BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan mengharuskan masyarakat terus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru, demi menekan angka penularan. Kegiatan di pasar rakyat yang merupakan pusat niaga daerah dan pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari pun turut terdampak, tak terkecuali para pedagang pasar.
Teknologi digital yang mendukung interaksi non-sentuh menjadi opsi yang kini dimanfaatkan masyarakat agar kegiatan sehari-hari dapat terus berjalan walau ruang gerak dibatasi. Hal inilah yang mendasari kerja sama antara DOKU, Bank Mandiri dan MKP Mobile Semarang untuk meluncurkan sistem e-retribusi di PD. Pasar Singaraja.
“Kami memahami pentingnya digitalisasi transaksi dalam menopang dan mendorong laju perdagangan di era new normal ini. Dengan demikian PD. Pasar memprioritaskan penerapan sistem e-retribusi untuk menjaga agar transaksi di pasar rakyat tetap nyaman, mudah dan minim interaksi fisik. Harapannya segala upaya yang kami lakukan ini dapat membuat sektor perdagangan terus bergairah di tengah pandemi yang sedang melanda,” kata Made Agus Yudirsana S.H. selaku Direktur Utama PD. Pasar Singaraja, melalui keterangannya, Rabu (10/3/2021).
Sebagai mitra perbankan dari PD. Singaraja, Bank Mandiri Singaraja senantiasa memfasilitasi interaksi kegiatan terkait keuangan antara PD. Pasar Singaraja, pasar-pasar dibawah naungannya dan juga para pedagang yang berjualan di pasar-pasar tersebut. Menghadapi situasi pandemi saat ini, Bank Mandiri mendorong pedagang di pasar rakyat Banjar dan pasar Seririt untuk melakukan transaksi dengan mengedepankan protokol kesehatan dan mengurangi kontak secara fisik, mengusung e-retribusi sebagai solusinya.
Untuk mewujudkan penerapan sistem e-retribusi di kedua pasar tersebut, Bank Mandiri Cabang Singaraja menggandeng MKP Mobile Semarang sebagai penyedia mesin POS digital yang didukung oleh DOKU sebagai agregator metode pembayaran sekaligus penyelenggara QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang memegang lisensi Bank Indonesia.
“Melalui digitalisasi, pasar bisa menjadi potensi penambah pendapatan PD. Pasar Singaraja karena mereka bisa membayar retribusi menggunakan sistem, sehingga pencatatannya rapi dan bisa lebih dipertanggungjawabkan. Agar identitas setiap pedagang tidak terkompromi, kode QRIS statis yang dikeluarkan oleh DOKU untuk setiap pedagang bersifat unik, walaupun secara kasat mata nampak sama”, papar Luh Putu Yuni Hartini, Branch Manager Bank Mandiri Cabang Singaraja.
Nicholas Anggada, CEO MKP Mobile turut menambahkan, konsep besar digitalisasi pasar ini sesuai dengan pola-pola perdagangan baru sebagai dampak pandemi Covid-19. Di antaranya, peningkatan penggunaan cara pembayaran non-tunai, dan penurunan mobilitas dan aktivitas sosial di ruang publik.
“Untuk itu, perlu disadari bahwa keberlangsungan ekonomi, bisnis, produksi, distribusi, logistik, dan promosi tak lepas dari dukungan inovasi dan peran teknologi. Dalam konteks pasar rakyat, PD Pasar menjadi pihak terdepan yang mewujudkan hal itu sehingga pasar semakin berfungsi sebagai penyokong perekonomian daerah karena kedepannya inovasi dan teknologi lainnya untuk pasar akan semakin berkembang tidak hanya berhenti di digitalisasi pedagang saja,” ucapnya.(BA-04)