Cari Serpihan Pesawat Sriwijaya Air, Kapal ARA Korsel Diturunkan

Kapal dilengkapi alat SBP(Sub-Bottom Profiler) ke kapal

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pencarian pecahan  pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu akan melibatkan kapal ARA, kapal riset yang canggih yang dioperasikan oleh Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC).

Pengerahan kapal canggih ini dilakukan setelah pemerintah Korsel setuju atas permintaan darurat dari Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenmarves RI Safri Burhanuddin, pada hari Sabtu(9/1/2021) lalu terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tersebut.

Kapal ARA merupakan kapal boat berbobot 12 ton didatangkan ke Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (MOF) Korea Selatan pada 2020 guna mendorong program kerja sama survei awal untuk kawasan pesisir Cirebon, Indonesia dalam skema ODA(Overseas Development Assistance) senilai 5 miliar Won.

Kapal ARA dilengkapi dengan alat Multi-Beam Echo Sounder, Sub-Bottom Profiler yang dapat digunakan untuk ‘3 dimentional bathymetric survey’, prediksi pasang surut dan deteksi dasar laut.

Lion Air akan Layani Penerbangan Ternate–Surabaya PP

Di samping itu, kapal ARA didesain secara khusus untuk melakukan riset laut dangkal. Oleh karenanya, diharapkan kehadiran kapal ARA tersebut dapat sangat membantu dalam proses pencarian yang dilakukan.

MTCRC telah menerjunkan 15 orang tenaga ahli termasuk kepala MTCRC Park Hansan yang merupakan kapten kapal riset dan awak kapal 3 orang, 5 orang tenaga ahli untuk mengoperasikan perlengkapan, 7 orang tenaga ahli untuk pendataan ke lokasi pencarian untuk bekerja sama dengan tim Indonesia.

Kapal ARA yang dilengkapi dengan alat pendeteksi tersebut dalam perjalanan menuju pelabuhan Tanjung Priok berangkat, Senin (11/1/2021) pukul 4.30 WIB dari Pelabuhan Cirebon tempat kapal tersebut bersandar.

Rencananya, Senin (11/1/2021) sore atau Selasa (12/1/2021) akan dikerahkan ke lokasi kecelakaan setelah melalui koordinasi secara mendetil, seperti bagaimana mengakses ke lokasi kejadian, dengan tim Basarnas Indonesia.

Korea Selatan, sebagai mitra negara yang memiliki hubungan Kemitraan Strategis Khusus (Special Strategic Partnership) dengan Indonesia, akan proaktif bekerja sama dengan Indonesia agar seluruh proses pencarian dapat berlangsung cepat dan aman.

Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center(MTCRC) adalah pusat penelitian yang dibangun pada September 2018 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan dan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI berdasarkan MoU Kerja Sama Bidang Kematiriman yang ditandatangani pada Mei 2016 lalu. Pusat penelitian tersebut menjalankan riset bersama, program pendidikan serta pelatihan di bidang kemaritiman.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here