GE Power Umumkan Operasi Komersial Pertama Teknologi 9HA.02 di Pembangkit Listrik Track 4A Southern Power Generation, Malaysia

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – GE (NYSE: GE), CTCI Corporation (CTCI), dan Southern Power Generation Sdn Bhd (SPG) pada mengumumkan mulai beroperasinya pembangkit listrik di Track 4A Southern Power Generation secara komersial, pembangkit listrik tenaga gas siklus gabungan berkapasitas 1.440 megawatt di Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Ini merupakan lokasi di mana Pembangkit Listrik Siklus Gabungan 9HA.02 pertama milik GE beroperasi secara komersial.

Pembangkit listrik ini berhasil dibangun dengan mitra EPC Taiwan, CTCI, dan terdiri dari dua blok pembangkit, masing-masing dilengkapi dengan turbin gas yang sangat efisien, turbin uap, generator, serta Heat Recovery Steam Generator (HRSG) dari GE. Selain itu, berdasarkan ketentuan dalam perjanjian yang berlaku selama 21 tahun, GE akan memberikan layanan dan solusi digital untuk meningkatkan visibilitas aset, keandalan, dan ketersediaan  pembangkit listrik Track 4A – yang akan menghasilkan listrik setara dengan kebutuhan daya sekitar tiga juta rumah di Malaysia.

“Kami memiliki hubungan jangka panjang dengan GE dan kami percaya teknologi HA ini akan membantu kami memenuhi permintaan daya yang terus meningkat, serta turut berkontribusi pada kebutuhan keamanan energi jangka panjang di Malaysia”, ujar Dato ‘Haji Nor Azman bin Mufti, ketua SPG.

“Kami bangga melihat upaya GE beradaptasi dengan penuh kerja keras dan efisiensi guna mencapai operasi komersial pertama mereka untuk turbin gas 9HA.02, terlepas dari pandemi COVID-19, tanpa mengesampingkan kesehatan dan keselamatan,” tambahnya.

Pembangkit listrik ini memiliki dua blok pembangkit poros tunggal, masing-masing dilengkapi dengan turbin gas 9HA.02 serta turbin uap STF-D650, menggerakkan generator W88, dan untuk pertama kalinya ditempatkan di pembangkit listrik kelas-H (sebuah Heat Recovery Steam Generator Once Through karya GE yang memberi efisiensi siklus gabungan lebih tinggi). Dikendalikan oleh sistem kontrol terintegrasi Mark Vie oleh GE, serta dilengkapi dengan operator tunggal dan alat pemecahan masalah umum, para pekerja dapat mengoperasikan pembangkit listrik dengan lebih efisien, dan dengan cepat meningkatkan ketersediaan  pembangkit listrik secara menyeluruh.

GE akan menyediakan spektrum lengkap untuk solusi digital dan layanan perbaikan pembangkit listrik, beberapa inspeksi utama turbin gas 9HA.02, dilengkapi dengan layanan konsultasi teknis. Secara keseluruhan, kinerja pembangkit listrik akan dipantau dan ditingkatkan dengan perangkat lunak Predix Asset Performance Management oleh GE Digital, untuk membantu peningkatan visibilitas aset, keandalan, ketersediaan sekaligus mengurangi biaya operasi dan pemeliharaan. Selain itu, data yang dikumpulkan dari sensor di seluruh fasilitas akan dipantau dan dianalisis 24/7 di Monitoring dan Diagnostics (M&D) Center di Kuala Lumpur.

“Dengan lebih dari 40 tahun pengalaman beroperasi sebagai basis terbesar turbin gas terpasang di negara ini, GE secara unik memenuhi syarat untuk membantu memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat di Malaysia”, kata Ramesh Singaram, Presiden dan CEO GE Gas Power di Asia. “Hari ini menandakan sejarah yang luar biasa untuk armada HA kami, karena kami merayakan operasi komersial pertama turbin andalan kami di Malaysia. Kami berharap dapat membantu Southern Power Generation mendapatkan manfaat dari teknologi terbaru serta layanan gabungan dan solusi digital kami, sehingga dapat menghadirkan pembangkit listrik yang lebih andal dan fleksibel bagi negara ini.”

“Dengan memanfaatkan pengalaman kami yang signifikan dalam EPC pembangkit listrik global, CTCI dan GE dengan bangga telah mencapai lebih dari 10 juta jam kerja secara aman dalam proyek ini, sebuah bukti keandalan tim. Kesuksesan bersama kedua perusahaan juga membuka jalan menuju kemitraan di akhir tahun 2020, membantu kami memenangkan kontrak EPC bernilai miliaran dolar untuk lima unit tenaga gas siklus gabungan di Taiwan”, sebut Michael Yang, ketua CTCI Corporation.

Turbin gas HA karya GE merupakan turbin gas terbesar dan paling efisien di dunia, dengan lebih dari 100 unit yang dipesan oleh lebih dari 48 pelanggan di 20 negara. Armada kelas H generasi kedua GE telah mengumpulkan lebih dari 850.000 (per Januari 2021) jam operasional komersial. Untuk mengurangi emisi karbon menggunakan tenaga gas, turbin gas kelas H GE saat ini memiliki kemampuan untuk membakar hingga 50% volume hidrogen saat dicampur dengan gas alam.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here