Sequis Infokan Bahwa Kurus Belum Tentu Bebas Kolesterol

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Gemuk sering dianggap banyak penyakit. Kenyataannya, orang kurus pun bisa berpotensi memiliki kolesterol tinggi. Itu sebabnya, tanpa perlu melihat ukuran berat badan, masyarakat disarankan oleh Manager Medical Underwriter Sequis dr Fridolin Seto Pandu untuk melakukan medical check-up terutama mereka yang sudah berusia di atas 25 tahun.

“Tubuh gemuk atau kurus tidak bisa dijadikan patokan bebas dari kolesterol karena apa yang kerap disebut kolesterol tinggi adalah ketidakseimbangan antara kolesterol baik dan kolesterol jahat. Penyakit ini disebut dislipidemia dan lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat,” pesan dr. Fridolin.

“Risiko tertular virus Covid-19 sangat tinggi pada mereka yang masih bekerja di luar rumah. Sedangkan mereka yang bekerja di rumah mungkin bisa terhindar, tetapi kebanyakan menjadi kurang bergerak sehingga tidak disadari berat tubuh tidak hanya bertambah, juga berisiko terkena dislipidemia dan penyakit-penyakit lainnya akibat kolesterol. Kita perlu peduli pada kesehatan dengan menjalankan gaya hidup sehat dan mengobati penyakit. Apalagi, jika Anda termasuk yang berisiko,” saran dokter Fridolin.

Gaya hidup sehat yang dimaksud antara lain menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti fast food, makanan yang digoreng, daging olahan, seperti sosis serta chicken nuggetseafood, jeroan, susu full cream, dan makanan-makanan yang bersantan. Tidak merokok dan kurangi alkohol. Sebaiknya juga rutin melakukan aktivitas fisik dan berolahraga serta cukup istirahat. Sedangkan pengobatan dilakukan sebagai respon dari hasil medical check-up untuk meminimalkan potensi penyebaran penyakit hingga upaya agar dapat normal kembali.

Masyarakat juga dianjurkan memiliki asuransi kesehatan agar jika terjadi risiko sakit bisa mendapatkan pengobatan terbaik karena sudah ada asuransi yang akan akan menanggung biaya perawatan sesuai yang tertulis pada kontrak polis. Sebab, biaya pengobatan rumah sakit tidaklah murah dan terus naik seiring dengan kenaikan inflasi. Jadi, sebelum terlanjur sakit segera miliki asuransi. Sedangkan, jika sudah memiliki riwayat kolesterol, mungkin masih bisa berasuransi, tetapi akan melalui beberapa tahapan, seperti memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan, penilaian risiko, ekstra premi, hingga waktu tunggu sebelum dapat menikmati manfaat asuransi kesehatan tersebut.

Sequis sangat terbuka untuk memberikan informasi pentingnya asuransi bagi masyarakat Indonesia melalui Sequis Care. Sequis juga memiliki sejumlah produk kesehatan unggulan, seperti Sequis Q Infinite MedCare Rider (SQIMC) dan Sequis Q Health Platinum Plus yang siap melindungi kondisi finansial Anda jika sewaktu-waktu harus menghadapi risiko sakit hingga penyakit kritis.

Sepanjang tahun 2020, Sequis telah membayar klaim kesehatan atas penyakit terkait kolesterol seperti jantung koroner dan stroke melalui produk Sequis Q Infinite MedCare Rider (SQIMC) dan Sequis Q Health Platinum Plus (SQHPP). Melalui produk SQIMC, Sequis telah membayarkan klaim kesehatan untuk penyakit jantung koroner sebesar  Rp1,26 miliar. Sementara melalui produk SQHPP, Sequis telah membayarkan klaim kesehatan untuk jantung koroner  sebesar Rp1,38 miliar. Terkait penyakit stroke Sequis pun telah membayarkan klaim kesehatan melalui produk SQHPP sebesar lebih dari Rp455 juta.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here