Masia One & General Ling Rilis “Not All That Glitters is Gold”

Processed with VSCO with 6 preset

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Masia One Penyanyi sekaligus penulis lagu yang asal Singapore bersama  produser Jahwise merilis single bertajuk “Not All That Glitters is Gold”. Tak hanya itu Masia One merilis single “Not Allah That Glitters is Gold” Juga Mengait General Ling Sebagai teman duet di lagu tersebut.

Lagu “Not All That Glitters is Gold” milik Masia One feat General Ling dirilis di bulan Februari 2021 yang di rekam oleh label rekaman Nusantara Records. Dalam single “Not All That Glitters is Gold” Masia One ingin Menyampaikan sebuah pesan yang kuat mengenai lagu bernuansa reggae ini.

“Not All That Glitters is Gold” menawarkan pesan yang menyentuh, berbicara menentang kekerasan yang berbasis gender dan berbagi pengalaman dikehidupan Masia One & Jahwise Productions Ft. General Ling

Berasal dari reggae namun Masia One memanfaatkan banyak pengaruh dari hiphop, pop dan soul, yang sebenarnya yang melampaui lagu itu sendiri. Lirik – liriknya membahas tema – tema yang sulit seperti penampilan, pelecehan dan kekerasan seksual, dan juga mengajak orang – orang untuk berbicara mengenai perlawanan terhadap pelanggaran yang disebutkan.

“Saya ingin menyadarkan para pria di komunitas kami tentang pelecehan dan kekerasan seksual Ketika berbicara dengan teman – temannya. Saya berharap lagu ini dapat membuat pernyataan yang jelas bahwa perilaku demikian tidaklah dapat diterima, dan sebagai seniman, kami adalah suara dari yang tidak dapat berbicara,” ujar Masia One dalam siaran persnya, belum lama ini.

“Lagu ini dibuka dengan lirik yang menggambarkan ‘serigala berbulu domba’, cerita dari lagu ini berdasarkan pengalaman kehidupan nyata selama tur saya di Australia pada tahun 2019.”.

“Nuansa pop dari sebuah bait yang ada di refrain Not All That Glitters is Gold, tidak semua yang bersinar cahaya, mengingatkan kita bahwa segala sesuatunya tidak selalu seperti yang terlihat,” tambahnya.

Sensasi reggae yang dihasilkan dari suara bass produksi Jahwise memberikan dentuman yang keras untuk merefleksikan kata – kata yang kuat yang dicuapkan. Bait ke 2 menggambarkan saat – saat penyerangan, lalu diakhiri oleh seorang artis tamu dan juga yang selamat dari penyerangan tersebut.

Menurut General Ling, suaranya ke bagian refrain sebagai pernyataan bahwa seseorang yang selamat dari pelecehan seksual akan didengar suaranya. Pola suara drum berubah untuk ketiga kalinya di bait terakhir untuk mencerminkan perjalanan yang berubah, karena liriknya berharap keadilan akan dilayani.

“Refrain terakhir diakhiri dengan nada melankolis namun penuh harapan untuk mendorong kita semua untuk berbicara menentang pelanggaran dengan bernyany, Saya tidak akan melakukan apa yang diperintahkan, jika apa yang diperintahkan tidak benar. Suara – suara dilagu ini dipenuhi oleh emosi dan rasa sakit hati yang direkam tak lama setelah kekerasan seksual dilaporkan selama tur, ” ujar General Ling.

Untuk proses akhir, Jahwise mengirim lagu ini ke Sao Paulo untuk di beri sentuhan akhir oleh Douglas Earl Studios. Perilisan ‘Not All That Glitters Is Gold’ menampilkan Masia One berkolaborasi dengan para pendidik dan organisasi seni yang sejalan dengan pesan di lagu ini.

Harapannya adalah untuk melibatkan para influencer yang dapat memimpikan konten yang kreatif dan merek – merek yang dapat mendukung lebih banyak lagi pembahasan mengenai topik – topik yang tabu.

Masia One adalah satu dari sejuta. Lahir di Singapura dan dibesarkan di Kanada, dia mendapatkan gelar di Amerika dan terinspirasi oleh pengalamannya di Jamaica. Sekarang, artis ini terhubung kembali dengan akarnya di Asia dan muncul kembali sebagai#FarEastEmpress. Masia One adalah seniman, pengusaha dan duta budaya.

Musiknya menembus dengung kehidupan, menginspirasi banyak orang untuk menguasai kehidupan mereka sendiri. Untuk memenuhi itu semua, Masia One memulai jalan yang tidak biasa untuk menjadi seorang rapper sejati setelah lulus dari sekolah arsitektur di University of Toronto.

Perjalanan antitesisnya membuka jalan bagi karyanya dengan artis papan atas dan produser terkemuka seperti Pharrell, John Frusciante, RZA (Wu-Tang Clan) dan Che Pope (Kanye West, Jay-Z, Lauryn Hill). Musiknya telah ditampilkan di serial Netflix Tiny Pretty Things, Snowpiercer, Wu Assassins, Altered Carbon dan lagu – lagu remix sebagai lagu trailer untuk film Fast & Furious 8. Masia One baru – baru ini telah ditunjuk sebagai direktur

Generation Hiphop Singapura, sebuah inisiatif Hiphop global yang didirikan oleh Ndaba Mandela, cucu dari mendiang Nelson Mandela dan terus menggunakan musiknya sebagai kendaraan untuk menghasilkan perubahan yang positif.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here