Strategi Allianz Jaga Kepatuhan Karyawan selama Pandemi

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Sebagai upaya menghadapi pandemi covid-19, Pemerintah Republik Indonesia telah menerapkan berbagai macam kebijakan termasuk kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu dampaknya adalah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) oleh banyak institusi.

Terkait kebijakan tersebut terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, salah satunya adalah bagaimana perusahaan tetap dapat memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan kode etik tetap dapat ditegakkan tanpa kehadiran fisik dan ditengah perubahan proses yang secara masif dilakukan secara digital.

Terkait fenomena itu, Direktur Legal & Compliance Allianz Life Indonesia Hasinah Jusuf mengatakan Allianz memastikan ditegakkannya integritas dan kepatuhan oleh seluruh pemangku kepentingan di tengah kondisi pandemi. Ia menegaskan penerapan integritas dan kepatuhan Allianz Indonesia tetap secara konsisten dijalankan dalam setiap proses bisnis yang ada.

“Tidak terkecuali dalam era pandemi covid-19,” kata Hasinah, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, (5/3/2021).

Ia menjelaskan hal dasar yang menjadi titik berat keberhasilan penerapan dan pelaksanaan kode etik adalah dengan membangun company values serta memastikan para pemangku kepentingan memahami dan menjalankan values tersebut. Allianz Indonesia memiliki tiga values sebagai bagian dari corporate culture perusahaan.

“Nilai ini yang menjadi pedoman dan pendorong utama bagi seluruh karyawan, tenaga pemasar, dan pemegang saham dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dan diwujudkan dalam bentuk tindakan dan perilaku yang konsisten setiap harinya. Sampai saat ini, sebanyak 95 persen karyawan Allianz Indonesia menjalankan WFH,” tuturnya.

Hasinah menambahkan Allianz Indonesia memahami sepenuhnya bahwa berbagai perubahan yang harus dilakukan oleh perusahaan maupun karyawan untuk beradaptasi pada tatanan baru. Hal itu dikarenakan pandemi covid-19 memiliki potensi bagi karyawan untuk menghadapi atau terpapar berbagai masalah, termasuk masalah dilema etika.

“Di sini nilai sebagai bagian dari corporate culture yang telah diinternalisasikan dapat menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan. Karyawan dapat dipercaya dan bertanggung jawab dalam berperilaku, termasuk untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik meskipun tidak lagi hadir secara fisik,” pungkasnya.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here