Penghematan Kertas oleh Bank DBS Indonesia Meningkat Lebih dari 150%

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan dan dampak positif, Bank DBS Indonesia secara aktif menyuarakan berbagai isu sosial dan lingkungan. Hal ini dilakukan guna menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan pelayanan perbankan yang efektif dan efisien sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Upaya yang dilakukan oleh Bank DBS Indonesia terbagi menjadi tiga pilar sustainability, yaitu Responsible Banking, Responsible Business Practices, dan Creating Social Impact.

Pada pilar pertama, Bank DBS Indonesia senantiasa membantu nasabah korporasi untuk bertransisi menjadi ekonomi rendah karbon melalui berbagai produk keuangan yang sustainable.

Menurut laporan dari PERBARINDO yang berjudul “Banking Industry Outlook 2021 After Pandemic”, terdapat pergeseran di tingkat Makro yang didorong oleh pandemi Covid-19 menghasilkan lanskap industri baru. Perusahaan dipaksa bertransformasi menjadi lebih sustainable (low-touch) guna bertahan selama pandemi. Dari sisi responsible financing, Bank DBS Indonesia terus mengembangkan berbagai layanan wealth management-nya dengan menghadirkan produk investasi berbasis ESG.

Pada Januari lalu, Bank DBS Indonesia bersama Batavia Prosperindo Aset Manajemen menghadirkan Batavia ESG Global Sharia Equity USD, reksa dana offshore dengan fokus investasi efek bersifat ekuitas yang berprinsip syariah dan ESG.

Sedangkan melalui pilar kedua, Bank DBS Indonesia melakukan berbagai upaya untuk menjalankan bisnis yang lebih bersifat berkelanjutan dengan penghematan kertas, pemilahan sampah kertas, pemasangan panel surya, dan sustainable sourcing dengan memprioritaskan wirausaha sosial.

Upaya Bank DBS Indonesia untuk menjalankan responsible business practices tersebut juga mendapat pengakuan sebagai Employer of Choice dari Kincentric pada Desember 2020. Bank DBS Indonesia juga secara aktif mendukung dan mengembangkan pertumbuhan wirausaha sosial melalui tiga program Championing SE yakni nurturing, advocating, dan integrate. Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan para wirausaha sosial untuk menciptakan dampak sosial yang positif sebagai bagian pilar ketiga Bank DBS Indonesia.

Berpegangan pada pilar kedua, Bank DBS melakukan penghematan kertas di negara di mana Bank DBS beroperasi, salah satunya adalah Indonesia.

Hingga Desember 2020, Bank DBS Indonesia berhasil menghemat 36,8 ton kertas atau setara dengan sekitar 11.900 rim kertas A4, di empat fungsi operasional Bank yang meliputi dokumen-dokumen kantor, pernyataan transaksi, dan amplop. Jumlah ini melampaui target awal sebesar 21 ton, dan meningkat sebesar lebih dari 150 persen sejak tahun 2019.

Keberhasilan pengurangan kertas ini berasal dari berbagai inisiatif baik di tingkat bisnis maupun operasional. Pertama, Bank DBS Indonesia mulai mengimplementasikan e-statements yakni platform digital rekening koran, yang saat ini mencapai hampir 90% untuk e-statements Kartu Kredit dan lebih dari 95% untuk Cashline.

Terhitung sejak 1 Januari 2021, sebanyak kurang-lebih 3.700 nasabah Bank DBS Indonesia akan secara otomatis didaftarkan ke fasilitas e-statement. Dengan berganti ke e-statement dari rekening koran, Bank DBS Indonesia akan menghemat sebanyak lebih dari 530 ribu lembar kertas per tahun dan lebih dari 88 ribu amplop per tahunnya.

Lim Boon Khee, Director of Technology and Operations PT Bank DBS Indonesia, mengatakan, DBS berkomitmen untuk menjalankan bisnis dengan memperhatikan faktor lingkungan dan sosial melalui usaha transformasi digital yang kami lakukan secara internal. Salah satunya adalah dengan memantau penggunaan kertas dengan cermat dan memastikan penggunaan tersebut tidak melebihi alokasi yang telah dianggarkan, serta mengubah proses yang sebelumnya harus menggunakan kertas menjadi digital (form nasabah, materi training, dsb).

“Selain hal tersebut, kami juga terus memunculkan inisiatif lainnya guna menciptakan dampak sosial yang lebih baik, yaitu menerapkan desain sustainable di seluruh ruang fisik kami, seperti gedung perkantoran, serta memasang panel surya di beberapa kantor cabang Bank DBS Indonesia. Kami percaya bahwa upaya untuk mencapai sustainability harus dimulai dari sekarang. Oleh karena itu, kami berharap dapat menjadi contoh bagi pelaku bisnis lainnya untuk melakukan hal yang sama. Tidak masalah meskipun usaha yang dilakukan kecil, dengan komitmen maka kelak kita dapat melihat manfaatnya bagi lingkungan,” katanya, melalui keterangan pers, belum lama ini.

Bank DBS Indonesia juga menghimbau setiap karyawan untuk berkomitmen secara individual mengurangi penggunaan kertas melalui berbagai kampanye internal. Karyawan mulai memperhatikan perilaku konsumsi kertas mereka di cabang serta dalam proses back-end. Tindakan ini menciptakan sebuah ekosistem di mana setiap orang belajar untuk memperhatikan penggunaan kertas mereka dan membeli stok kertas dalam jumlah yang lebih sedikit. Selain itu, dengan adanya Covid-19 dan kebijakan bekerja dari rumah, hal ini juga membuat karyawan menggunakan kertas dalam jumlah yang lebih sedikit.

Bank DBS Indonesia menerapkan sistem Coupa dalam pembuatan faktur untuk lebih mengurangi penggunaan kertas. Saat ini karyawan harus menyerahkan faktur mereka melalui Coupa, atau bagian keuangan tidak akan melanjutkan pembayaran. Inisiatif ini telah menghilangkan kebutuhan untuk mencetak email persetujuan untuk melampirkan faktur, juga menyederhanakan proses persetujuan lebih lanjut.

Selain itu, Bank DBS Indonesia juga mengurangi jumlah kebiasaan mencetak, checklist yang didistribusikan, mengubah formulir permohonan menjadi setengah dari ukuran aslinya, dan beralih menggunakan persetujuan melalui email dibanding persetujuan di atas kertas.

Lebih lanjut Executive Director, Head of Group Strategic Marketing Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan, “Beberapa upaya di atas merupakan bentuk komitmen kami guna menciptakan dampak sosial untuk lingkungan hidup yang lebih baik. Kami berupaya untuk menciptakan Sustainable business, menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, dan menyeimbangkan kebutuhan untuk pengembangan dengan menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Dengan demikian, kami berharap dapat membawa perubahan yang lebih baik.”(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here