TigerGraph Raih Pendanaan 105 Juta Dolar Guna Akselerasi Analitik Grafik dengan Komputasi Awan

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – TigerGraph, penyedia platform analitik grafik terkemuka, hari ini mengumumkan pengumpulan dana sebesar $105 juta dalam pendanaan Seri C, pendanaan terbesar saat ini dalam pasar database grafik dan analitik. Putaran pendanaan kali ini dipimpin oleh Tiger Global dan membawa total pendanaan TigerGraph melampaui $170 juta. TigerGraph telah hadir di Cina dan sedang membuka kantor-kantor di Singapura dan Indonesia.

“Ekonomi digital Asia Pasifik terus berkembang dan kami melihat adanya peningkatan permintaan regional. Untuk memanfaatkan potensi ini dan melayani pelanggan kami di Asia Pasifik dengan lebih baik, kami akan membuka kantor di Singapura dan Indonesia. Inisiatif TigerGraph di Asia akan dipimpin oleh Joseph (Joe) Lee, seorang veteran bisnis dan penjualan dalam bidang perangkat lunak perusahaan, sebagai Vice President kawasan Asia Pasifik dan Jepang. Kami berkembang dengan pesat dan sedang aktif merekrut untuk posisi-posisi penting di Asia,” kata Todd Blaschka, COO, TigerGraph.

Bacaan Lainnya

“Misi kami adalah untuk membantu pemerintah, bisnis, dan masyarakat memanfaatkan kekuatan data mereka, serta mendorong pengambilan keputusan yang dapat ditindaklanjuti berdasarkan wawasan real-time. TigerGraph sudah bekerja sama dengan empat bank terbesar di Asia guna membantu pelanggan dalam Deteksi Penipuan Waktu-nyata, Anti-Pencucian Uang, Penilaian Risiko Kredit, dan Analisis Customer 360. Kami juga bekerja dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka di Asia, memungkinkan mereka untuk menganalisis perilaku pelanggan dan dalam pencegahan penipuan,” tambahnya.

Investasi tersebut mencerminkan pertumbuhan TigerGraph dan potensi besar yang terletak pada pergerakan bisnis-bisnis ke teknologi komputasi awan. Dengan berpindahnya beban kerja transaksional dan analitik ke komputasi awan yang dimungkinkan oleh perusahaan seperti Snowflake, Confluent, dan Databricks, TigerGraph dengan pesat menjadi database grafik pilihan untuk menghubungkan, menganalisis, dan mempelajari wawasan baru dari data.

Dengan arsitektur grafik native terdistribusi, TigerGraph membantu perusahaan-perusahaan meningkatkan skalabilitas bisnis mereka dengan pesat, menganalisis berbagai aspek data untuk saling digunakan guna membentuk model baru dan menghasilkan wawasan baru. Pola data dan wawasan baru tersebut meningkatkan kemampuan sebuah perusahaan dalam analitik atau pembelajaran mesin dan dapat diterapkan di mana saja dengan fleksibilitas multi-cloud, sembari memenuhi persyaratan keamanan data untuk mematuhi kebijakan pemerintah.

Selama 12 bulan terakhir pandemi COVID-19, perusahaan-perusahaan telah lebih cepat merangkul transformasi digital, alhasil mendorong kebutuhan temuan wawasan baru tentang pelanggan, produk, layanan, dan pemasok mereka. Teknologi grafik menghubungkan domain ini dari database relasional, menawarkan kesempatan untuk menyingkatkan siklus pengembangan persiapan data, meningkatkan kualitas data, mengidentifikasi wawasan baru seperti pola kesamaan data untuk memberi rekomendasi tindakan terbaik.

Solusi berbasis data memerlukan aplikasi cerdas dan data terkoneksi yang memanfaatkan mesin grafik yang andal untuk menghubungkan, menganalisis, dan mempelajari data yang disimpan oleh perusahaan-perusahaan di komputasi awan. Peristiwa tersebut membantu TigerGraph berkembang secara besar-besaran, meningkatkan pendapatan dan jumlah pelanggan lebih dari dua kali lipat selama setahun terakhir. TigerGraph juga terus membangun komunitas developer yang sangat aktif dan bertumbuh pesat, menerima pasar tertinggi dalam laporan analis baru-baru ini, TigerGraph kemudian dinobatkan sebagai pemimpin Platform Data Grafik dalam laporan analis tersebut.

“Pada tahun 2023, teknologi grafik akan memfasilitasi kontekstualisasi pesat untuk pengambilan keputusan pada 30 persen organisasi di seluruh dunia,” kata Gartner.

Mark Beyer, Distinguished VP Analyst di Gartner membagikan hal berikut dalam sebuah laporan Gartner mengenai pengadopsian teknologi grafik di perusahaan-perusahaan, “To Graph or Not to Graph? That Is Not the Question — You Will Graph.”

Organisasi sebesar apa pun mengadopsi analitik berbasis grafik dan kecerdasan buatan dengan memanfaatkan hubungan dalam data yang terkoneksi untuk membuat hasil yang lebih baik. TigerGraph menggerakkan komunitas grafik dan kecerdasan buatan, serta menyelenggarakan Konferensi Grafik + Kecerdasan Buatan industri terbuka pertama yang mendatangkan para inovator seperti UnitedHealth Group, Jaguar Land Rover, Intuit, Intel, Xilinx, dan Accenture.

TigerGraph terlibat erat dan berperan sebagai panitia pengarah dalam pengembangan standar Graph Query Language, GQL bersama dengan vendor database lain seperti Oracle dan Neo4j, dan akan dengan antusias segera mendukung standar GQL setelah finalisasi.

“Selama lebih dari 40 tahun, tantangan pertama bisnis dalam manajemen data adalah cara mengajukan pertanyaan bisnis dengan mudah pada semua data mereka secara waktu-nyata untuk memandu operasi mereka. Otak manusia menghubungkan data untuk memperoleh wawasan baru dan membantu kita mengambil keputusan selanjutnya. Misi TigerGraph adalah untuk memberdayakan otak perusahaan dengan grafik dan kecerdasan buatan yang menemukan wawasan baru ini dalam data perusahaan yang tersimpan di komputasi awan maupun di lokasi fisik,” kata Dr. Yu Xu,  founder dan CEO TigerGraph.

“TigerGraph memimpin pergeseran paradigma dalam menghubungkan dan menganalisis data melalui teknologi grafik berskala dan native dengan entitas yang telah terhubung sebelumnya, dari pada cara tradisional yang menggabungkan baris dan kolom tabel besar. Pendanaan ini akan memungkinkan kami untuk memperluas penawaran kami dan menghadiri lebih banyak pasar lainnya, serta membuat lebih banyak pelanggan menyadari manfaat dari analisis grafik dan kecerdasan buatan.”

TigerGraph akan menggunakan pendanaan Seri C tersebut untuk inovasi dan pengembangan produk guna mendukung pelanggan dengan lebih baik, termasuk TigerGraph Cloud di Google Cloud Platform (tersedia Maret 2021), serta dukungan multi-wilayah lebih lanjut di AWS dan Azure. TigerGraph juga memperluas jangkauan globalnya dengan dukungan lokal di Asia dan Australia/Selandia Baru. Sementara itu, TigerGraph akan memperbesar tim mereka dengan perekrutan tambahan di Amerika, Eropa dan Timur Tengah (EMEA), dan Asia Pasifik (APAC) untuk memenuhi permintaan produk yang meningkat.(BA-04)

Pos terkait