Cocok Untuk New Normal, Penjualan Jaket Sehat Melonjak

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mengungkapkan inovasi produk Jaket mendapatkan respon positif di masa kenormalan baru. Jaket Sehat dengan merek milik BELL yaitu JOBB terus mengalami peningkatan sejak pertama kali dipasarkan pada bulan Agustus 2020.

Pada kuartal IV 2020 penjualan Jaket Sehat BELL bertumbuh sebesar 23% dibandingkan kuartal III 2020. Jaket Sehat ini merupakan inovasi BELL untuk memenuhi kebutuhan pakaian pelindung tambahan dalam beraktivitas di masa new normal ini yang terbuat dari kain khusus.

R Nurwulan Kusumawati selaku Sekretaris Perusahaan BELL, mengatakan menghadapi masa pandemi Covid-19 yang sudah berjalan selama setahun ini memang menjadi tantangan bagi para pelaku industri sehingga kami harus mampu beradaptasi.

“Menjawab tantangan ini kami mencari peluang untuk membuat produk yang dibutuhkan dan tentunya bermanfaat dengan kualitas produk yang kami miliki. Kami bersyukur Jaket Sehat ini mendapat respon yang baik dari konsumen sehingga penjualan Jaket Sehat ini terus meningkat,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/2).

Penjualan Jaket Sehat BELL tidak hanya melalui toko-toko offline, BELL juga menjual Jaket Sehat ini melalui online platform. Hal ini mengingat pada masa pandemi banyak toko ritel yang melakukan pembatasan, seperti jam operasional.

Ditambah tren pembelian di masa pandemi Covid-19 telah berubah dengan maraknya orang yang berbelanja secara daring.

Hal ini dibuktikan adanya peningkatan penjualan online untuk produk-produk ritel BELL dengan merek JOBB dan Jack Nicklaus pada Kuartal IV-2020 sebesar 32,2% dibandingkan Kuartal III-2020.

Maka BELL terus berusaha untuk memasarkan di online marketplace, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak. BELL juga gencar memasarkan Jaket Sehat ini melalui media sosial BELL, yaitu Instagram @kain_bellini dan @jobbapparel, serta situs jobb.co.id.

Sebagai informasi pada 2021, Trisula Textile berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 12 miliar. Sumber pendanaaan berasal dari internal dan pinjaman perbankan. Capex akan digunakan untuk peremajaan mesin dan pembelian mesin baru dalam menunjang kebutuhan produksi.

“Ke depan, BELL akan terus memanfaatkan peluang dengan membuat produk-produk berkualitas. BELL juga akan berupaya untuk terus gencar dalam memasarkan dan menjual produknya melalui online platform dan toko ritel,” ucap Nurwulan.(BA-04)