IDC & Red Hat: Pelatihan TI yang Konsisten Bisa Tingkatkan ROI

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pelatihan dan pembelajaran teknologi yang konsisten dapat membantu perusahaan mencapai return on investment (ROI) rata-rata tiga tahun sebesar 365%.

Hal itu terungkap dalam sebuah laporan dari IDC dan Red Hat Inc. Tidak hanya itu, berkat pelatihan pula, produktivitas tim DevOps meningkat 44%; efisiensi tim infrastruktur TI naik 34%; kecepatan deployment sumber daya TI meningkat 59%; dengan karyawan baru yang sudah dilatih, produktivitas penuh bisa dicapai 76% lebih cepat; dan kompetensi staf (untuk Red Hat OpenShift) naik 10x.

Hasil studi ini menjadi sangat penting jika melihat proyeksi IDC. Firma riset global ini memperkirakan bahwa perusahaan/organisasi akan membuat lebih dari 500 juta aplikasi baru secara global pada tahun 2023. Untuk mencapainya, organisasi TI tentu perlu melatih tim pengembangan agar menghasilkan aplikasi dan fitur-fitur yang mumpuni dan inovatif.

Dalam studi ini, IDC meneliti nilai dan manfaat yang diperoleh perusahaan/organisasi yang memiliki tim TI yang beragam, saat mereka menyelesaikan kursus training Red Hat melalui program Training dan Sertifikasi Red Hat.

Studi ini melibatkan para pemimpin TI di berbagai perusahaan berskala besar, yang mencakup berbagai industri dan negara. Responden rata-rata mengirimkan 302 staf untuk mengikuti total rata-rata 363 kursus yang diselenggarakan Red Hat setiap tahun.

“Saat perusahaan/organisasi makin menimbang-nimbang kemana mereka menginvestasikan anggarannya, studi yang disponsori oleh Red Hat ini menemukan bahwa meningkatkan porsi anggaran transformasi digital yang biasanya dialokasikan sebesar 5 persen untuk training, menjadi 6,5 persen, dapat meningkatkan peluang mencapai target bisnis dari 50 persen menjadi lebih dari 80 persen,” ungkap Ken Goetz, Global Vice President, Core Services, Red Hat.

Melalui pelatihan, nilai tahunan yang bisa diraih adalah rata-rata US$43.800 per karyawan yang dilatih, atau setara dengan US$5,71 juta per perusahaan. Staf TI yang terlatih akan menghasilkan produktivitas, mitigasi risiko, dan penghematan biaya infrastruktur TI yang lebih besar.

Pelatihan dan pembelajaran teknologi yang konsisten dapat membantu perusahaan mencapai return on investment (ROI) rata-rata tiga tahun sebesar 365%.

Hal itu terungkap dalam sebuah laporan dari IDC dan Red Hat Inc. Tidak hanya itu, berkat pelatihan pula, produktivitas tim DevOps meningkat 44%; efisiensi tim infrastruktur TI naik 34%; kecepatan deployment sumber daya TI meningkat 59%; dengan karyawan baru yang sudah dilatih, produktivitas penuh bisa dicapai 76% lebih cepat; dan kompetensi staf (untuk Red Hat OpenShift) naik 10x.

Hasil studi ini menjadi sangat penting jika melihat proyeksi IDC. Firma riset global ini memperkirakan bahwa perusahaan/organisasi akan membuat lebih dari 500 juta aplikasi baru secara global pada tahun 2023. Untuk mencapainya, organisasi TI tentu perlu melatih tim pengembangan agar menghasilkan aplikasi dan fitur-fitur yang mumpuni dan inovatif.

Dalam studi ini, IDC meneliti nilai dan manfaat yang diperoleh perusahaan/organisasi yang memiliki tim TI yang beragam, saat mereka menyelesaikan kursus training Red Hat melalui program Training dan Sertifikasi Red Hat.

Studi ini melibatkan para pemimpin TI di berbagai perusahaan berskala besar, yang mencakup berbagai industri dan negara. Responden rata-rata mengirimkan 302 staf untuk mengikuti total rata-rata 363 kursus yang diselenggarakan Red Hat setiap tahun.

“Saat perusahaan/organisasi makin menimbang-nimbang kemana mereka menginvestasikan anggarannya, studi yang disponsori oleh Red Hat ini menemukan bahwa meningkatkan porsi anggaran transformasi digital yang biasanya dialokasikan sebesar 5 persen untuk training, menjadi 6,5 persen, dapat meningkatkan peluang mencapai target bisnis dari 50 persen menjadi lebih dari 80 persen,” ungkap Ken Goetz, Global Vice President, Core Services, Red Hat.

Melalui pelatihan, nilai tahunan yang bisa diraih adalah rata-rata US$43.800 per karyawan yang dilatih, atau setara dengan US$5,71 juta per perusahaan. Staf TI yang terlatih akan menghasilkan produktivitas, mitigasi risiko, dan penghematan biaya infrastruktur TI yang lebih besar.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here