik dalam operasional di kebun dan pabrik untuk menjadi perusahaan kelas dunia dengan fokus pada komoditi utama yaitu: sawit, tebu, karet, teh, dan kopi.

Holding Perkebunan Nusantara dalam rencana strategisnya akan memperluas lahan tebu dan meningkatkan kapasitas giling pabrik gula hingga perbaikan pada supply chain maupun penjualan produk, melalui sinergi BUMN dan kemitraan dengan petani.  Khusus dalam pengembangan komoditi tebu, Perusahaan mendapatkan dukungan dari Pemerintah melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

“PTPN Group merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan.  Perusahaan fokus pada 5 komoditas yaitu kelapa sawit, karet, tebu, teh, dan kopi, serta produk hilirnya masing-masing.Aksi korporasi melalui kemitraan strategis dan pemberdayaan UMKM yang dilakukan Holding sangat sesuai dengan tujuan pendirian Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) yaitu untuk menggerakkan ekonomi umat dan masyarakat umum,” ujar Ghani.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menyambut baik adanya nota kesepahaman ini dan berharap segera ada tindak lanjut dalam merealisasikan kerjasama melalui adanya inovasi-inovasi bisnis di wilayah sekitar kebun atau pabrik PTPN Group.

“Potensi produk hilir PTPN Group yang sangat beragam ini bisa disinergikan dalam pemasaran pada lingkup PBNU, baik untuk kebutuhan internal PBNU maupun unit-unit kerja PBNU dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip tata kelola yang baik,” tambah Ghani.

Disamping itu, potensi sinergi kerjasama dalam hal pengadaan bahan baku tebu dari petani Nahdliyin di Jawa Timur cukup besar yang dapat mendukung kemandirian pangan dibidang gula.Ia menambahkan, dengan saling memanfaatkan potensi, kemampuan, dan fasilitas yang dimiliki oleh PTPN Group dan P2N dalam bersinergi untuk memanfaatkan potensi sumber daya masing-masing pihak, maka terciptaproduk dengan kualitas tinggi bagi kepentingan umum.

Pada kesempatan yang sama, dengan Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin, Irnanda Laksanawan menyambut baik penandatanganan MOU ini, dan sangat antusias menyatakan rencana kerjasama ini adalah  momen penting dalam sejarah P2N untuk bisa men-generate kolaborasi yang saling menguntungkan untuk kemandirian dan ketahanan pangan demi kemaslahatan umat, tutupnya dalam sambutannya.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here