Cegah Stunting, Tanoto Foundation Beri Pendampingan kepada 7 Kabupaten

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA –  Tanoto Foundation yang merupakan lembaga amal Keluarga Sukanto Tanoto mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting dengan memberikan pendampingan kepada 7 kabupaten.

Dalam program ini, Tanoto Foundation  bekerjasama dengan Yayasan Cipta Cara Padu sebagai mitra pelaksana. Adapun kabupaten yang diberi pendampingan mencakup Kab. Pasaman Barat, Kab. Rokan Hulu, Kab. Pandeglang, Kab. Garut, Kab Kutai Kartanegara, Kab. Lombok Utara, dan Kab. Lombok Barat.

CEO Global Tanoto Foundation, J. Satrijo Tanudjojo mengatakan, pemilihan 7 daerah ini telah dikoordinasikan dengan TP2AK dan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dan didasarkan pada tingkat prevalensi stunting.

Secara umum, pelaksanaan program akan berisi pendampingan kepada pemerintah daerah dalam pengembangan, dan penguatan implementasi strategi komunikasi perubahan perilaku untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai stunting.

“Kemitraan adalah salah satu prinsip kerja Tanoto Foundation. Untuk mendukung pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting, kami telah bermitra dengan pemerintah pusat, organisasi seperti The World Bank dan UNICEF, serta sejumlah komunitas masyarakat. Secara khusus dalam program pendampingan kepada tujuh pemerintah kabupaten ini, kami juga menggandeng beberapa organisasi yang memiliki keahlian yang dibutuhkan,” kata J. Satrijo Tanudjojo saat memberi sambutan dalam acara Kick-off Program Pendampingan, Pengembangan, Pendalaman, dan Penguatan Implementasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Pencegahan Stunting, Kamis (25/2/2021).

Dalam beberapa tahun terakhir, angka stunting di Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup baik. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi stunting berada di angka 30,8%, sementara data studi status gizi balita Indonesia (SSGBI) 2019 menujukkan penurunan sekitar 3,1% menjadi 27,67%.

Keseriusan pemerintah untuk  menangani isu stunting ini juga terlihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menjadikan upaya percepatan penurunan stunting sebagai salah satu proyek prioritasnya.

Di sisi lain, target pemerintah menekan angka prevalensi stunting menjadi di bawah 20% di tahun 2024 tetap menjadi tugas yang besar, dan bahkan menjadi lebih berat dengan adanya pandemi COVID-19.

Untuk itu, penanganan stunting membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak. Tujuannya, agar penanganan dan pencegahan stunting menjadi lebih maksimal.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here