Bukalapak Terapkan Tarif 0,5 Persen untuk Pelaku UMKM

BISNISASIA.CO.ID. JAKARTA – Dukung Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM), platfrom e-commerce Bukalapak memberlakukan satu tarif untuk layanan Super Seller-nya sebesar 0.5%. Ini merupakan nilai tarif termurah yang diberikan marketplace di Indonesia bagi pelaku UMKM.

VP Marketplace Bukalapak, Kurnia Rosyada menjelaskan bahwa penetrasi pengguna internet selama pandemi semakin mendorong Bukalapak untuk terus mengembangkan platformnya untuk para pelaku UMKM. “Era pandemi membawa peningkatan jumlah UMKM yang go digital,” katanya dalam konferensi pers virtualnya, Jumat (4/2).

Namun juga menimbulkan sebuah tantangan baru, yakni terutama di area ketahanan bisnis. “Hal ini yang ingin kami bantu, dengan menyediakan beragam keuntungan menjadi Super Seller dengan biaya layanan hanya 0.5%,” terangnya.

Serta fitur-fitur baru seperti fitur Discount Package, tampilan lapak yang baru, hingga Dashboard Analytics untuk memonitor pendapatan dengan lebih mudah. Juga menampilkan inspirasi pasar, ditambah digelarnya Kontes Pelapak Indonesia.

“Bukalapak bisa membantu para pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan kualitas hidup serta berkontribusi mendorong laju ekonomi digital di Indonesia,” ujar Kurnia.

Sementara itu, AVP Marketplace Strategy & Merchant Policy Bukalapak, Baskara Aditama menambahkan bahwa pelapak tidak hanya harus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan saja. Namun juga dapat menjalankan transaksi sesuai prosedur sesuai, serta memanfaatkan fitur-fitur disediakan Bukalapak untuk makin memaksimalkan penjualan.

“Para pelapak juga harus jeli memantau tren pasar. Memasuki awal 2021, barang-barang yang berhubungan dengan pandemi masih menjadi pencarian yang populer di Bukalapak, diikuti dengan hobi yang menunjang kegiatan di rumah aja, seperti tanaman hias dan console gaming,” ungkap Baskara.

Menurutnya, materi seperti inilah yang juga akan dibagikan ke para pelapak Super Seller dalam online workshop. “Sehingga mereka semakin siap mengikuti Kontes Pelapak Indonesia serta memanfaatkan layanan Super Seller dengan makin optimal”, ujar Baskara.

Bukalapak juga mengajak seluruh pelaku UMKM di tanah air untuk bergabung dalam wadah yang bernama Komunitas Bukalapak. Saat ini tercatat lebih dari 33.000 pelapak dari seluruh Indonesia bergabung.

“Sesuai komitmen Bukalapak untuk terus mendukung ketahanan serta kapabilitas bisnis pelaku UMKM, kami memiliki sebuah wadah yang bernama Komunitas Bukalapak. Di sini mereka berkesempatan untuk saling mengenal dan berbagi ilmu dan pengalaman,” ungkap Merchant Community Lead Bukalapak, Ian Agisti dalam konferensi pers virtualnya, Jumat (4/2).

Dalam komunitas ini juga, lanjut Agisti, pelaku UMKM dapat mengikuti beragam program peningkatan kapabilitas bisnis dan ilmu mereka. “Ini sangat berguna sebagai bekal untuk memaksimalkan penjualan di Bukalapak dan berpartisipasi dalam Kontes Pelapak Indonesia,” paparnya.

Salah satu pelaku usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan platform Bukalapak untuk berjualan, Restya Naufal mengungkapkan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi membawa dampak yang begitu besar bagi seluruh pelaku bisnis, tidak terkecuali para pemilik UMKM.

“Karenanya, kami harus semaksimal mungkin memanfaatkan potensi dari platform digital untuk menjaga kelangsungan bisnis kami,” jelasnya.

Dengan adanya satu tarif layanan Super Seller 0.5% dan ditambah Kontes Pelapak Indonesia, ia mengaku terbantu. “Kami merasa mendapatkan semangat dan motivasi ekstra untuk berdagang online karena kesempatan untuk memaksimalkan penjualan di Bukalapak semakin besar,” jelas Restya.(BA-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here