Rayakan Imlek, Allianz Berikan Nasabah Market & Feng Shui Outlook

  • Whatsapp

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Allianz Indonesia menggelar webinar gratis bertemakan “Market & Feng Shui Outlook” dalam rangka menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek 2572 dengan menghadirkan Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti dan Pakar Feng Shui Erwin Yap sebagai pembicara.

Webinar yang diadakan pada tanggal 9 Februari 2021 lalu ini mendapat sambutan positif dari nasabah, terlihat dari antusiasme lebih dari 700 nasabah Allianz yang meregistrasikan diri melalui aplikasi program loyalty Allianz Smart Point (ASP) untuk mengikuti acara, hanya dengan menukarkan poin ASP yang sudah dikumpulkan dari proses pembayaran premi setiap bulannya.

Bacaan Lainnya

Direktur & Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Cui Cui dalam sambutanya menyampaikan terima kasihnya kepada para nasabah peserta webinar atas kepercayaan, dukungan dan loyalitasnya kepada Allianz.

Meskipun tahun 2020 adalah tahun yang penuh dengan tantangan dengan adanya pandemi, tetapi perusahaan tetap bisa bertumbuh dan menjaga komitmen untuk memberikan perlindungan serta layanan asuransi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

”Selama tahun 2020, Allianz berhasil mencapai pertumbuhan positif meskipun pasar mengalami banyak sekali tantangan. Hal ini menunjukkan bahwa kami tetap tangguh/resilient, dan mampu menunjukkan komitmen kami untuk tetap memberikan kontribusi positif, tidak hanya kepada nasabah namun juga kepada industri asuransi dan perekonomian nasional,” kata Cui Cui.

“Upaya dan komitmen kami terus berlanjut ke tahun ini, tahun Kerbau Emas. Menurut ilmu Feng Shui, tahun Kerbau Emas akan menjadi waktu untuk hal-hal terkait emosional dan spiritual, di saat yang bersamaan juga waktu untuk rekonstruksi ekonomi. Oleh karena itu, kami melihat ada optimisme untuk bangkit dan meraih kemenangan di tahun 2021, tentu saja kami akan terus memberikan kontribusi yang lebih baik lagi kepada masyarakat dan memperkuat komitmen kami untuk memberikan perlindungan ke lebih banyak masyarakat Indonesia,“ tambah Cui Cui.

Pada kesempatan yang sama, Ni Made Daryanti memberikan pemaparannya dalam sesi pertama terkait Market Outlook. Diungkapkan oleh Made, bahwa kondisi market di tahun 2020 di mana penyebaran Covid-19 masih terus terjadi secara global, maka semua investasi mengalami penurunan.

Namun demikian, tahun 2021 akan menjadi tahap awal pemulihan ekonomi, ditandai dengan perkembangan dan distribusi vaksin, peraturan pelaksanaan dan penerapan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021,tren suku bunga rendah, dan kebijakan ekonomi USA setelah pelantikan Presiden baru.

“Di tahun 2021 ini kita juga masih akan terus dihadapkan dengan berbagai risiko seperti lonjakan kasus Covid-19 dan kapasitas rumah sakit, distribusi dan ketersediaan vaksin, rendahnya penanaman modal asing maupun lemahnya implementasi Omnibus Law, defisit fiskal dan tekanan geopolitikal. Namun demikian dari sisi indikator makro ekonomi diharapkan target pertumbuhan di 2021 bisa kembali ke 5% dari asumsi yang diberikan pemerintah,” kata Made.

Pada sesi berikutnya pakar Feng Shui Erwin Yap menjelaskan bahwa dalam Feng Shui terdapat tiga bagian yang mempengaruhi kehidupan manusia dan dikenal sebagai Trinitas Kosmik, yang meliputi Langit (waktu) yang tidak bisa dikontrol, Manusia (tindakan) yang bisa dikontrol dan Bumi (Feng Shui) yang tidak 100% bisa dikontrol.

“Secara keseluruhan, tiga bagian ini bisa mendatangkan rejeki, dan selagi kita hidup maka rejeki akan selalu ada,” ungkap Erwin.

Erwin juga menjelaskan bahwa shio Kerbau mengandung tiga elemen, yaitu tanah, logam dan air. Sesuai dengan unsur tanah pada shio Kerbau, maka elemen bisnis yang akan memberikan keuntungan pada tahun Kerbau ini diantaranya adalah property, real estate, asuransi, logam mulia dan pertanahan.

“Terkait dengan Tahun Kerbau Emas, tahun ini dipercaya akan lebih baik dari tahun lalu, sesuai dengan urutan dalam shio dimana shio Kerbau ada di urutan kedua setelah shio Tikus yang jatuh pada tahun lalu, sehingga tahun ini akan menjadi tahap rekonstruksi,” tambah Erwin.

Tahun ini juga perekonomian akan mulai tumbuh tetapi secara perlahan dan harus dijaga agar pertumbuhannya sehat. Hal ini diyakini oleh Erwin akan bisa terwujud dengan banyaknya peraturan/regulasi baru yang akan muncul di tahun baru ini.(BA-04)

Pos terkait