Sudahkah Perhatikan Kandungan Pewarna Pada Camilan Si Kecil?

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Kebiasaan ‘’nyemil’’ sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia yang selalu menemani setiap momen kebersamaan baik bagi orang dewasa maupun anak – anak. Seiring dengan situasi pandemi yang masih bergulir, anak – anak lebih banyak menghabiskan waktu dirumah termasuk melakukan pembelajaran secara daring.

Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan belajar serta menyiapkan asupan sehat dalam menunjang kegiatan belajar.

Bacaan Lainnya

Untuk membantu para murid khususnya usia anak-anak agar tetap fokus, para orang tua, khususnya ibu memberikan mereka makanan ringan atau camilan selama proses pembelajaran di rumah. Camilan merupakan hal penting yang dapat membantu mengelola rasa lapar anak-anak dan meningkatkan asupan gizi mereka sepanjang hari. Memberikan camilan pada waktu yang tepat juga dapat memberikan dorongan energi yang sangat dibutuhkan di sela waktu makan.

Sebagai seorang ibu, tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi si buah hati, salah satunya dengan memilih camilan yang tepat. Selain mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, camilan yang tepat juga harus bebas dari kandungan bahan buatan seperti pewarna makanan sintetis. Menurut sebuah penelitian dari University of Southampton, pewarna makanan buatan seperti merah allura, biru berlian FCF, tartrazine, kuning kuinolin, sunset yellow dan ponceau 4R dapat menyebabkan peningkatan hiperaktif pada anak – anak.

Beranjak dari hal tersebut, untuk mengantisipasi pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan, maka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membatasi penggunaan pewarna makanan sintetis termasuk kuning kuinolin untuk setiap kategori makanan seperti produk susu, permen, kue, jajanan, dan lain – lain.

Adapun menurut hasil riset dari Data Bridge Market Rresearch mengungkapkan bahwa meski tingkat konsumsi untuk pewarna makanan sintesis dan permintaan akan produk makanan kemasan meningkat, namun kekhawatiran tentang bahaya yang ditimbulkan terhadap kesehatan, penerapan peraturan yang ketat dan perubahan preferensi konsumen terhadap bahan-bahan alami diproyeksikan akan menjadi tantangan tersendiri bagi pangsa pasar pewarna makanan sintetis.

Penggunaan pewarna makanan adakalanya ditujukan untuk mensimulasikan bahan alami seperti buah dan sayuran yang tidak ditemukan dalam makanan tersebut. Namun, seiring waktu berjalan pewarna makanan seringkali ditambahkan pada makanan dan camilan yang diperuntukkan bagi anak-anak seperti cereal, permen, frosting, biskuit, dan minuman manis m mereka mudah tertarik pada warna-warna cerah.

Disamping itu, penggunaan pewarna makanan juga dapat meningkatkan daya tarik visual bagi konsumen, karena apa yang kita rasakan sangat dipengaruhi oleh apa yang kita lihat. Demikian pula, persepsi kita tentang aroma dan rasa juga dipengaruhi oleh rona (yaitu Merah, kuning, hijau, dll.) Dan intensitas warna makanan dan minuman yang kita konsumsi. Sebuah studi oleh Emerald Insight menunjukkan 90% pembeli memutuskan apakah akan membeli produk hanya berdasarkan warna dan rasa yang dirasakan.

Para ibu yang ingin memberikan camilan sehat bagi buah hati, dapat beralih pada produk yang mengandung pewarna alami seperti buah dan sayur. Adapun untuk membuat pilihan yang tepat, para ibu dianjurkan untuk lebih memperhatikan label kemasan pada saat membeli produk makanan kemasan guna mengetahui dan memastikan bahwa bahan – bahan atau kandungan yang digunakan dalam produk tersebut alami dan aman utuk dikonsumsi.

Selain itu, untuk memaksimalkan pemberian camilan pada anak, penting kiranya bagi para ibu untuk memilih waktu yang ideal, yakni pada pukul 10 pagi dan 3 sore. Memberikan makanan ringan pada waktu-waktu tersebut dapat meningkatkan kecukupan energi bagi fisik dan mental anak serta memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mereka.

Salah satu menu camilan sehat untuk anak adalah yogurt dan buah-buahan segar namun, pastikan Anda memilih yogurt yang tepat dengan kandungan pewarna alami. Selain itu, yogurt juga mengandung protein yang dapat menjaga sel otak agar tetap kuat dan membantu anak untuk tetap fokus selama menjalani aktivitas belajar. Menambahkan stroberi atau blueberry juga dapat meningkatkan rasa dan daya tarik visual bagi anak-anak. Buah beri berwarna-warni ini juga mengandung antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

Selain yogurt, para ibu juga dapat mengenalkan si kecil pada camilan yang terbuat dari bahan alami seperti oatmeal, kacang-kacangan, ubi jalar, dan buah-buahan utuh lainnya. Camilan ini tidak hanya alami tetapi juga tinggi protein dan serat yang penting untuk tumbuh kembang anak. Sementara protein dari makanan utama membantu menstabilkan kadar gula dalam jangka waktu yang lebih lama dan membantu anak-anak lebih fokus pada apa yang mereka pelajari, menambahkan makanan berserat seperti biji-bijian, buah-buahan dan sayur-sayuran dapat lebih menstabilkan dan meningkatkan kemampuan kognitif, suasana hati, dan ingatan pada anak-anak.

Pembelajaran berbasis online di rumah akan meningkatkan kesadaran orang tua, khususnya ibu  terhadap pola konsumsi anak-anak mereka dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi perkembangan dan kemampuan belajar anak. Selain itu, lebih banyak waktu yang dihabiskan di rumah akan memungkinkan para ibu untuk mengajarkan anak-anak tentang kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat.

Seiring dengan peralihan orang tua yang bekerja dari rumah, makanan ringan kemasan memberikan kemudahan baik bagi mereka dan anak-anak saat berada di rumah. Oleh karena itu, penting kiranya bagi orang tua untuk senantiasa membaca label kemasan saat berbelanja produk makanan kemasan untuk memastikan bahwa produk yang akan dikonsumsi mengandung bahan – bahan alami, termasuk pewarna alami, yang aman dan sehat untuk anak.(BA-04)

Pos terkait