Disuntik Dana 3 Juta Dollar, EdTech Cakap Percaya Diri Memasuki Tahun 2021

  • Whatsapp
Online English Learning Cakap x BAKTI Kominfo

JAKARTA, BISNISASIA.CO.ID – Cakap, mengumpulkan 3 Juta Dolar Amerika Serikat dalam putaran Seri A+. Putaran ini dipimpin oleh Heritas Venture Fund, dan juga partisipasi dari Strategic Year Holdings dan beberapa investor terkemuka lainnya.

Investor-investor Cakap petahana seperti Investidea Ventures dan Prasetia Dwidharma juga turut berpartisipasi dalam putaran ini.

Bacaan Lainnya

Pengumpulan dana Seri A+ ini menjadi penutup tahun yang solid bagi Cakap, yang berhasil mencetak keuntungan di tengah keadaan ekonomi sulit imbas dari pandemi Covid-19.

Pendidikan online terus meningkat dengan pesat seiring dengan protokol adaptasi kebiasaan baru dari pemerintah, di mana 94% anak-anak kehilangan akses pendidikan dan mengakibatkan percepatan adopsi teknologi oleh para penyelenggara edukasi di Indonesia.

Selama situasi ini, solusi dari Cakap telah menjadi jembatan dalam menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (Face to Face) alternatif dan mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan jumlah siswa Cakap hingga 10 kali lipat sejak awal tahun ini, dan meningkat 30 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Dalam situasi COVID-19, Cakap telah menjalin mega kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel dan dipercaya oleh beberapa instansi pemerintah seperti: unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika BAKTI dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris daring bagi praktisi perhotelan dan UMKM yang terdampak oleh penurunan ekonomi. Cakap juga menggagas beberapa program bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk Komunitas perhotelan, serta berkolaborasi dengan Telkomsel dan Kemendikbud untuk membantu siswa yang belajar dari rumah.

Otoritas Jasa Keuangan Salurkan Dana Pendidikan untuk Bantu Mahasiswa Unika Atma Jaya

Startup EdTech ini tengah mengembangkan dua produk utama; untuk pasar anak-anak dengan Cakap For Kids, sebuah produk pembelajaran bahasa Inggris online dan interaksi langsung untuk anak-anak berusia 4-12 tahun, sebagai solusi bagi orang tua yang tidak dapat membawa anak-anak mereka ke pusat pendidikan offline selama protokol adaptasi kebiasaan baru.

Fokus lainnya adalah memperdalam Cakap Upskill, sebuah pelatihan secara online dengan interaksi dua arah untuk topik pembelajaran yang luas, seperti marketing dan mata pelajaran terkait ilmu informatika.

“Kunci kesuksesan selama pandemi ini adalah mengerti lansekap Indonesia untuk menciptakan solusi edukasi yang akurat dan dapat menyelesaikan problem sebenarnya di target market, di mana akses untuk pendidikan berkualitas tinggi tidak hanya diperlukan oleh murid-murid di kota besar, tapi juga di seluruh kepulauan Indonesia, termasuk kota-kota tingkat tiga dan daerah terpencil. Kami sangat bersemangat menjadi bagian dari transformasi pembelajaran digital di Indonesia, membantu mendemokratisasi akses ke pendidikan berkualitas dan di jangka panjang, meningkatkan derajat hidup orang-orang,” ujar Tommy Yunus, Co-Founder dan CEO Cakap.

Indonesia adalah salah satu pasar pendidikan terbesar di dunia dengan lebih dari 3 juta guru di 300.000 sekolah. Bersamaan dengan itu, Indonesia juga memiliki lebih dari 60 juta siswa yang semakin melek internet dari hari ke hari.

Di Asia Tenggara, pendanaan EdTech terus mendapatkan momentum, dengan pendanaan yang meningkat sebanyak tiga kali lipat pada tahun 20191, dan meningkatnya adopsi perangkat EdTech dengan rekor pertumbuhan di Asia Tenggara.

Gulf Marketing Group Akuisisi Ritel Multi-brand Olahraga di Asia Tenggara

“Cakap telah menciptakan solusi yang unik dan relevan untuk pasar Indonesia, dan inilah waktu yang terbaik dengan semakin banyaknya orang Indonesia dan murid-murid yang semakin melek internet hari demi hari.

Perusahaan ini menawarkan proposisi impact yang menarik dengan menyediakan akses pendidikan berkualitas yang terjangkau, dan kami menantikan saatnya untuk berkerjasama dengan tim untuk mendukung perusahaan ini dalam perjalanan mereka mengembangkan solusi pendidikan ke seluruh Indonesia,” ungkap Charis Goh, Direktur Heritas Capital.

“Kami percaya pada potensi jangka panjang dari pasar teknologi pendidikan di Indonesia, dan kami sangat bersemangat untuk mendukung Cakap dalam upaya pemanfaatan dan meningkatkan permintaan akan pendidikan berkualitas tinggi di tengah meningkatnya disposable income masyarakat umum.

Dengan pengalaman selama 20 tahun di dunia investasi penyedia pendidikan, kami bermaksud memanfaatkan wawasan, jaringan, dan sumber daya kami untuk menambah nilai dan membantu Cakap untuk naik ke level berikutnya dengan tujuan menjadikan Cakap menjadi pemain nomor 1 di segmen pendidikan di Indonesia,” kata Conrad Tsang dari Strategic Year.

 “Kami percaya pendidikan adalah paspor kunci ke dunia yang lebih sejahtera dan hidup yang berkualitas.

Kami mendorong dan mendukung pengusaha-pengusaha Indonesia untuk membantu memberi dampak yang lebih baik untuk kemanusiaan,” dikutip dari Partner Investidea.

“Saya sudah mengenal Tomy dan Yohan sejak Prasetia berinvestasi di Cakap (sebelumnya bernama Squline) di tahun 2016.

Mereka punya visi yang kuat dan mampu seiring waktu menjadi pemimpin di pembelajaran bahasa online di Indonesia. Sejak 2016 hingga 2019, pasar untuk pendidikan online telah berkembang dengan cepat, tapi melihat ke belakang, itu belum seberapa jika dibandingkan dengan pertumbuhan di 2020.

Pandemi saat ini telah memberi angin untuk Cakap dan seluruh industri pendidikan online. Dengan menjaga kualitas dan biaya, Cakap telah mendemokratisasi akses ke pendidikan berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia,” kata Arya Setiadharma, CEO dari Prasetia Dwidharma.

Dengan rating sebesar 4,9 dari 5 di Google Play Store, Cakap adalah aplikasi belajar bahasa asing dengan rating tertinggi di Indonesia. Cakap bermaksud menggunakan dana segar Seri A+ tersebut untuk merekrut lebih banyak pemikir-pemikir brilian untuk bergabung, pengembangan teknologi canggih, dan ekspansi bisnis ke seluruh Indonesia dan kawasan, seiring pengembangan ke arah K-12 dan pasar keterampilan vokasi.

 

Pos terkait